Breaking News
light_mode

Amal yang Diangkat dan Hati yang Bergetar

  • account_circle Maryam Chalisa
  • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
  • print Cetak

Oleh: Prof. Dr. H. Nurhidayat M. Said, M.A (Ketua Lembaga Dakwah IMMIM (LADIM) 

Di penghujung Ramadhan, waktu terasa berjalan dengan cara yang berbeda. Ia tidak lagi sekadar detik yang berpindah, melainkan saksi yang diam-diam membawa seluruh amal menuju langit. Pada titik ini, manusia tidak lagi sibuk menghitung berapa banyak ibadah yang telah dilakukan, tetapi mulai gelisah tentang ke mana semua itu akan bermuara. Sebab yang paling penting bukanlah apa yang kita kerjakan, melainkan apa yang diterima.

Ada getaran halus dalam hati orang-orang yang sadar. Getaran itu bukan ketakutan biasa, melainkan kesadaran akan ketidaksempurnaan diri di hadapan Yang Maha Sempurna. Betapa shalat yang terasa khusyuk, bisa saja hampa di sisi-Nya. Betapa sedekah yang kita banggakan, bisa saja gugur karena riya yang tak kita sadari. Di sinilah hati mulai belajar rendah, menyadari bahwa amal bukan untuk dipamerkan, tetapi untuk dipertaruhkan.

Ramadhan mengajarkan bahwa amal adalah perjalanan vertikal, bukan sekadar aktivitas horizontal. Ia tidak berhenti di bumi, tetapi terus menanjak ke langit, melewati lapisan-lapisan yang tak kasat mata. Dalam perjalanan itu, amal diuji: apakah ia lahir dari keikhlasan, atau sekadar rutinitas yang dibungkus kebiasaan. Dan hanya yang murni yang akan sampai.

Ketika amal diangkat, sesungguhnya yang ikut terangkat adalah keadaan hati kita. Sebab amal hanyalah cermin dari apa yang tersembunyi di dalam dada. Jika hati penuh dengan cinta kepada Allah, maka amal akan ringan dan bercahaya. Namun jika hati dipenuhi kepentingan dunia, maka amal akan berat dan gelap, meskipun secara lahir terlihat indah.

Di sinilah rahasia kegelisahan itu muncul. Orang-orang saleh di masa lalu justru lebih takut setelah beramal daripada sebelum beramal. Mereka memahami bahwa ujian terbesar bukan pada saat melakukan kebaikan, tetapi setelahnya: apakah amal itu diterima atau ditolak. Ketakutan ini bukan melemahkan, melainkan menghidupkan kesadaran spiritual yang dalam.

Hati yang bergetar di akhir Ramadhan adalah tanda kehidupan. Ia seperti tanah yang basah oleh hujan, siap ditumbuhi benih-benih keikhlasan. Getaran itu adalah doa yang tidak terucap, permohonan diam-diam agar setiap sujud, setiap air mata, dan setiap bisikan dzikir tidak sia-sia. Sebab yang diharapkan bukan sekadar pahala, tetapi perkenan.

Di malam-malam terakhir, langit seakan lebih dekat. Bukan karena jaraknya berubah, tetapi karena tabir antara manusia dan Tuhannya mulai menipis. Dalam keheningan itu, hati yang jujur akan merasakan kehadiran yang sulit dijelaskan. Sebuah kedekatan yang tidak membutuhkan kata, cukup dengan rasa yang mengalir perlahan.

Namun, tidak semua orang merasakan getaran ini. Ada hati yang tetap tenang, bukan karena damai, tetapi karena lalai. Ia merasa cukup dengan amalnya, seolah-olah telah menunaikan seluruh kewajiban tanpa cela. Padahal justru ketenangan seperti itu bisa menjadi tanda bahaya, ketika manusia berhenti mengoreksi dirinya.

Ramadhan sejatinya bukan hanya tentang memperbanyak amal, tetapi memperhalus rasa. Ia mendidik manusia untuk peka terhadap dirinya sendiri: terhadap niat, terhadap tujuan, dan terhadap arah hidupnya. Maka ketika Ramadhan hampir pergi, yang tertinggal bukan hanya catatan amal, tetapi jejak perubahan dalam hati.

Amal yang diangkat akan menjadi saksi, bukan hanya di akhirat, tetapi juga dalam perjalanan hidup setelah Ramadhan. Ia akan menjelma menjadi kekuatan atau justru menjadi beban. Jika diterima, ia akan menuntun langkah menuju kebaikan berikutnya. Jika tidak, ia akan menjadi penyesalan yang diam-diam menggerogoti jiwa.

Karena itu, di ujung Ramadhan ini, manusia sejatinya berdiri di antara dua perasaan: harap dan cemas. Harap bahwa Allah menerima segala amal yang penuh kekurangan, dan cemas bahwa semua itu belum cukup untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Di antara dua rasa inilah iman menemukan keseimbangannya.

Akhirnya, yang tersisa bukanlah jumlah amal, tetapi getaran hati yang mengiringinya. Sebab boleh jadi amal yang sedikit namun tulus lebih berat di sisi Allah daripada amal yang banyak namun kosong. Maka biarlah Ramadhan pergi, tetapi jangan biarkan hati kembali beku. Jagalah getaran itu, karena di sanalah tanda bahwa jiwa masih hidup dan masih mencari Tuhan.

  • Penulis: Maryam Chalisa

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kanwil Kemenkum Babel Lakukan Koordinasi Terkait Peresmian Pos Bantuan Hukum oleh Menteri Hukum RI dengan Pj Sekda Prov. Kep. Babel

    Kanwil Kemenkum Babel Lakukan Koordinasi Terkait Peresmian Pos Bantuan Hukum oleh Menteri Hukum RI dengan Pj Sekda Prov. Kep. Babel

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung menggelar kegiatan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terkait rencana kunjungan kerja Menteri Hukum Republik Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk membahas peresmian Pos Bantuan Hukum (Posbakum) yang akan dilaksanakan pada Selasa, 5 Mei 2026. Koordinasi yang berlangsung di Ruang Kerja Sekretaris Daerah Kepulauan Bangka Belitung dimulai pukul […]

  • Bro Rivai, Sosok yang Tak Pernah Luntur Berjuang untuk Sulawesi Selatan

    Bro Rivai, Sosok yang Tak Pernah Luntur Berjuang untuk Sulawesi Selatan

    • 0Komentar

    Di tengah dinamika sosial, politik, dan ekonomi yang terus berubah, selalu ada figur-figur yang bekerja dalam senyap namun memberi dampak besar bagi bangsa. Salah satunya adalah sosok yang akrab disapa Bro Rivai. Bagi mereka yang cukup intens mengikuti perkembangan wilayah Sulawesi Selatan, tentu tidak asing dengan nama ini. Nama lengkapnya Abdul Rivai Ras. Beliau adalah […]

  • Menkum: Indonesia Tidak Akan Mengemis, Kami Hanya Butuh Keadilan dan Transparansi

    Menkum: Indonesia Tidak Akan Mengemis, Kami Hanya Butuh Keadilan dan Transparansi

    • 0Komentar

    Menteri Hukum Republik Indonesia, Supratman Andi Agtas, menegaskan komitmennya akan perjuangan hak hak royalti bagi pelaku Industri Kreatif Indonesia, dalam pertemuan Global Forum on Intellectual Property (GFIP) pada rangkaian Singapore IP Week 2026 di Singapura, Rabu (26/8). Dalam pidatonya, Supratman menegaskan bahwa Indonesia tidak datang untuk mengemis royalti “Kami tidak datang untuk mengemis, tapi kami […]

  • Bukan Sekadar Kunjungan! Andi Amar Pastikan Kebutuhan Pokok Murah Benar-Benar Sampai ke Masyarakat

    Bukan Sekadar Kunjungan! Andi Amar Pastikan Kebutuhan Pokok Murah Benar-Benar Sampai ke Masyarakat

    • 0Komentar

    Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan, Andi Amar Ma’ruf Sulaiman, mengunjungi kegiatan Pasar Pangan Murah yang digelar untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap kondisi masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Andi Amar melihat langsung aktivitas masyarakat yang memanfaatkan program pasar pangan […]

  • Gol Dramatis Merino Antar Spanyol Singkirkan Portugal

    Gol Dramatis Merino Antar Spanyol Singkirkan Portugal

    • 0Komentar

    Laga klasik penuh gengsi antara Spanyol dan Portugal berakhir dengan penuh drama. Spanyol berhasil mengamankan tiket ke babak berikutnya setelah menyudahi perlawanan sengit rival abadinya tersebut lewat gol tunggal yang tercipta di detik-detik akhir pertandingan. Sejak awal babak, kedua tim memperagakan permainan disiplin tinggi yang membuat pertandingan berjalan buntu dan ketat.Perubahan besar terjadi ketika pelatih […]

  • Perkuat Kualitas Regulasi OKU Selatan, Kemenkum Sumsel Harmonisasi 17 Rancangan Peraturan Daerah

    Perkuat Kualitas Regulasi OKU Selatan, Kemenkum Sumsel Harmonisasi 17 Rancangan Peraturan Daerah

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan kembali melaksanakan rapat harmonisasi terhadap 17 rancangan peraturan dari Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan), bertempat di Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan (8/7). Rapat harmonisasi membahas satu Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pencabutan Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Unit […]

expand_less