Prof. Hambali Thalib Kunjungi Kampus yang Pernah Dipimpin Xi Jinping, UMI Menyusuri Jejak Kepemimpinan dan Masa Depan Pendidikan Dunia
- account_circle Maryam Chalisa
- calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
- print Cetak

Di tengah hangatnya perhatian dunia terhadap dinamika geopolitik global dan berbagai pertemuan penting para pemimpin dunia, delegasi Universitas Muslim Indonesia (UMI) menghadirkan langkah yang berbeda namun penuh makna: menyusuri jejak kepemimpinan dan peradaban pendidikan di Minjiang University, kampus yang pernah dipimpin Presiden Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Xi Jinping, saat menjabat sebagai Rektor Kehormatan dan pemimpin pengembangan kampus tersebut pada periode awal 1990-an.
Kunjungan delegasi UMI yang dipimpin langsung Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., bersama jajaran Yayasan Wakaf UMI dan pimpinan universitas, berlangsung dalam suasana hangat, penuh penghormatan, sekaligus menghadirkan rasa kagum terhadap perjalanan besar sebuah institusi pendidikan yang pernah menjadi bagian dari jejak kepemimpinan salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia saat ini.
Bagi UMI, kunjungan ini bukan sekadar agenda kerja sama akademik biasa. Lebih dari itu, perjalanan tersebut menjadi ruang pembelajaran tentang bagaimana sebuah kampus mampu membangun budaya ilmu, disiplin, inovasi, dan visi jangka panjang hingga melahirkan pemimpin besar dunia.
Rektor UMI, Prof. Hambali Thalib, menyampaikan bahwa ada energi inspiratif yang sangat terasa ketika berada di lingkungan kampus yang pernah menjadi bagian dari perjalanan kepemimpinan Xi Jinping.
“Kami tidak hanya melihat gedung dan fasilitas kampus, tetapi juga melihat bagaimana pendidikan dapat membentuk peradaban dan melahirkan pemimpin dunia. Ada pesan besar yang kami rasakan di tempat ini, bahwa kampus harus memiliki visi panjang dalam membangun manusia dan masa depan,” ujarnya.
Dalam suasana santai penuh keakraban, Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI, Prof. Dr. H. Mansyur Ramly, bahkan sempat melontarkan candaan ringan yang disambut hangat delegasi UMI dan pihak Minjiang University.
“Kalau kampus ini pernah dipimpin Xi Jinping lalu melahirkan Presiden Tiongkok, siapa tahu dari UMI nanti juga lahir pemimpin besar dunia,” ujarnya sambil tersenyum.
Candaan tersebut langsung disambut tawa hangat seluruh rombongan, namun di balik suasana ringan itu tersimpan optimisme besar tentang masa depan pendidikan dan generasi muda UMI.
Menurut Prof. Mansyur Ramly, kampus besar bukan hanya dikenal karena bangunannya, tetapi karena kemampuannya membangun karakter, disiplin, budaya berpikir, dan keberanian melahirkan gagasan besar.
“Pemimpin besar lahir dari kampus yang memiliki mimpi besar. Karena itu UMI juga harus terus bergerak membangun tradisi ilmu, inovasi, dan kepemimpinan global,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, M.A., menyampaikan bahwa kunjungan ini memberi inspirasi penting bagi perjalanan UMI menuju kampus masa depan.
“Terkadang sebuah kampus tidak langsung dikenal karena teknologinya, tetapi karena nilai, budaya, dan manusia-manusia besar yang pernah lahir atau tumbuh di dalamnya. Dan itu yang membuat sebuah universitas memiliki ruh peradaban,” ungkapnya.
Delegasi UMI juga diajak melihat berbagai pusat pengembangan teknologi, ruang pembelajaran modern, serta ekosistem smart campus yang dikembangkan Minjiang University sebagai bagian dari transformasi pendidikan tinggi berbasis digital di Cina.
Bagi UMI, pengalaman tersebut semakin memperkuat keyakinan bahwa perguruan tinggi masa depan harus mampu memadukan kekuatan ilmu pengetahuan, teknologi, karakter, dan jejaring global secara bersamaan.
Kunjungan ini sekaligus mempertegas bahwa langkah internasionalisasi UMI bukan hanya sekadar membangun kerja sama formal, tetapi juga menghadirkan pengalaman intelektual dan inspirasi kepemimpinan yang dapat memperkaya arah pengembangan universitas ke depan.
Di tengah perjalanan global yang terus berubah, UMI ingin memastikan bahwa mahasiswa dan generasi mudanya tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga belajar dari jejak sejarah, kepemimpinan, dan peradaban dunia.
Karena kadang, masa depan besar sebuah kampus dimulai dari keberanian untuk belajar langsung dari jejak langkah pemimpin dunia. Karena UMI adalah Kampus Ilmu dan Ibadah, Kampus Perjuangan dan Pengabdian, Kampus Bereputasi dan Berdampak.
- Penulis: Maryam Chalisa

