Breaking News
light_mode

Menag Nasaruddin Umar Dorong Berdayakan Zakat dan Sumber Keuangan Ummat Lainnya

  • account_circle Maryam Chalisa
  • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
  • print Cetak

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menghadiri Sarasehan Ekonomi Syariah dan menyampaikan pesan kuat terkait penguatan instrumen keuangan sosial Islam sebagai fondasi pemberdayaan umat.

Dalam forum tersebut, Nasaruddin menegaskan bahwa umat Islam tidak seharusnya berhenti pada kewajiban zakat semata. 

Menurutnya, potensi besar ekonomi syariah justru terletak pada optimalisasi sedekah, infak, dan wakaf yang tidak dibatasi persentase tertentu dan dapat dikelola secara produktif untuk mendukung pendidikan, usaha kecil, layanan sosial, hingga pemberdayaan masyarakat.

“Alangkah miskinnya dan alangkah pelitnya kita kalau pengeluaran agamanya hanya zakat,” tegasnya.

Ia menjelaskan, zakat memang merupakan kewajiban. Namun Islam, kata dia, tidak berhenti pada batas minimal kewajiban. Ada infak, sedekah, wakaf, dan berbagai bentuk kepedulian sosial lainnya yang menjadi bukti keluasan serta keindahan ajaran agama.

Dalam kesempatan itu, Menag juga menyinggung tata kelola zakat di Indonesia. Ia menilai, jika ingin lebih berdaya, idealnya zakat dapat dikelola secara terpusat oleh negara sebagaimana praktik pada masa Nabi Muhammad SAW dan Khalifah Abu Bakar.

“Harusnya kalau kita mau lebih berdaya lagi zakat itu diserahkan kepada pemerintah seperti pada masa nabi, pada masa Abu Bakar,” ujarnya.

Menag juga mengkritisi sejumlah kelemahan dalam regulasi pengelolaan zakat, termasuk pentingnya sistem pengawasan yang kuat dan audit berbasis syariah. Ia menekankan bahwa pengelolaan dana umat harus transparan dan proporsional, termasuk dalam pembagian porsi bagi amil dan mustahik.

“Undang-undang Baznas itu juga punya kelemahan yang fatal, tidak punya dewan pengawas, tidak punya komisaris. Kalau ada pengawasan dan yang mengawasi… jadi otoritasnya kepada Ketua Baznas itu sangat sentral,” ungkap Menag.

Kekhawatiran beliau merujuk pada transparansi penyaluran dana agar tepat sasaran sesuai asnaf. Ia bahkan menyinggung praktik penggunaan dana zakat untuk belanja iklan dalam jumlah besar yang dinilainya perlu dievaluasi secara serius.

“Audit independen itu nggak sah, harus auditor syariah yang mengaudit berapa porsinya untuk amil, fakir miskin. Apa perbedaan fuqara dan masakin? Itu harus dibedakan dan porsinya pun juga harus jelas,” tegasnya.

Sebagai tokoh agama dan negarawan, Nasaruddin dikenal konsisten mendorong kemajuan umat dan penguatan tata kelola keagamaan yang akuntabel. Ia mengajak masyarakat untuk tidak membatasi kebaikan hanya pada yang wajib, karena keberkahan hidup sering lahir dari kerelaan memberi lebih dari sekadar yang dituntut.

Sarasehan Ekonomi Syariah tersebut menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama untuk menjadikan instrumen keuangan sosial Islam sebagai pilar pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

  • Penulis: Maryam Chalisa

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hanya 10 Menit, Kanwil Kemenkum Sumsel Catat Hak Cipta Lagu Karya Seniman Lokal

    Hanya 10 Menit, Kanwil Kemenkum Sumsel Catat Hak Cipta Lagu Karya Seniman Lokal

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan berkomitmen dalam memberikan pelayanan prima dan cepat bagi para kreator di Bumi Sriwijaya. Jajaran Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual (KI) memberikan pendampingan langsung kepada seniman lokal untuk memproteksi karya seninya. Bertempat di ruang pelayanan Kanwil Kemenkum Sumsel (10/4) proses pendaftaran dilakukan dengan mengedepankan efisiensi melalui sistem digital yang terintegrasi. Layanan […]

  • Idul Fitri, Kembali ke Fitrah, Menguatkan Ukhuwah dan Kepedulian Sosial

    Idul Fitri, Kembali ke Fitrah, Menguatkan Ukhuwah dan Kepedulian Sosial

    • 0Komentar

    Oleh: Dr. KH. Masrur Makmur La Tanro (Ketua MUI Provinsi Bali, Presidium IAPIM, dan Ketua ISMI Bali) Idul Fitri merupakan salah satu hari besar dalam Islam yang dirayakan setiap tanggal 1 Syawal, setelah umat Muslim menunaikan ibadah puasa selama bulan Ramadhan. Hari ini bukan sekadar perayaan, melainkan momentum spiritual yang sarat makna—kembali kepada kesucian (fitrah), […]

  • Wujudkan Palembang Ramah Anak dan Tanggap Darurat, Kanwil Kemenkum Sumsel Harmonisasikan Dua Raperda Strategis

    Wujudkan Palembang Ramah Anak dan Tanggap Darurat, Kanwil Kemenkum Sumsel Harmonisasikan Dua Raperda Strategis

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan kembali menjalankan peran vitalnya dalam penguatan regulasi daerah yang berkualitas. Tim Kerja Harmonisasi menggelar rapat koordinasi untuk membedah dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) penting milik Pemerintah Kota Palembang, Rabu (8/4). Agenda utama pertemuan ini adalah melakukan penyelarasan substansi hukum agar setiap pasal yang disusun memberikan pelindungan maksimal bagi hak […]

  • Perkuat Sinergi Akademisi dan Praktisi, Kemenkum Sumsel Dukung Asesmen Lapangan Prodi KPI UIN Raden Fatah

    Perkuat Sinergi Akademisi dan Praktisi, Kemenkum Sumsel Dukung Asesmen Lapangan Prodi KPI UIN Raden Fatah

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan terus berkomitmen memperkuat sinergi dengan dunia pendidikan tinggi di wilayah Sumatera Selatan. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan, Maju Amintas Siburian, diwakili oleh Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Alkana Yudha, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Asesmen Lapangan (AL) Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) UIN Raden Fatah Palembang, Selasa […]

  • Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp25.000, Kini Rp3.024.000 per Gram

    Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp25.000, Kini Rp3.024.000 per Gram

    • 0Komentar

    Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan pada perdagangan Jumat (6/3/2026). Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam turun cukup tajam dibandingkan hari sebelumnya. Harga emas Antam hari ini tercatat turun Rp25.000 menjadi Rp3.024.000 per gram. Sementara itu, harga jual kembali atau buyback emas Antam juga ikut terkoreksi. […]

  • Geliat Kuliner Lokal Menuju Pasar Modern, Kemenkum Sumsel Rangkul Aspenku Dorong UMKM Naik Kelas

    Geliat Kuliner Lokal Menuju Pasar Modern, Kemenkum Sumsel Rangkul Aspenku Dorong UMKM Naik Kelas

    • 0Komentar

    Sektor kuliner khas Sumatera Selatan yang kaya akan cita rasa kini dibidik untuk bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi yang berkekuatan hukum. Menyadari besarnya potensi tersebut, Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Sumatera Selatan mengambil langkah taktis dengan merangkul Asosiasi Pengusaha Kue dan Kuliner (ASPENKU) Sumatera Selatan guna memayungi para pelaku usaha kreatif lewat legalitas dan pelindungan Kekayaan […]

expand_less