Breaking News
light_mode

Kepemimpinan Perempuan dan Masa Depan Peradaban Digital

  • account_circle Maryam Chalisa
  • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
  • print Cetak

Momentum Pelantikan Direktur Pendidikan Pondok Pesantren Putri Modern IMMIM Minasatene Pangkep

Oleh: Prof. Drs. M. Mukhtasar Syamsuddin, M.Hum., Ph.D. of Arts
Guru Besar Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada

Saudaraku, tidak semua peristiwa penting hadir dalam kemegahan. Sebagian dapat berlangsung sederhana saja, namun menyimpan makna yang jauh melampaui peristiwa itu sendiri. Pelantikan Prof. Muzdalifah sebagai Direktur Pendidikan Pesantren Modern Putri IMMIM Minasatene, Pangkep, merupakan salah satu momentum demikian.

Pelantikan itu memiliki arti yang istimewa. Prof. Muzdalifah bukan hanya seorang akademisi, tetapi juga alumni dari lembaga pendidikan yang pernah membentuk dirinya dan kini mempercayakan kepemimpinan kepadanya. Hal ini bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan sebuah siklus pendidikan yang utuh: pesantren melahirkan kader, dan kader kembali mengabdi untuk memajukan almamaternya.

Lebih dari itu, kepercayaan tersebut menjadi pengakuan bahwa pesantren mampu melahirkan perempuan-perempuan yang memiliki kapasitas intelektual, integritas moral, dan kemampuan kepemimpinan.

Kehadiran Prof. Muzdalifah diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh santri, khususnya para santriwati, untuk terus berprestasi, mengembangkan ilmu pengetahuan, serta mengabdikan diri kepada agama, masyarakat, bangsa, dan negara. Pelantikan Prof. Muzdalifah, oleh karena itu harus dipandang penting bukan hanya untuk keberlanjutan pesantren putri IMMIM sebagai sebuah institusi pendidikan. Pelantikan juga mengajak kita merenungkan pertanyaan yang lebih mendasar: manusia seperti apa yang ingin kita persiapkan untuk masa depan? Dan pendidikan seperti apa yang dibutuhkan untuk menjawab tantangan zaman yang terus berubah?

Saudaraku, pertanyaan ini terasa semakin penting ketika kita menyaksikan dunia bergerak begitu cepat. Teknologi digital mengubah cara kita belajar, bekerja, berkomunikasi, bahkan memahami diri kita sendiri. Informasi hadir dalam hitungan detik. Jarak seolah lenyap oleh layar-layar yang menghubungkan manusia dari berbagai penjuru dunia.

Namun di tengah kemudahan itu, kita juga menyaksikan sesuatu yang lain. Pengetahuan semakin mudah diperoleh, tetapi kebijaksanaan tidak selalu tumbuh bersamanya. Komunikasi semakin cepat, tetapi tidak selalu membuat kita lebih memahami satu sama lain. Kita hidup dalam dunia yang semakin terkoneksi, tetapi pada saat yang sama sering kali merasa semakin terasing.

Saudaraku, di sinilah pendidikan menemukan kembali makna terdalamnya. Pendidikan tidak hanya bertugas membuat manusia menjadi lebih pintar, tetapi juga membantu manusia belajar menjadi manusia, membentuk cara kita berpikir, merasakan, memandang sesama, dan mengambil tanggung jawab atas kehidupan bersama.

Pesantren memiliki tempat yang istimewa dalam perjalanan pendidikan bangsa. Sejak awal, pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membentuk adab. Pesantren tidak hanya mengembangkan kecerdasan akal, tetapi juga menumbuhkan kepekaan hati. Dalam tradisi pesantren, ilmu pengetahuan tidak berdiri sendiri, tetapi selalu ditempatkan dalam horizon kemanfaatan, kebijaksanaan, dan pengabdian.

Di tengah derasnya arus digitalisasi, warisan seperti inilah yang justru semakin bernilai. Ketika ruang digital dipenuhi informasi yang tidak selalu dapat diverifikasi, ketika media sosial sering menjadi arena pertentangan, dan ketika generasi muda berhadapan dengan berbagai krisis identitas, kita memerlukan lebih dari sekadar kemampuan teknis.

Kita memerlukan kompas moral yang membantu membedakan mana yang berguna dan mana yang menyesatkan, mana yang mempersatukan dan mana yang memecah-belah.
Saudaraku, oleh karena itu di bawah kepemimpinan Prof. Muzdalifah, kita berharap semoga kepemiminan pendidikan Pesantren Modern Putri IMMIM Minasatene tidak berhenti pada romantisme masa lalu.

Saudaraku. Tradisi yang hidup bukanlah tradisi yang membeku. Tradisi itu tumbuh, berdialog, dan menemukan bentuk-bentuk baru tanpa kehilangan ruh yang menghidupinya. Sebagai pesantren modern, tantangannya bukanlah pada memilih antara tradisi atau teknologi,6 melainkan mempertemukan keduanya dalam satu visi pendidikan yang utuh.
Dalam konteks Sulawesi Selatan, kita beruntung memiliki warisan budaya yang kaya untuk menopang visi tersebut. Kearifan Bugis-Makassar telah lama mengajarkan nilai-nilai yang tetap relevan bahkan di tengah dunia yang berubah sangat cepat. Kita mengenal acca sebagai kecendekiaan, lempu’ sebagai kejujuran, warani sebagai keberanian moral, dan getteng sebagai keteguhan hati.
Nilai-nilai itu mengingatkan bahwa kecerdasan tidak pernah cukup jika tidak disertai kejujuran. Keberanian tidak memiliki makna tanpa kebijaksanaan. Dan keteguhan dapat kehilangan arah apabila tidak dibarengi keterbukaan untuk belajar.

Saudaraku, dalam konteks pembimbingan generasi muda, pendidikan perempuan memperoleh arti yang semakin besar. Dan ketika kita berbicara tentang pendidikan perempuan, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang masa depan peradaban. Dari tangan perempuan lahir generasi-generasi baru. Dari keteladanan perempuan tumbuh nilai-nilai kehidupan. Dari kepemimpinan perempuan lahir ruang-ruang pembelajaran yang membentuk karakter masyarakat.
Islam telah lama mengajarkan bahwa kemuliaan manusia tidak ditentukan oleh jenis kelamin, melainkan oleh kualitas iman, ilmu, dan amal kebajikannya.

Karena itu, kepemimpinan perempuan dalam pendidikan bukanlah soal persaingan, melainkan soal amanah.
Saudaraku, di sinilah arti penting Pesantren Modern Putri IMMIM Minasatene Pangkep menjadi semakin jelas. Lembaga ini bukan sekadar tempat belajar, tetapi ruang persemaian bagi lahirnya generasi perempuan Muslim yang berakar pada nilai-nilai Islam, terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, serta siap menghadapi tantangan dunia yang terus berubah.

Masa depan pesantren modern tidak ditentukan oleh seberapa cepat mengikuti perkembangan teknologi, melainkan oleh kemampuannya menjaga keseimbangan antara kemajuan dan kebijaksanaan. Teknologi akan terus berubah. Platform digital akan terus berganti. Namun nilai-nilai yang membentuk manusia tetap menjadi fondasi yang tidak tergantikan.
Karena itu, pelantikan ini sesungguhnya membawa harapan yang lebih besar sekaligus menjadi kesempatan untuk meneguhkan kembali keyakinan bahwa pendidikan pada akhirnya adalah pekerjaan peradaban. Sebuah ikhtiar panjang untuk membentuk manusia yang berilmu, berakhlak, dan mampu menghadirkan kebaikan bagi sesama.

  • Penulis: Maryam Chalisa

Rekomendasi Untuk Anda

  • KONI Kota Makassar Resmi Terlindungi Program BPJS Ketenagakerjaan

    KONI Kota Makassar Resmi Terlindungi Program BPJS Ketenagakerjaan

    • 0Komentar

    BPJS Ketenagakerjaan secara resmi menyerahkan sertifikat kepesertaan dan kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar pada Kamis (6/8). Penyerahan tersebut diterima langsung oleh Ketua KONI Kota Makassar sebagai wujud komitmen bersama dalam memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh insan olahraga di Kota Makassar. Melalui kerja sama ini, BPJS Ketenagakerjaan memberikan […]

  • Harga Minyak Dunia Hari Ini Turun Jadi US$ 68

    Harga Minyak Dunia Hari Ini Turun Jadi US$ 68

    • 0Komentar

    Harga minyak dunia bergerak relatif stabil pada Rabu (11/2/2026), seiring pelaku pasar menanti perkembangan hubungan diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Kontrak minyak Brent turun US$ 0,24 atau 0,3% dan ditutup di level US$ 68,80 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah US$ 0,40 atau 0,6% menjadi US$ 63,96 […]

  • Kanwil Kemenkum Sumsel Ajak Musisi Lindungi Karya Lewat Pencatatan Hak Cipta, Tarif Mulai 1 Agustus Gratis

    Kanwil Kemenkum Sumsel Ajak Musisi Lindungi Karya Lewat Pencatatan Hak Cipta, Tarif Mulai 1 Agustus Gratis

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan terus mengintensifkan edukasi mengenai pentingnya pelindungan hak cipta bagi para pelaku industri kreatif. Salah satunya melalui Talkshow Halo Palembang yang disiarkan secara langsung di PAL TV, dengan mengangkat tema “Pelindungan Hukum Hak Cipta Karya Musik dan Lagu”, Kamis (30/7). Talkshow yang dipandu host Cek Muthia tersebut menghadirkan Kepala Bidang […]

  • RS UIN Alauddin Makassar Resmi Layani Peserta BPJS Kesehatan, Wujud Komitmen 17 Program Prioritas Presiden

    RS UIN Alauddin Makassar Resmi Layani Peserta BPJS Kesehatan, Wujud Komitmen 17 Program Prioritas Presiden

    • 0Komentar

    Mulai Jumat, 22 Mei 2026, Rumah Sakit (RS) UIN Alauddin Makassar resmi melayani peserta BPJS Kesehatan setelah menjalin kerja sama pelayanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kolaborasi strategis ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sekaligus peresmian kerja sama yang berlangsung di Kampus I UIN Alauddin Makassar, Jalan Sultan Alauddin, Kota Makassar. Peresmian ditandai dengan […]

  • Mulai 18 Agustus, DJKI Targetkan Pendaftaran Merek dan Desain Industri Selesai Lima Bulan

    Mulai 18 Agustus, DJKI Targetkan Pendaftaran Merek dan Desain Industri Selesai Lima Bulan

    • 0Komentar

    Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual atau DJKI Kementerian Hukum mempercepat layanan pemeriksaan permohonan Merek dan Desain Industri menjadi lima bulan. Kebijakan tersebut mulai diterapkan terhadap permohonan Merek dan Desain Industri yang masuk mulai 18 Agustus 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepastian dan kecepatan layanan kekayaan intelektual kepada masyarakat. Percepatan ini menempatkan kualitas pemeriksaan dan kepastian […]

  • Kanwil Kemenkum Babel Perkuat Sinergi Pembahasan Raperda Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Bangka Selatan

    Kanwil Kemenkum Babel Perkuat Sinergi Pembahasan Raperda Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Bangka Selatan

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung menerima kunjungan kerja Panitia Khusus DPRD Kabupaten Bangka Selatan dalam rangka pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Senin (28/9/2026). Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung, Johan Manurung, dalam kegiatan tersebut diwakili oleh Kepala […]

expand_less