Breaking News
light_mode

Seni Menjemput Ampunan

  • account_circle Maryam Chalisa
  • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
  • print Cetak

Oleh: Prof. Dr. H. Nurhidayat M. Said, M.A (Ketua Lembaga Dakwah IMMIM (LADIM)

Dalam kehidupan manusia, dosa sering kali dipahami sebagai noda yang menempel pada perjalanan jiwa. Ia hadir dari kelemahan, kelalaian, dan keterbatasan manusia sebagai makhluk. Namun dalam pandangan spiritual, dosa bukan hanya tentang kesalahan, tetapi juga tentang kesempatan untuk kembali. Di situlah ampunan menjadi cahaya yang selalu menunggu untuk dijemput oleh hati yang rindu kepada Tuhan.

Ampunan bukanlah sesuatu yang jatuh begitu saja tanpa usaha. Ia seperti pintu yang selalu terbuka, tetapi manusia tetap harus berjalan mendekatinya. Dalam bahasa para sufi, menjemput ampunan adalah sebuah seni batin, seni merendahkan diri, seni mengakui kesalahan, dan seni kembali kepada Tuhan dengan hati yang jujur.

Seni ini dimulai dari kesadaran bahwa manusia bukan makhluk yang sempurna. Kesombongan sering kali membuat manusia merasa benar, padahal di balik keangkuhan itu tersimpan banyak kesalahan yang tidak disadari. Ketika kesadaran akan kelemahan itu muncul, di situlah langkah pertama menuju ampunan dimulai.

Para arif menyebut keadaan ini sebagai inkisar al-qalb, yaitu hati yang retak oleh penyesalan. Retakan itu bukanlah kehancuran, melainkan celah tempat cahaya rahmat Tuhan masuk. Hati yang pernah pecah karena penyesalan sering kali justru menjadi lebih lembut dan lebih dekat kepada-Nya.

Ramadhan menjadi ruang yang sangat istimewa untuk menjemput ampunan itu. Waktu seakan dipenuhi oleh suasana rahmat yang lebih luas dari biasanya. Doa terasa lebih mudah mengalir, air mata lebih mudah jatuh, dan hati lebih mudah tunduk di hadapan kebesaran Tuhan.

Dalam tasawuf, ampunan tidak hanya berarti dihapusnya dosa, tetapi juga dibersihkannya hati dari bekas-bekas dosa itu. Sebab dosa bukan sekadar perbuatan, tetapi juga jejak yang tertinggal dalam jiwa manusia. Ketika Allah mengampuni, bukan hanya kesalahannya yang dihapus, tetapi juga jiwanya dipulihkan.

Seni menjemput ampunan juga memerlukan keberanian untuk jujur kepada diri sendiri. Banyak manusia yang mampu mengakui kesalahan orang lain, tetapi sulit mengakui kesalahannya sendiri. Padahal kejujuran kepada diri sendiri adalah pintu pertama menuju kejujuran kepada Tuhan.

Seorang sufi pernah berkata bahwa dosa yang disadari dengan penyesalan lebih dekat kepada rahmat Allah daripada amal yang dilakukan dengan kesombongan. Karena kesombongan menutup pintu hati, sementara penyesalan justru membukanya.

Pada malam-malam yang sunyi, ketika manusia berdiri dalam doa dan istighfar, sebenarnya ia sedang mempraktikkan seni tertinggi dalam kehidupan spiritual: kembali kepada Tuhan. Di saat itulah manusia menyadari bahwa ia tidak memiliki tempat kembali selain kepada-Nya.

Ampunan Allah pada hakikatnya lebih luas daripada dosa manusia. Lautan rahmat-Nya tidak pernah kering oleh kesalahan hamba-hamba-Nya. Justru sering kali manusia yang merasa terlalu jauh dari ampunan, padahal pintu itu selalu terbuka tanpa pernah ditutup.

Karena itu, seni menjemput ampunan bukanlah tentang siapa yang paling sedikit dosanya, tetapi siapa yang paling tulus kembali kepada Tuhan. Banyak manusia yang hidup dengan dosa, tetapi sedikit yang benar-benar pulang dengan penyesalan yang jujur.

Pada akhirnya, menjemput ampunan adalah perjalanan pulang seorang hamba kepada Tuhannya. Dan mungkin di situlah keindahan terbesar kehidupan: bahwa betapapun jauh manusia tersesat, selalu ada jalan kembali yang diterangi oleh cahaya ampunan Allah.

  • Penulis: Maryam Chalisa

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kanwil Kemenkum Babel dan DPRD Bahas Harmonisasi Ranperda Penyelenggaraan Ketenagakerjaan

    Kanwil Kemenkum Babel dan DPRD Bahas Harmonisasi Ranperda Penyelenggaraan Ketenagakerjaan

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung melalui Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum (P3H) bersama Badan Pembentukan Peraturan Daerah (BAPEMPERDA) DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan Rapat Harmonisasi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan Peraturan Daerah Penyelenggaraan Ketenagakerjaan, Kamis (24/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat BAPEMPERDA DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut dihadiri […]

  • Basnang Said: Kader PMII Harus Berdampak

    Basnang Said: Kader PMII Harus Berdampak

    • 0Komentar

    Kegiatan Halal Bi Halal dalam rangka Hari Lahir Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Ikatan Alumni PMII (PB IKA PMII) berlangsung hangat, penuh keakraban, dan sarat semangat kebersamaan. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca-Idulfitri, tetapi juga ruang refleksi atas peran strategis kader dan alumni PMII dalam menjawab tantangan kebangsaan. […]

  • Kanwil Kemenkum Babel Bersama Bapperida Pangkalpinang Dorong Nanas Tua Tunu Menuju IG

    Kanwil Kemenkum Babel Bersama Bapperida Pangkalpinang Dorong Nanas Tua Tunu Menuju IG

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung terus mendorong pengembangan dan pelindungan kekayaan intelektual berbasis potensi unggulan daerah. Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Pangkalpinang untuk menggali potensi Indikasi Geografis Nanas Tua Tunu, sekaligus memperkuat peran Sentra Kekayaan Intelektual Kota Pangkalpinang. Koordinasi tersebut dilaksanakan oleh Kepala […]

  • Terobosan Baru, Tazkiyah Tour Bagikan Nilai Manfaat Dana Haji ke Jemaah

    Terobosan Baru, Tazkiyah Tour Bagikan Nilai Manfaat Dana Haji ke Jemaah

    • 0Komentar

    PT Tazkiyah Global Mandiri atau Tazkiyah Tour membuat terobosan baru dalam dunia jasa perjalanan ibadah haji. Tazkiyah Tour memberi dana nilai manfaat bagi para jemaah hajinya. Nilainya bervariasi, antara USD400-USD700 atau berkisar Rp7 juta sampai Rp12 juta per orang. Besaran nilai manfaat bergantung lama masa tunggu calon jemaah haji. Presiden Direktur Tazkiyah Tour, Ahmad Yani […]

  • Kemenkum Sumsel Gencarkan Sosialisasi Perseroan Perorangan di Prabumulih

    Kemenkum Sumsel Gencarkan Sosialisasi Perseroan Perorangan di Prabumulih

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan melalui Divisi Pelayanan Hukum mendorong penguatan legalitas pelaku usaha mikro dan kecil melalui kegiatan koordinasi dan sosialisasi layanan Perseroan Perorangan di Kota Prabumulih. Kegiatan yang dilaksanakan Tim Pelayanan AHU pada Dinas Koperasi dan UKM serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan jajaran perangkat daerah, di antaranya Kepala Bidang UMK Dinas Koperasi […]

  • Prof. Hambali Thalib Kunjungi Kampus yang Pernah Dipimpin Xi Jinping, UMI Menyusuri Jejak Kepemimpinan dan Masa Depan Pendidikan Dunia

    Prof. Hambali Thalib Kunjungi Kampus yang Pernah Dipimpin Xi Jinping, UMI Menyusuri Jejak Kepemimpinan dan Masa Depan Pendidikan Dunia

    • 0Komentar

    Di tengah hangatnya perhatian dunia terhadap dinamika geopolitik global dan berbagai pertemuan penting para pemimpin dunia, delegasi Universitas Muslim Indonesia (UMI) menghadirkan langkah yang berbeda namun penuh makna: menyusuri jejak kepemimpinan dan peradaban pendidikan di Minjiang University, kampus yang pernah dipimpin Presiden Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Xi Jinping, saat menjabat sebagai Rektor Kehormatan dan pemimpin […]

expand_less