Breaking News
light_mode

“Dicari” Lailatul Qadr

  • account_circle Maryam Chalisa
  • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
  • print Cetak


Oleh: Muhaemin Latif (Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Alauddin Makassar)

10 malam terakhir bulan Ramadhan adalah momentum yang paling ditunggu bagi umat Islam, khususnya bagi orang-orang yang berpuasa ramadhan. Momen ini sebagaimana diverbalisasi dalam pesan-pesan profetik Nabi Muhammad saw sebagai masa turunnya lailatul qadr. Misalnya, hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad saw mengatakan “carilah malam-malam lailatul qadr pada malam-malam ganjil sepuluh terakhir Ramadhan”. Selain hadis, distingsi dan rahasia lailatul qadr juga diabadikan dalam QS al-Qadr ayat 1-5. Titah suci Tuhan tersebut menyebutkan bahwa malam lailatul qadr diyakini sebagai malam yang hikmahnya lebih baik dari seribu bulan (sekitar 83 tahun). Malam dimana para malaikat akan turun membawa hikmah kemuliaan kepada orang-orang mukmin yang spesial.

Kesadaran atas distingsi lailatul qadr tersebut membuat sebagian umat Islam berlomba-lomba i’tikaf di masjid. I’tikaf sendiri,menurut Imam Nawawi dalam kitab al-Majmu’, berarti berdiam diri di masjid untuk mendekatkan diri kepada Allah swt, terutama pada sepuluh terakhir bulan Ramadhan. Animo umat Islam yang luar biasa terhadap lailatul qadr dapat dilihat dengan ramainya jamaah di masjid-masjid besar untuk beri’tikaf. Bahkan biasanya banyak yang datang dari berbagai daerah bersama dengan keluarganya, membawa bekal sendiri, secara khusus untuk melakukan I’tikaf.

Para “pencari” lailatul qadr tersebut semakin ramai dan begitu antusias untuk beri’tikaf terutama pada malam-malam ganjil sepuluh terakhir Ramadhan, entah ganjilnya versi pemerintah atau Muhammadiyah. Semuanya berbaur di satu masjid, berdiam, berzikir, serta mengerjakan amalan-amalan ibadah lainnya. Tentu tidak lain muaranya untuk mencari dan berharap mendapatkan berkah malam lailatul qadr. Fenomena ini boleh jadi salah satu indikasi bahwa umat Islam semakin sadar atas berbagai narasi positif di balik keagungan lailatul qadr.

Terlepas dari antusiasme umat Islam untuk “mencari” lailatul qadr pada malam-malam ganjil, lailatul qadr tetap menjadi rahasia Tuhan. Tidak ada yang mengetahui secara persis kapan lailatul qadr itu turun dan di masjid mana. Pesan-pesan Nabi Muhammad saw hanya menyampaikan clue (isyarat) saja yaitu pada malam-malam ganjil sepuluh terakhir Ramadhan. Bagi penulis, angka-angka ganjil tersebut tidak hanya terbatas pada ranah statistik, tetapi lailatul qadr jauh melampaui angka-angka tersebut. Ia tidak bisa diukur dengan angka, ia adalah tafsir simbolis untuk menuju kepada hakikat lailatul qadr. Para “pencari” lailatul qadr sejatinya tidak terjebak kepada angka-angka, tetapi mampu menangkap rahasia-rahasia dibalik angka. Lailatul qadr adalah simbol pengalaman spiritual dan kedekatan kepada Tuhan yang tidak lagi tersandera oleh angka-angka.

Sesungguhnya, lailatul qadr tidak jauh dari diri kita, ia hadir dan mencari orang-orang yang beribadah pada bulan suci Ramadhan secara Ikhlas. Beribadah tanpa butuh emoji positif dan stiker jempol. Ibadahnya murni lahir dari kecintaannya kepada Tuhan tanpa embel-embel. Lailatul qadr akan mencari orang-orang yang berpuasa tidak hanya secara lahir, tetapi batinnya pun ikut berpuasa. Puasa yang tidak hanya menahan secara fisik tetapi mampu melahirkan rasa cinta dalam dirinya, jauh dari sifat dengki, dendam dan benci terhadap sesama manusia.

Lailatul qadr akan mencari orang-orang yang bersedekah baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Orang-orang yang bersedekah tidak hanya pada saat bulan Ramadhan, tetapi sedekahnya adalah tradisi yang hidup secara terus menerus dalam dirinya. Namun pada saat bulan Ramadhan, gairah bersedekahnya mengalami peningkatan yang signifikan. Sedekah orang-orang yang dicari lailatul qadr adalah rahasia, rahasia antara dirinya dengan Tuhan, ia tidak butuh rekognisi publik baik dalam bentuk piagam atau sertifikat penghargaan.

Lailatul qadr akan mencari orang-orang yang tidak hanya berzikir dan berdoa pada malam-malam ganjil sepuluh terakhir bulan Ramadhan. Ia akan bersama dengan orang-orang yang tidak pernah lepas dari zikir dan doa sepanjang hidupnya dimanapun dia berada. Lailatul qadr akan mencari orang-orang saleh secara individu tetapi saleh secara sosial. Kesalehannya terpancar dari kesederhanaannya dalam melakoni kehidupannya, tidak pernah menyombongkan diri terhadap apa yang dimilikinya. Baginya, gelar, jabatan dan kekayaan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan di depan Sang Maha Pencipta.

Lailatul qadr akan mencari orang-orang yang tidak pernah mengecewakan dan menyakiti hati orang tuanya. Kebahagiaannya adalah kebahagiaan orang tuanya. Bukankah ridha Tuhan sangat bergantung kepada ridha kepada kedua orang tua. Pada akhirnya, mari kita hidupkan malam-malam terakhir bulan suci Ramadhan dengan sebenar-benarnya berdoa, berdoa karena kepasrahan dan ketundukan sebagai hamba. Semoga kita semua termasuk golongan orang-orang yang “dicari” oleh lailatul qadr. (*)

  • Penulis: Maryam Chalisa

Rekomendasi Untuk Anda

  • 1 Agustus di Monas Ada Zikir dan Doa Kebangsaan, Terbuka untuk Umum

    1 Agustus di Monas Ada Zikir dan Doa Kebangsaan, Terbuka untuk Umum

    • 0Komentar

    Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak masyarakat, khususnya di wilayah Jabodetabek, untuk menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan yang akan digelar di Lapangan Monas, Jakarta, pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Salah satu rangkaian utamanya adalah Selawat Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf. “Mari kita sambut Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan […]

  • Kanwil Kemenkum Babel Fasilitasi Penyerahan 8 Sertifikat Merek Kolektif KDMP dan Dorong Perlindungan Produk Kerajinan Belitung Timur

    Kanwil Kemenkum Babel Fasilitasi Penyerahan 8 Sertifikat Merek Kolektif KDMP dan Dorong Perlindungan Produk Kerajinan Belitung Timur

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung terus memperkuat komitmen dalam memberikan perlindungan hukum terhadap produk unggulan daerah melalui Kekayaan Intelektual (KI). Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Koordinasi Merek Kolektif Kerajinan Tangan sekaligus Penyerahan 8 (delapan) Sertifikat Merek Kolektif Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang dilaksanakan di Kantor Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Kecil dan […]

  • Kakanwil Kemenkum Sumsel Berikan Penghargaan kepada Tiga Pegawai Teladan

    Kakanwil Kemenkum Sumsel Berikan Penghargaan kepada Tiga Pegawai Teladan

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan melaksanakan apel pagi di lingkungan kantor, Selasa (8/9). Apel dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan, Maju Amintas Siburian. Dalam amanatnya, Kakanwil Maju Amintas mengingatkan seluruh jajaran untuk terus meningkatkan disiplin, tanggung jawab, integritas, serta kualitas pengabdian dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara. Menurutnya, setiap pegawai […]

  • Kanwil Kemenkum Babel Perkuat Layanan Posbankum Desa Kelurahan dan Evaluasi Pelaksanaan Bantuan Hukum

    Kanwil Kemenkum Babel Perkuat Layanan Posbankum Desa Kelurahan dan Evaluasi Pelaksanaan Bantuan Hukum

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung terus memperkuat akses keadilan bagi masyarakat melalui koordinasi pelaksanaan layanan Pos Bantuan Hukum (Posbankum) Desa/Kelurahan serta Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pelaksanaan Bantuan Hukum, Rabu (9/9/2026). Kegiatan dilaksanakan di Universitas Bangka Belitung dan Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Rusti Justicia dengan melibatkan jajaran Kanwil Kemenkum Babel, Fakultas Hukum […]

  • Kanwil Kemenkum Babel Ikuti Sosialisasi Mekanisme Penilaian IRH 2027, Perkuat Kesiapan Data Dukung Pemerintah Daerah

    Kanwil Kemenkum Babel Ikuti Sosialisasi Mekanisme Penilaian IRH 2027, Perkuat Kesiapan Data Dukung Pemerintah Daerah

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung (Kanwil Kemenkum Babel) mengikuti Sosialisasi Mekanisme Penilaian dan Penyiapan Data Dukung Indeks Reformasi Hukum (IRH) Tahun 2027 bagi Tim Sekretariat Wilayah yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting, Jumat (2/10/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh Tim Sekretariat Nasional IRH Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN), Tim Sekretariat Wilayah Penilaian IRH, […]

  • Menag: Media Harus Jadi Perekat Persatuan dan Penjaga Keseimbangan Informasi

    Menag: Media Harus Jadi Perekat Persatuan dan Penjaga Keseimbangan Informasi

    • 0Komentar

    Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menegaskan pentingnya peran media massa dalam menjaga persatuan bangsa di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan media sosial. Hal itu disampaikannya dalam bincang-bincang bersama sejumlah media di Makassar yang turut dihadiri Ketua PWI Sulawesi Selatan terpilih, Suwardi Thahir, Ahad (14/6/2026). Kegiatan tersebut juga dihadiri Direktur Utama Harian Fajar Faisal Palapa, […]

expand_less