Breaking News
light_mode

Ketika Negara Berpuasa

  • account_circle Maryam Chalisa
  • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
  • print Cetak

Oleh: Abdul Malik
(Pengamat Sosial Politik)

Ramadhan selalu menghadirkan pelajaran tentang kekuatan yang lahir dari pengendalian diri. Orang yang berpuasa tidak menjadi lemah karena menahan lapar dan dahaga. Justru dalam penahanan itu, ia menemukan kejernihan berpikir, keteguhan sikap, dan empati yang lebih dalam terhadap sesama. Puasa adalah proses pembersihan, bukan pengurangan makna hidup. Ia adalah latihan moral untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

Dalam kehidupan berbangsa, hikmah itu menemukan relevansinya. Negara, seperti tubuh, bisa mengalami kelebihan konsumsi. Anggaran membengkak, belanja melebar, proyek bertambah, tetapi belum tentu semuanya berdampak pada kesejahteraan rakyat. Pada titik tertentu, yang dibutuhkan bukan percepatan tanpa arah, melainkan penataan ulang prioritas. Dalam konteks inilah kebijakan efisiensi anggaran yang ditekankan Presiden Prabowo Subianto dapat dimaknai sebagai ikhtiar agar negara belajar berpuasa.

Puasa anggaran bukan berarti menghentikan pembangunan. Sebagaimana puasa tidak melarang makan selamanya, disiplin fiskal tidak berarti menutup keran belanja secara total. Yang dilakukan adalah mengatur, memilah, dan mengendalikan. Prabowo menegaskan bahwa anggaran negara harus diprioritaskan untuk sektor-sektor produktif seperti ketahanan pangan, energi, pendidikan, dan program yang langsung menyentuh kebutuhan rakyat. Uang negara adalah amanah, bukan ruang untuk pemborosan birokrasi atau proyek simbolik.

Dalam hikmah puasa, seseorang menahan diri dari yang halal agar lebih mampu menjauhi yang tidak perlu. Dalam kebijakan negara, menahan belanja yang tidak esensial berarti menguatkan belanja yang benar-benar penting. Ketika pemerintah berani memangkas pengeluaran yang kurang produktif dan mengarahkannya pada kebutuhan mendasar, di situlah disiplin berubah menjadi strategi kesehatan nasional.

Peran teknokrat fiskal seperti Purbaya Yudhi Sadewa memperkuat arah tersebut. Pendekatan kehati-hatian dalam menjaga stabilitas fiskal dan pengendalian defisit menunjukkan bahwa pembangunan tidak boleh hanya dikejar dalam jangka pendek. Negara yang sehat bukan hanya negara yang tumbuh cepat, tetapi negara yang memiliki daya tahan. Seperti tubuh yang rutin berpuasa memiliki metabolisme lebih stabil, negara yang disiplin anggaran memiliki ruang lebih luas menghadapi krisis global.

Hikmah Ramadhan tidak berhenti pada pengendalian diri. Ia melahirkan empati sosial. Orang yang merasakan lapar lebih mudah memahami yang kekurangan. Demikian pula negara yang menata ulang anggarannya semestinya semakin peka terhadap rakyat. Ketika efisiensi diarahkan untuk memperkuat perlindungan sosial, menjaga stabilitas harga pangan, meningkatkan kualitas pendidikan, dan memperluas akses kesehatan, maka disiplin fiskal menjadi jembatan menuju keadilan sosial.

Puasa juga mengajarkan solidaritas kolektif. Ia dilakukan bersama-sama, dalam kesadaran bahwa setiap orang menahan diri demi tujuan yang lebih besar. Puasa anggaran pun memerlukan partisipasi seluruh elemen bangsa. Birokrasi harus efisien, dunia usaha harus produktif dan patuh pajak, elite politik harus menahan diri dari kepentingan jangka pendek. Tanpa kesadaran bersama, disiplin fiskal hanya menjadi kebijakan administratif yang tidak menyentuh budaya.

Mendukung kebijakan puasa anggaran bukan berarti menolak pembangunan. Justru sebaliknya, itu adalah dukungan terhadap pembangunan yang berkelanjutan dan berakar kuat. Negara yang mampu mengendalikan dirinya akan lebih dipercaya oleh rakyat dan lebih dihormati di mata dunia. Dalam pengendalian itulah terletak martabat.

Ramadhan mengajarkan bahwa menunda kesenangan hari ini dapat menghasilkan kekuatan esok hari. Negara yang berani menahan diri dari pemborosan sedang menyiapkan fondasi bagi generasi mendatang. Disiplin bukan tanda kekurangan sumber daya, melainkan tanda kematangan dalam mengelola amanah.

Ketika negara berpuasa, ia sedang membersihkan dirinya dari kebiasaan yang melemahkan. Ia sedang menata ulang prioritasnya dengan empati dan tanggung jawab. Dan dari proses itulah kesehatan negara serta kekuatan rakyat tumbuh, bukan karena kemegahan sesaat, tetapi karena fondasi yang kokoh dan kesadaran moral yang terjaga.

  • Penulis: Maryam Chalisa

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cegah Kriminalisasi Sengketa Perdata, Kemenkum Sumsel dan Ditjen AHU Samakan Persepsi Penerapan KUHP Baru

    Cegah Kriminalisasi Sengketa Perdata, Kemenkum Sumsel dan Ditjen AHU Samakan Persepsi Penerapan KUHP Baru

    • 0Komentar

    Upaya mencegah terjadinya kriminalisasi terhadap sengketa keperdataan di tengah masyarakat serta memperkuat konsistensi penegakan hukum pidana nasional terus dimatangkan oleh jajaran Kementerian Hukum (Kemenkum) RI. Melalui koordinasi terpadu antara pusat dan daerah, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan menerima kunjungan kerja Tim Direktorat Pidana Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) untuk menggelar diskusi dan […]

  • Kanwil Kemenkum Babel Dukung Penelitian UPN “Veteran” Jakarta terkait Pelindungan Tenun Cual

    Kanwil Kemenkum Babel Dukung Penelitian UPN “Veteran” Jakarta terkait Pelindungan Tenun Cual

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung menerima kunjungan tim peneliti Fakultas Hukum Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jakarta dalam rangka pelaksanaan wawancara dan observasi terkait dinamika pelindungan hukum Tenun Cual khas Bangka Belitung, Rabu (22/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kerja Kepala Divisi Pelayanan Hukum tersebut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka […]

  • Akademisi Unusia Berikan Masukan Kurikulum Pemuda ke Kemenpora

    Akademisi Unusia Berikan Masukan Kurikulum Pemuda ke Kemenpora

    • 0Komentar

    Akademisi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia), Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak, menyampaikan masukan strategis dalam Rapat Penyusunan Kurikulum dan Desain Besar Karakter Pemuda Indonesia yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pada 27 Februari 2026 di Jakarta. Forum ini menjadi bagian penting dalam merumuskan arah pembangunan karakter pemuda berbasis tiga pilar utama: Patriotik, Gigih, dan […]

  • Kemenkum Sumsel Berikan Penghargaan Kepada Anggota JDIH Terbaik

    Kemenkum Sumsel Berikan Penghargaan Kepada Anggota JDIH Terbaik

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan memberikan penghargaan kepada anggota Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional (JDIHN) dengan pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) terbaik di lingkungan Provinsi Sumatera Selatan, Selasa (19/5). Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan, Maju Amintas Siburian, pada Sosialisasi Pengelolaan Dokumen dan Informasi Hukum […]

  • Pastikan Layanan Terbaik, Tenaga Ahli Menag Bunyamin Yafid Hadiri Pelepasan 393 JCH Kloter 2 Sidrap

    Pastikan Layanan Terbaik, Tenaga Ahli Menag Bunyamin Yafid Hadiri Pelepasan 393 JCH Kloter 2 Sidrap

    • 0Komentar

    Suasana haru dan khidmat menyelimuti pelataran Rumah Jabatan Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) saat 393 Jamaah Calon Haji (JCH) Kloter 2 resmi dilepas untuk bertolak menuju Tanah Suci, Selasa (21/4/2026).  Di tengah prosesi tersebut, kehadiran Tenaga Ahli Menteri Agama RI, Dr. H. Bunyamin Yafid, Lc., M.H., menjadi perhatian khusus guna memastikan komitmen negara dalam melayani tamu […]

  • Kanwil Kemenkum Babel Laksanakan Evaluasi Menuju Zona Integritas Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) oleh Tim Inspektorat Wilayah V

    Kanwil Kemenkum Babel Laksanakan Evaluasi Menuju Zona Integritas Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) oleh Tim Inspektorat Wilayah V

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung (Kanwil Kemenkum Babel) melaksanakan kegiatan Desk Evaluasi Pembangunan Zona Integritas Satuan Kerja Menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang bertujuan untuk memastikan kesiapan dan keberlanjutan implementasi pembangunan Zona Integritas di lingkungan Kanwil Kemenkum Babel, Rabu (22/04/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh tim evaluasi dari Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum […]

expand_less