Breaking News
light_mode

To Be or To Have

  • account_circle Maryam Chalisa
  • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
  • print Cetak

Oleh: Oleh: Dr. KH. Masrur Makmur La Tanro (Ketua MUI Provinsi Bali, Presidium IAPIM, dan Ketua ISMI Bali)

Manusia senantiasa memerlukan atribusi dan identitas diri demi merawat eksistensi di tengah dunia yang kian riuh. Namun, dalam perjalanannya, sering kali terjadi pergeseran makna: manusia mulai mengidentikkan nilai dirinya dengan apa yang ia miliki (having), bukan dengan siapa ia sebenarnya (being).

Dalam modus having, keberadaan seseorang seolah ditentukan oleh tumpukan materi. Semakin melimpah harta, semakin dianggap eksis. Paradigma ini tak jarang membelenggu manusia dalam jerat hedonisme dan materialisme. Fenomena ini berakar dari paham kapitalisme yang cenderung mereduksi tujuan hidup manusia hingga teralienasi dari realitas yang hakiki. Erich Fromm dalam karyanya, *To Have or To Be*, telah lama melempar diskursus fundamental: apakah sebaiknya manusia bersikap “memiliki” atau bersikap “menjadi”?

Tak pelak, orientasi manusia modern kian condong pada kepemilikan. Modus having yang bersifat hedonistik terus mengejar kelimpahan materi, kebebasan tanpa batas, hingga eksploitasi alam secara serampangan demi kekuasaan. Di era disrupsi, metamesta, dan dominasi kecerdasan buatan seperti saat ini, nilai-nilai humanisme kian goyah tertutup oleh gemerlap pencapaian lahiriah.

Ironisnya, predikat “aristokrat” atau “borjuis” sering kali disematkan hanya berdasarkan kepemilikan yang meluap. Secara empiris, banyak yang mengoleksi istana, vila eksklusif, hingga kendaraan mewah dengan jenama mentereng seperti Rolls-Royce atau Lamborghini. Namun, sering kali itu semua hanyalah simbol pengakuan dan identitas kepemilikan belaka. Sebuah paradoks kehidupan muncul ketika kemewahan tersebut justru lebih banyak dinikmati oleh penjaga vila atau sopir pribadinya. Inilah realitas di mana kemasan lebih mengemuka ketimbang substansi.

Erich Fromm menawarkan jalan lain: memahami eksistensi melalui modus being. Ini adalah potret pribadi yang menitikberatkan pada aktivitas batin dan akal budi mereka yang menemukan makna dalam berbagi, berempati, dan memberi. Bukankah dalam hakikat kehidupan, memberi sesungguhnya adalah menerima?

Menjalani kehidupan dengan prinsip being jauh lebih mulia dan menenangkan ketimbang terus terjebak dalam perlombaan having. Sebuah pepatah Latin mengingatkan: Qui totum vult totum perdit seseorang yang menginginkan segalanya justru akan kehilangan segalanya.

Sebagai simpulan, kebijaksanaan hidup terletak pada kemampuan untuk senantiasa mensyukuri apa yang telah dipunyai dan ikhlas menerima ketetapan takdir. Sebab pada akhirnya, nilai seorang manusia tidak diukur dari apa yang ia genggam, melainkan dari apa yang ia pancarkan bagi sesama.

  • Penulis: Maryam Chalisa

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kakanwil Kemenkum Babel Hadiri Hari Kedua Lokakarya KUHP dan KUHAP Baru di UGM, Fokus pada Harmonisasi Paradigma Hukum Pidana

    Kakanwil Kemenkum Babel Hadiri Hari Kedua Lokakarya KUHP dan KUHAP Baru di UGM, Fokus pada Harmonisasi Paradigma Hukum Pidana

    • 0Komentar

    Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung, Johan Manurung, menghadiri kegiatan hari kedua Lokakarya KUHP dan KUHAP Baru Tahun 2026 yang diselenggarakan pada Rabu, 11 Februari 2026, bertempat di Gedung V Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WITA tersebut menjadi forum strategis dalam menyelaraskan paradigma dan asas dalam […]

  • Kanwil Kemenkum Babel Harmonisasi Ranperkada Kota Pangkalpinang tentang Renstra Perangkat Daerah 2025–2029

    Kanwil Kemenkum Babel Harmonisasi Ranperkada Kota Pangkalpinang tentang Renstra Perangkat Daerah 2025–2029

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan kegiatan Pengharmonisasian, Pembulatan, dan Pemantapan Konsepsi terhadap Rancangan Peraturan Kepala Daerah (Ranperkada) Kota Pangkalpinang tentang Rencana Strategis (Renstra) Perangkat Daerah Tahun 2025–2029, Selasa (12/5/2026), bertempat di Ruang Rapat Perancang Kanwil Kemenkum Babel. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum (P3H) Kanwil Kemenkum Babel, […]

  • Menag Tekankan Kerukunan sebagai Kunci Kemajuan Ekonomi Syariah Indonesia

    Menag Tekankan Kerukunan sebagai Kunci Kemajuan Ekonomi Syariah Indonesia

    • 0Komentar

    Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya kerukunan dan kondusifitas sebuah bangsa adalah prasyarat utama pertumbuhan ekonomi, termasuk pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. Hal itu disampaikan dalam program Indonesia Business Forum (IBF) di tvOne bertema “Negara dan Masa Depan Ekonomi Syariah”, di Jakarta, Rabu (4/3/2026). ‎“Kita ciptakan model kerukunan yang sejati di Indonesia ini. Karena tidak […]

  • Trump Isyaratkan Kuba Jadi Target Berikutnya Usai Perang Iran

    Trump Isyaratkan Kuba Jadi Target Berikutnya Usai Perang Iran

    • 0Komentar

    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan pernyataan kontroversial terkait kebijakan luar negeri negaranya. Di tengah konflik yang masih berlangsung dengan Iran, Trump memberi sinyal bahwa Kuba bisa menjadi target kebijakan berikutnya setelah perang tersebut selesai. Pernyataan itu disampaikan Trump saat menerima kunjungan tim sepak bola Inter Miami CF, juara Major League Soccer 2025, di […]

  • Resmi Dilantik, KNPI Sulsel di Bawah Nakhoda Fadel Muhammad Siap Wujudkan “Smart Society” Berkarakter

    Resmi Dilantik, KNPI Sulsel di Bawah Nakhoda Fadel Muhammad Siap Wujudkan “Smart Society” Berkarakter

    • 0Komentar

    Pengurus Dewan Perwakilan Daerah I Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD I KNPI) Provinsi Sulawesi Selatan periode 2026–2029 resmi dilantik di Hotel Claro, Jalan A.P Pettarani, Kota Makassar, Senin (9/3/2026). Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP KNPI, Ryano Panjaitan, yang mengukuhkan Fadel Muhammad Tauphan Anshar sebagai Ketua DPD I KNPI Sulawesi Selatan bersama jajaran […]

  • Pagaralam Menuju Kota Berbasis Kekayaan Intelektual, Kemenkum Sumsel Dorong Legalisasi Kopi Arabika Raden Kuning

    Pagaralam Menuju Kota Berbasis Kekayaan Intelektual, Kemenkum Sumsel Dorong Legalisasi Kopi Arabika Raden Kuning

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan melakukan langkah strategis untuk memproteksi aset lokal di Kota Pagaralam. Dipimpin oleh Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Alkana Yudha, tim melakukan koordinasi langsung dengan Walikota Pagaralam, Ludi Oliansyah. Fokus utama pertemuan ini adalah percepatan pendaftaran Indikasi Geografis (IndiGeo) Kopi Arabika Raden Kuning serta penguatan regulasi kekayaan intelektual (KI) guna mendukung […]

expand_less