Breaking News
light_mode

BRICS Membangun Ketahanan Global South

  • account_circle Maryam Chalisa
  • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
  • print Cetak

Oleh: Ali Mochtar Ngabalin

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Arti penting Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS di New Delhi tidak semestinya hanya diukur dari deklarasi yang dihasilkan. Hal yang jauh lebih penting adalah langkah nyata yang akan dilakukan negara-negara anggota setelah pertemuan tersebut.

Bagi Indonesia, persoalan ini sangat penting. BRICS dapat menjadi wadah bagi negara-negara berkembang untuk memperkuat kapasitas produksi, menghubungkan berbagai sektor industri, mengembangkan teknologi, serta membangun rantai pasok yang lebih tangguh.

Perspektif pembangunan inilah yang dibawa Presiden Prabowo Subianto ke New Delhi. Keikutsertaan Indonesia dalam BRICS mencerminkan keyakinan bahwa kerja sama negara-negara berkembang harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Manfaat tersebut mencakup ketahanan pangan, pertumbuhan industri, kemajuan teknologi, penciptaan lapangan kerja, serta ketahanan nasional yang semakin kuat.

Terdapat keselarasan yang cukup besar antara pandangan Indonesia dan sejumlah gagasan yang disampaikan Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan tersebut. Xi mendorong kerja sama yang lebih kuat dalam sektor industri dan rantai pasok, termasuk melalui pengembangan industri manufaktur berbasis teknologi pintar.

Kesamaan pandangan ini memberikan peluang bagi Indonesia, China, dan negara-negara anggota BRICS lainnya untuk bergerak dari sekadar kesepakatan politik menuju kerja sama yang lebih konkret.

Mengubah Kekayaan Sumber Daya Menjadi Nilai Tambah

Indonesia memiliki sumber daya alam melimpah, pasar domestik yang besar, jumlah penduduk usia produktif, serta posisi strategis yang menghubungkan kawasan Samudra Hindia dan Pasifik.

Namun, kekayaan sumber daya saja tidak otomatis menjamin kemakmuran. Salah satu tantangan utama yang dihadapi banyak negara berkembang adalah lemahnya posisi mereka dalam rantai nilai global.

Dalam sejarahnya, negara-negara yang kaya sumber daya lebih banyak mengekspor bahan mentah atau barang setengah jadi. Sementara itu, sebagian besar kegiatan yang memiliki nilai tambah tinggi, seperti pengembangan teknologi, manufaktur maju, kepemilikan kekayaan intelektual, dan produksi industri bernilai tinggi, justru dilakukan di negara lain.

Indonesia ingin mengubah struktur tersebut. Tujuannya bukan sekadar meningkatkan ekspor komoditas, melainkan menciptakan nilai tambah yang lebih besar di dalam negeri.

Kerja sama BRICS dapat mempercepat transformasi tersebut. Jaringan industri BRICS yang kuat dapat memanfaatkan berbagai keunggulan negara anggotanya, mulai dari sumber daya alam, kemampuan manufaktur, teknologi, modal, energi, pangan, logistik, hingga pasar konsumen yang besar.

China memiliki pengalaman luas dalam industrialisasi, pembangunan infrastruktur, manufaktur, dan pengembangan teknologi maju. Sementara itu, Indonesia merupakan salah satu kekuatan ekonomi terbesar di Asia dengan potensi besar dalam sektor mineral, energi, pertanian, industri maritim, manufaktur, dan ekonomi digital.

Kedua negara memiliki potensi untuk saling melengkapi.

Pertanyaan pentingnya adalah apakah kerja sama tersebut mampu melahirkan kemampuan industri yang lebih mendalam. Bisakah usaha mikro, kecil, dan menengah Indonesia menjadi pemasok dalam jaringan produksi regional dan BRICS? Bisakah kerja sama mineral kritis diperluas ke industri bahan baku maju, baterai, kendaraan listrik, serta sektor bernilai tambah tinggi lainnya?

Jawaban atas pertanyaan tersebut akan menentukan apakah kerja sama rantai pasok benar-benar menghasilkan pembangunan yang berkelanjutan.

Peluang Mengembangkan Pabrik Pintar

Gagasan yang disampaikan Xi Jinping di New Delhi membuat pembahasan ini semakin relevan. China menyatakan kesiapan membantu negara-negara BRICS membangun pabrik pintar dan meningkatkan standar manufaktur.

Peluang tersebut harus dimanfaatkan dengan baik. Pabrik pintar bukan sekadar bangunan yang dipenuhi mesin. Konsep ini merupakan perpaduan antara otomatisasi, kecerdasan buatan, sistem digital, tenaga kerja terampil, dan manajemen modern.

Kerja sama teknologi hanya akan berkelanjutan apabila para insinyur memahami teknologi tersebut, perguruan tinggi ikut mengajarkannya, perusahaan dalam negeri terlibat dalam pemeliharaan dan pengembangannya, serta generasi mendatang mampu menciptakan inovasi sendiri.

Dalam konteks inilah, usulan Xi mengenai pembentukan aliansi pengembangan insinyur BRICS menjadi sangat relevan. Pabrik dan sumber daya manusia harus tumbuh secara bersamaan.

Presiden Prabowo berulang kali menegaskan bahwa ketahanan nasional merupakan fondasi pembangunan Indonesia. Ketahanan tidak berarti menutup diri dari dunia internasional.

Ketahanan berarti memastikan suatu negara memiliki kapasitas produksi yang cukup untuk menghadapi berbagai gangguan, tetapi tetap terhubung dengan pasar internasional.

Diversifikasi bukan hanya strategi ekonomi, tetapi juga bagian dari keamanan nasional dan internasional. BRICS, yang mewakili sejumlah produsen dan konsumen utama dunia, memiliki peluang besar untuk berkontribusi terhadap diversifikasi tersebut.

Menjaga Otonomi Strategis Indonesia

Prinsip penting lainnya adalah bahwa peningkatan kerja sama ekonomi dalam BRICS tidak mengharuskan Indonesia menjauh dari negara-negara mitra lainnya.

Otonomi strategis memungkinkan Indonesia bekerja sama dengan China tanpa harus bergantung kepadanya. Indonesia juga dapat menjalin hubungan dengan Rusia tanpa meninggalkan Eropa, serta memperkuat BRICS sambil tetap menjaga hubungan penting dengan mitra lainnya.

Pendekatan tersebut bukanlah sikap yang ambigu. Sikap ini merupakan bagian dari pendekatan Indonesia dalam hubungan internasional yang telah berlangsung sejak lama.

Di tengah dunia yang semakin terfragmentasi, negara-negara Global South tidak boleh dipaksa memilih di antara blok-blok geopolitik yang saling bersaing. Mereka harus memiliki kebebasan untuk bekerja sama di mana pun, selama kerja sama tersebut mendukung perdamaian, pembangunan, dan kemakmuran nasional.

Peluang penting kini berada di depan mata. China akan memegang kepemimpinan BRICS pada 2027 dan menjadi tuan rumah KTT BRICS ke-19.

Artinya, gagasan-gagasan yang dibahas di New Delhi tidak boleh berhenti sebagai cita-cita. Jangka waktu antara pertemuan New Delhi pada 2026 dan kepemimpinan China di BRICS pada 2027 dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan melaksanakan proyek-proyek nyata.

Selama ini, pembicaraan mengenai Global South lebih banyak berfokus pada berbagai kekurangan yang dihadapi negara-negara berkembang. BRICS dapat mengubah arah pembicaraan tersebut dengan menonjolkan berbagai kekuatan yang dimiliki Global South, seperti sumber daya alam, pasar, sumber daya manusia, kreativitas, dan kemampuan teknologi.

Prinsip dasarnya harus jelas. Kerja sama industri harus menghasilkan keuntungan bersama, transfer pengetahuan dan teknologi, peningkatan nilai tambah di dalam negeri, serta pembangunan berkelanjutan.

Jika ambisi industrialisasi Indonesia, kemampuan manufaktur dan teknologi China, serta keunggulan negara-negara anggota BRICS lainnya dapat dihimpun dalam kerangka kerja yang saling menguntungkan, maka pertemuan New Delhi kelak dapat dikenang sebagai momentum ketika Global South tidak hanya menyatukan suara politiknya, tetapi juga mulai membangun kekuatan produksinya.

  • Penulis: Maryam Chalisa

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakil Rektor IV UMI Serahkan SK Penerima Amanah Kepala UPT Pengembangan Karakter dan Dakwah

    Wakil Rektor IV UMI Serahkan SK Penerima Amanah Kepala UPT Pengembangan Karakter dan Dakwah

    • 0Komentar

    Wakil Rektor IV Universitas Muslim Indonesia (UMI), Dr.KH.Muhammad Ishaq Samad, MA atas nama Rektor UMI menyerahkan Surat Keputusan (SK) Penerima Amanah Kepala UPT Pengembangan Karakter dan Dakwah (PKD) UMI Dr.H.Andi Darmawangsa, MA pada Rabu, 20 Mei 2026 pukul 09.30 WITA di Aula Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, MA. Penyerahan SK tersebut merupakan bagian dari upaya […]

  • Masuk 114 Nasional, Universitas Muslim Indonesia Jadi PTS Nomor 1 di Makassar

    Masuk 114 Nasional, Universitas Muslim Indonesia Jadi PTS Nomor 1 di Makassar

    • 0Komentar

    Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali mencatatkan capaian dalam pemeringkatan EduRank sebagai salah satu perguruan tinggi swasta di Makassar. UMI berada di posisi 114 nasional, peringkat 2.999 di Asia, serta menempati urutan keempat di tingkat kota. Di Makassar, tiga besar masih ditempati perguruan tinggi negeri, yakni Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Makassar, dan UIN Alauddin Makassar. UMI […]

  • Evaluasi Lima Perda Bangka Tengah, Kanwil Kemenkum Babel Berikan Rekomendasi Penguatan Regulasi Daerah

    Evaluasi Lima Perda Bangka Tengah, Kanwil Kemenkum Babel Berikan Rekomendasi Penguatan Regulasi Daerah

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan koordinasi penyampaian hasil Analisis dan Evaluasi (Anev) Peraturan Daerah Tahun 2026 kepada Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Rabu (22/7/2026), bertempat di Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka Tengah. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan hukum di daerah dalam rangka memastikan regulasi yang berlaku tetap harmonis, efektif, dan sesuai […]

  • Instagram Bikin Fitur Yang Batasi Interaksi Akun Dewasa

    Instagram Bikin Fitur Yang Batasi Interaksi Akun Dewasa

    • 0Komentar

    Instagram dikabarkan akan merilis sebuah alat baru yang ditujukan untuk memberikan perlindungan pada orang-orang tertentu. Salah satu alat baru itu akan mencegah akun Instagram orang dewasa untuk menghubungi atau mengirimkan pesan kepada akun lain berusia di bawah 18 tahun yang tidak diikuti. Alat lainnya akan memberikan peringatan kepada akun di bawah 18 tahun tentang perilaku […]

  • PATSI UMI Jejaki Kerja Sama Pemagangan Fresh Graduate dengan PT Energy Equity Epic

    PATSI UMI Jejaki Kerja Sama Pemagangan Fresh Graduate dengan PT Energy Equity Epic

    • 0Komentar

    Persatuan Alumni Teknik Sipil Indonesia Universitas Muslim Indonesia (PATSI UMI) terus membuka peluang bagi alumni muda untuk memperoleh pengalaman profesional melalui program pemagangan di dunia industri. Dalam upaya tersebut, Ketua Umum PATSI UMI, Dr. Mahmud melakukan pertemuan dengan Farid Gappar, Branch Manager PT Energy Equity Epic (PT EEE) Kontraktor pengelolah gas Sengkang Wajo di Tower […]

  • Tim Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum Tinjau Layanan Posbankum Sinar Bulan dalam Desk Evaluasi ZI WBBM

    Tim Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum Tinjau Layanan Posbankum Sinar Bulan dalam Desk Evaluasi ZI WBBM

    • 0Komentar

    Dalam rangka pelaksanaan Desk Evaluasi Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (ZI WBBM), Tim Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum melaksanakan kunjungan langsung ke Pos Bantuan Hukum (Posbankum) Kelurahan Sinar Bulan, Kecamatan Bukit Intan, pada Rabu (22/4). Kegiatan ini dipimpin oleh Auditor Madya, Titut Sulistyaningsih, bersama tim auditor lainnya, serta didampingi oleh Kepala Kantor Wilayah […]

expand_less