Trump Isyaratkan Kuba Jadi Target Berikutnya Usai Perang Iran
- account_circle Jim Geovedi
- calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
- print Cetak

Trump Isyaratkan Kuba Jadi Target Berikutnya Usai Perang Iran
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan pernyataan kontroversial terkait kebijakan luar negeri negaranya. Di tengah konflik yang masih berlangsung dengan Iran, Trump memberi sinyal bahwa Kuba bisa menjadi target kebijakan berikutnya setelah perang tersebut selesai.
Pernyataan itu disampaikan Trump saat menerima kunjungan tim sepak bola Inter Miami CF, juara Major League Soccer 2025, di Gedung Putih pada Kamis (5/3). Dalam kesempatan tersebut, Trump mengatakan pemerintahannya ingin menuntaskan konflik dengan Iran terlebih dahulu sebelum beralih ke agenda lain, termasuk Kuba.
“Kami ingin menyelesaikan yang ini terlebih dahulu (perang Iran), tetapi itu hanya masalah waktu sebelum banyak orang akan kembali ke Kuba,” kata Trump.
Trump juga memuji kinerja Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, yang menurutnya telah melakukan “pekerjaan fantastis” terkait kebijakan Amerika terhadap Kuba. Pemerintah AS saat ini memang telah memperketat sanksi ekonomi terhadap negara Karibia tersebut untuk menekan pemerintah komunis di Havana.
Pernyataan Trump itu memunculkan spekulasi bahwa Washington tengah mempertimbangkan langkah besar lain dalam kebijakan luar negeri setelah eskalasi konflik di Timur Tengah. Sejumlah analis menilai komentar tersebut bisa merujuk pada berbagai opsi, mulai dari tekanan ekonomi yang lebih kuat hingga kemungkinan intervensi politik di Kuba.
Trump Banggakan Kekuatan Militer AS
Isyarat soal Kuba juga muncul setelah Trump membanggakan operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan sekutunya terhadap Iran. Ia menyatakan bahwa militer AS mampu “menghancurkan musuh sepenuhnya” ketika digunakan dalam konflik internasional.
Trump bahkan menegaskan bahwa kekuatan militer AS telah dibangun kembali sejak masa jabatan pertamanya, dan menurutnya penggunaan kekuatan tersebut terbukti efektif dalam berbagai operasi global.
Sebelumnya, kebijakan luar negeri Trump juga menimbulkan kontroversi setelah operasi militer Amerika Serikat di Venezuela pada awal tahun ini yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Langkah tersebut kemudian berdampak pada terhentinya pasokan minyak Venezuela ke Kuba, yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi negara tersebut.
Situasi ini memperparah krisis ekonomi di Kuba yang sudah dilanda kekurangan bahan bakar, pemadaman listrik, serta kelangkaan pangan.
- Penulis: Jim Geovedi

