Breaking News
light_mode

Ramadhan, Toleransi dan Motivasi

  • account_circle Maryam Chalisa
  • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
  • print Cetak

Oleh: Dr. KH. Masrur Makmur La Tanro
Ketua MUI Provinsi Bali/Presidium IAPIM/ Ketua ISMI Bali

Setiap tahun, kita memasuki “madrasah” Ramadhan sebagai proses pemurnian jiwa. Namun, seringkali kita terjebak pada ritual fisik semata, menahan lapar dan haus tanpa menyentuh esensi terdalamnya: sebuah perjuangan untuk menyeimbangkan hidup (balancing of life) antara kebutuhan materi dan kekayaan spiritual.

Ramadhan: Medan Perang Melawan Diri Sendiri

Dalam strategi perang klasik, Sun Tzu mengenal pepatah “Know Your Enemy”. Di bulan suci ini, musuh terbesar bukanlah pihak luar, melainkan hawa nafsu yang bersemayam dalam diri. Setidaknya ada tiga potensi destruktif yang harus kita jinakkan: Nafsu Bahimaton (sifat kehewanan yang menghalalkan segala cara), Nafsu Sabuiyyaton (sifat kebuasan dan amarah), serta Nafsu Syaitoniyyah (kerakusan yang tak pernah merasa cukup).

Jika proses ini berhasil, kita tidak hanya sekadar menahan lapar, tetapi melahirkan kembali fitrah Al-Hanifiyah As-Samhah—sebuah karakter yang lurus, welas asih, dan visioner. Ramadhan adalah purgatorio (pemurnian) yang mengantarkan kita dari pribadi yang ego sentris menuju pribadi sosio sentris yang peka terhadap sesama.

Toleransi: Menemukan Keindahan dalam Perbedaan

Keberhasilan spiritual seseorang tercermin dari caranya memandang perbedaan. Sebagai makhluk sosial, interaksi antarmanusia tak jarang memicu gesekan. Namun, Islam mengajarkan moderasi dan keterbukaan terhadap keragaman keyakinan.

Seperti halnya bunga Tulip di Belanda yang menyatu untuk memperindah alam, demikian pula perbedaan di antara manusia seharusnya menjadi kekuatan untuk membangun peradaban. Salah satu manifestasi tertinggi dari toleransi adalah “Kekuatan Memaafkan”. Mereka yang sulit memaafkan seringkali terjebak dalam depresi dan sulit menemukan ketenangan jiwa. Sebaliknya, pemaafan melahirkan kesehatan mental dan sistem imun yang lebih kuat.

Motivasi Hidup: Antara ‘Memiliki’ dan ‘Menjadi’
Di era modern yang didominasi materialisme, banyak manusia terjebak dalam modus having (memiliki)—di mana eksistensi diukur dari kelimpahan materi, kendaraan mewah, atau jabatan mentereng. Padahal, kemasan seringkali mengemuka tanpa substansi; mobil mewah seringkali lebih dinikmati oleh sopirnya ketimbang pemiliknya.

Erich Fromm menawarkan alternatif: modus being (menjadi). Pribadi yang berada dalam modus being adalah mereka yang lebih mengutamakan aktivitas batin, akal budi, empati, dan sikap saling berbagi. Sukses sejati dan kebahagiaan tidak melulu melekat pada gelar akademis, melainkan pada kualifikasi personal yang jujur, disiplin, dan mampu bergaul dengan siapa saja (get along with people).

Menjadi Pemenang Kehidupan
Sebagai penutup, Pemenang kehidupan adalah mereka yang tetap merasakan ketenteraman di tengah konflik dan tetap rendah hati di tengah keangkuhan. Hidup sukses bersumber dari kejujuran, ketangguhan, dan tanggung jawab.

Mari jadikan setiap momen sebagai kesempatan untuk berbuat baik tanpa pretensi. Jika kita menanam tindakan yang baik, kita akan menuai kebiasaan; dari kebiasaan lahir karakter; dan dari karakterlah takdir kita terbentuk. Tetaplah bersyukur dalam setiap “cuaca” kehidupan, karena pada akhirnya, kita datang tanpa membawa apa-apa dan akan pulang hanya dengan membawa bekal pahala kebaikan.

  • Penulis: Maryam Chalisa

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo Larang Pejabat Gelar Open House Mewah Saat Lebaran 2026

    Prabowo Larang Pejabat Gelar Open House Mewah Saat Lebaran 2026

    • 0Komentar

    Presiden Prabowo Subianto mengingatkan para pejabat pemerintah agar tidak menggelar acara open house secara berlebihan pada perayaan Idul Fitri 2026. Ia meminta kegiatan tersebut dilakukan secara sederhana sebagai bentuk empati kepada masyarakat. Pesan itu disampaikan Prabowo dalam sidang kabinet yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026). Minta pejabat beri contoh ke masyarakat Prabowo menilai […]

  • The Power of Forgiveness

    The Power of Forgiveness

    • 0Komentar

    Oleh: Dr. KH. Masrur Makmur La Tanro (Ketua MUI Provinsi Bali, Presidium IAPIM, dan Ketua ISMI Bali) The weak can never forgive. Forgiveness is an attribute of the strong.  ( Mahatma Gandhi ) Manusia fitri keluar dari ego sentris menuju sosio sentris melahirkan sikap pemaaf dan memaafkan. Purgatory merupakan istilah dalam teologi Kristen yang berarti […]

  • Kemenkum Sumsel Cetak Sertifikat Apostille untuk Dokumen Kerja ke Mancanegara

    Kemenkum Sumsel Cetak Sertifikat Apostille untuk Dokumen Kerja ke Mancanegara

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan terus berkomitmen memberikan pelayanan publik yang cepat, pasti, dan transparan. Melalui Bidang Pelayanan Administrasi Hukum Umum (AHU), Kanwil Kemenkum Sumsel kembali memfasilitasi pencetakan sertifikat Apostille bagi masyarakat yang akan mengurus dokumen perjalanan ke luar negeri. Layanan kali ini diberikan kepada tiga orang pemohon, yakni Mardhiyah, Lukman Hakim, dan Rahmona […]

  • Dr. H. Munawir Sadzali Razak Raih Gelar Doktor Ilmu Administrasi Publik di UNM

    Dr. H. Munawir Sadzali Razak Raih Gelar Doktor Ilmu Administrasi Publik di UNM

    • 0Komentar

    Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVI, Dr. H. Munawir Sadzali Razak, S.IP., M.A., sukses meraih gelar Doktor dalam bidang Ilmu Administrasi Publik setelah mengikuti promosi doktor di Ballroom D Menara Pinisi, Universitas Negeri Makassar (UNM), Jumat (14/8/2026). Raihan gelar doktor tersebut menjadi pencapaian penting dalam perjalanan akademik dan pengabdian Dr. H. Munawir Sadzali […]

  • Internalisasi Nilai Pancasila, Kemenkum Sumsel Perkuat Kompetensi dan Integritas ASN

    Internalisasi Nilai Pancasila, Kemenkum Sumsel Perkuat Kompetensi dan Integritas ASN

    • 0Komentar

    Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan, Nur’Ainun, mengikuti kegiatan Community of Practice bertema “Pancasila sebagai Kompas Moral dan Etika Pengembangan Kompetensi ASN di Bidang Hukum” yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Hukum Kementerian Hukum secara virtual melalui Zoom Meeting (30/6). Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian […]

  • Syukuran Milad ke-22 RM Ayam Bakar Wong Solo Makassar, Karyawan Diganjarkan Rp100 Juta oleh Owner

    Syukuran Milad ke-22 RM Ayam Bakar Wong Solo Makassar, Karyawan Diganjarkan Rp100 Juta oleh Owner

    • 0Komentar

    RM Ayam Bakar Wong Solo Makassar merayakan Milad ke-22 dengan penuh syukur dan apresiasi. Dalam acara tersebut, owner sekaligus Franchisee Wong Solo Makassar, Dr. H. Masrur Makmur La Tanro, memberikan penghargaan senilai Rp100 juta kepada karyawan. Kegiatan syukuran dirangkaikan dengan acara Halal Bihalal Wong Solo Group Sulawesi Selatan. Turut hadir Franchisee Sambal Lalap Makassar Dr. […]

expand_less