Breaking News
light_mode

Ketika “Bumi Mendekati Langit”

  • account_circle Maryam Chalisa
  • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
  • print Cetak

Oleh: Prof. Dr. H. Nurhidayat M. Said, M.A (Ketua Lembaga Dakwah IMMIM (LADIM)

Ada saat-saat tertentu dalam perjalanan waktu ketika jarak antara langit dan bumi terasa begitu tipis. Bukan karena langit turun secara fisik, dan bukan pula bumi yang naik mendekatinya, tetapi karena hati manusia sedang berada pada titik paling peka untuk merasakan kehadiran Tuhan. Pada saat itulah manusia merasakan bahwa doa tidak perlu berteriak terlalu keras untuk sampai ke langit.

Ramadhan, terutama pada malam-malam terakhirnya, sering digambarkan para ulama sebagai waktu ketika langit terasa lebih dekat kepada bumi. Ini bukan sekadar ungkapan puitis, tetapi sebuah kesadaran spiritual bahwa rahmat Ilahi sedang terbuka lebih luas daripada biasanya. Pintu-pintu langit tidak sekadar terbuka, tetapi seolah memanggil manusia untuk mendekat.

Dalam pandangan para sufi, langit bukan hanya ruang kosmik di atas sana, tetapi simbol dari kedalaman rahasia Tuhan. Ketika dikatakan langit mendekat, yang dimaksud sebenarnya adalah terbukanya tirai-tirai yang selama ini menutupi hubungan manusia dengan Tuhannya. Pada saat itu, hati menjadi lebih jernih, dan jiwa lebih mudah menangkap cahaya petunjuk.

Manusia pada hakikatnya hidup di antara dua tarikan: tarikan bumi dan tarikan langit. Bumi menarik manusia pada kebutuhan jasmani, kesibukan dunia, dan kelekatan terhadap materi. Sementara langit memanggil manusia menuju kesucian, keheningan, dan kerinduan kepada Yang Maha Abadi. Ketika langit terasa lebih dekat, panggilan itu menjadi lebih kuat daripada biasanya.

Itulah sebabnya banyak orang merasakan perubahan batin yang sulit dijelaskan pada malam-malam Ramadhan. Ada ketenangan yang tidak biasa, ada air mata yang tiba-tiba jatuh dalam doa, dan ada perasaan kecil di hadapan kebesaran Tuhan. Seakan-akan hati manusia sedang disentuh oleh sesuatu yang tidak terlihat, tetapi sangat nyata dirasakan.

Para arif pernah mengatakan bahwa sebenarnya langit tidak pernah jauh dari bumi. Yang jauh adalah hati manusia dari kesadarannya tentang Tuhan. Ketika hati tertutup oleh kesibukan dunia, langit terasa sangat jauh. Tetapi ketika hati dibersihkan dengan dzikir, doa, dan ibadah, jarak itu seolah lenyap begitu saja.

Pada malam-malam ketika langit terasa lebih dekat, manusia sebenarnya sedang diundang untuk kembali mengenal dirinya sendiri. Sebab dalam tasawuf, mengenal diri adalah pintu untuk mengenal Tuhan. Ketika seseorang menyadari betapa lemahnya dirinya, di situlah ia mulai merasakan betapa dekatnya pertolongan Allah.

Malam yang penuh rahmat itu juga mengajarkan bahwa keheningan memiliki bahasa yang lebih dalam daripada kata-kata. Ketika seorang hamba berdiri dalam shalat di tengah malam, dunia seakan berhenti sejenak. Tidak ada hiruk-pikuk kehidupan, tidak ada sorak sorai ambisi manusia. Yang ada hanya seorang hamba dan Tuhannya.

Pada saat itulah langit tidak hanya terasa dekat, tetapi juga terasa mendengarkan. Setiap doa yang keluar dari hati yang tulus seperti menemukan jalannya sendiri menuju hadirat Ilahi. Bahkan bisikan yang paling lirih pun tidak pernah hilang dalam perjalanan menuju langit.

Namun kedekatan langit dengan bumi tidak selalu bertahan lama. Ia datang sebagai anugerah, tetapi juga sebagai ujian. Apakah manusia akan memanfaatkan kedekatan itu untuk memperbaiki dirinya, atau justru membiarkannya berlalu seperti malam-malam yang lain.

Orang-orang yang bijak tidak menunggu langit benar-benar terasa dekat untuk mengingat Tuhan. Mereka menjadikan setiap waktu sebagai kesempatan untuk mendekatkan diri. Bagi mereka, langit selalu dekat, karena Tuhan tidak pernah jauh dari hamba-Nya.

Akhirnya, ketika manusia merasakan bahwa langit lebih dekat ke bumi, yang sebenarnya sedang terjadi adalah kedekatan hati dengan Tuhan. Dan mungkin di situlah rahasia terbesar kehidupan: bahwa perjalanan manusia bukanlah perjalanan menuju langit yang jauh, melainkan perjalanan pulang menuju Tuhan yang sejak awal selalu dekat.

  • Penulis: Maryam Chalisa

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kanwil Kemenkum Babel Harmonisasikan 1 Ranperda dan 3 Ranperkada Kabupaten Bangka Selatan

    Kanwil Kemenkum Babel Harmonisasikan 1 Ranperda dan 3 Ranperkada Kabupaten Bangka Selatan

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan rapat Pengharmonisasian, Pembulatan, dan Pemantapan Konsepsi terhadap 1 Rancangan Peraturan Daerah dan 3 Rancangan Peraturan Kepala Daerah Kabupaten Bangka Selatan, Kamis (25/06/2026). Kegiatan yang berlangsung di Balai Pengayoman Kanwil Kemenkum Kepulauan Bangka Belitung tersebut dibuka dan dipimpin oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung, Johan […]

  • BPJS Ketenagakerjaan Makassar Gelar Employee Volunteering, Berbagi Takjil di Bulan Ramadan

    BPJS Ketenagakerjaan Makassar Gelar Employee Volunteering, Berbagi Takjil di Bulan Ramadan

    • 0Komentar

    Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan sekaligus menumbuhkan semangat kepedulian sosial, karyawan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Makassar melaksanakan kegiatan Employee Volunteering dengan membagikan takjil kepada masyarakat dan pengguna jalan di depan kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Makassar di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar. Kegiatan berbagi takjil ini dilakukan oleh para karyawan secara langsung kepada pengendara dan masyarakat yang […]

  • Kemenkum Sumsel Berikan Penyuluhan Hukum kepada Guru SD di Palembang

    Kemenkum Sumsel Berikan Penyuluhan Hukum kepada Guru SD di Palembang

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan melalui Pejabat Fungsional Tertentu Penyuluh Hukum melaksanakan kegiatan Penyuluhan Hukum ke Sekolah di SD Islam AZ-ZAHRAH Palembang (30/9). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman hukum sekaligus membangun kesadaran hukum di lingkungan pendidikan. Penyuluhan hukum dilaksanakan berdasarkan permohonan dari SD Islam AZ-ZAHRAH Palembang dan ditindaklanjuti oleh Kepala Divisi […]

  • Sorga Digital

    Sorga Digital

    • 0Komentar

    Oleh: Dr. KH. Masrur Makmur La Tanro (Ketua MUI Provinsi Bali, Presidium IAPIM, dan Ketua ISMI Bali) Puasa dirancang oleh Allah Swt untuk membentuk pribadi yang bertaqwa. Paska  Puasa tereksternalisasi  nilai-nilai yang  visioner, telaten,  dan empati sehingga sukses berselancar pada dunia praktis. Dan In Sya Allah kelak di akhirat mendapat keridhaan Allah Swt berupa ganjaran […]

  • Sinergi Kemenkum Sumsel dan PN Palembang: Perkuat Pengamanan Aset Negara

    Sinergi Kemenkum Sumsel dan PN Palembang: Perkuat Pengamanan Aset Negara

    • 0Komentar

    Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan, Maju Amintas Siburian, melakukan kunjungan koordinasi ke Kantor Pengadilan Negeri (PN) Palembang Kelas 1 A Khusus Palembang (6/1). Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antarinstansi penegak hukum, khususnya dalam hal pengamanan aset negara dan optimalisasi tugas serta fungsi (tusi) kedua lembaga. Dalam kunjungan tersebut, Kakanwil didampingi oleh Kepala […]

  • Kemenkum Sumsel Perkuat Pelindungan KI dan Legalitas UMKM pada Sinkronisasi Pertumbuhan Ekonomi Kota Palembang

    Kemenkum Sumsel Perkuat Pelindungan KI dan Legalitas UMKM pada Sinkronisasi Pertumbuhan Ekonomi Kota Palembang

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan kembali berpartisipasi dalam kegiatan Sinkronisasi Pertumbuhan Ekonomi yang Maju dan Berkeadilan (Pemberdayaan Masyarakat) yang diselenggarakan oleh Bapperida Kota Palembang, Aula Bapperida Kota Palembang (16/7). Kegiatan yang diikuti sekitar 140 peserta ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku UMKM mengenai pentingnya legalitas usaha, pelindungan Kekayaan Intelektual (KI), serta pemanfaatan inovasi guna meningkatkan […]

expand_less