Breaking News
light_mode

Enterpreneurship Dalam Perspektif Islam

  • account_circle Maryam Chalisa
  • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
  • print Cetak


Oleh: Dr. KH.Masrur Makmur La Tanro (Ketua MUI Provinsi Bali/Presidium IAPIM/ Ketua ISMI Bali)

Kewirausahaan (entrepreneurship) bukan sekadar aktivitas ekonomi untuk mencari keuntungan, tetapi juga bagian dari ibadah yang memiliki dimensi moral dan sosial. Islam mendorong umatnya untuk mandiri secara ekonomi, bekerja keras, serta memanfaatkan potensi diri secara optimal—namun tetap dalam koridor nilai-nilai syariah seperti kejujuran, keadilan, dan kebermanfaatan.

Islam tidak mengajarkan umatnya untuk pasif atau bergantung kepada orang lain. Sebaliknya, bekerja dan berusaha adalah bagian dari perintah agama. Setiap usaha yang dilakukan dengan cara yang halal dan niat yang benar bernilai ibadah di sisi Allah SWT.

Spirit inilah yang melandasi ungkapan bahwa “Islam melarang umatnya menjadi lemah secara ekonomi.” Kemandirian finansial memungkinkan seorang muslim untuk:Menunaikan zakat; Bersedekah; Membantu sesama; Membangun kesejahteraan keluarga; Mendukung dakwah dan kemaslahatan umat.

Dengan kata lain, kekuatan ekonomi menjadi instrumen penting dalam mewujudkan peran sosial umat Islam di tengah masyarakat.

Kewirausahaan dalam Islam harus berjalan seiring dengan prinsip etika. Beberapa nilai utama yang menjadi fondasi bisnis Islami antara lain:

  1. Kejujuran (Shiddiq)
    Seorang entrepreneur muslim wajib menghindari penipuan, manipulasi, dan praktik curang dalam transaksi. Kepercayaan pelanggan adalah aset utama dalam bisnis.
  2. Keadilan (‘Adl)
    Bisnis harus dijalankan tanpa merugikan pihak lain. Penetapan harga, kualitas produk, dan pelayanan harus mencerminkan prinsip keadilan.
  3. Amanah
    Setiap komitmen kepada mitra, pelanggan, maupun karyawan harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.
  4. Kebermanfaatan (Maslahah)
    Usaha yang dijalankan seharusnya tidak hanya mengejar profit, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Islam menempatkan kekayaan sebagai amanah yang harus dikelola dengan bijak. Oleh karena itu, kesuksesan dalam bisnis harus diiringi dengan kepedulian sosial melalui: Zakat, Infaq, Sedekah, Wakaf produktif, dan Pemberdayaan ekonomi masyarakat

Seorang entrepreneur muslim tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan usaha, tetapi juga pada distribusi manfaat kepada lingkungan sekitar.

Di tengah dinamika ekonomi global, kewirausahaan Islami menawarkan pendekatan yang seimbang antara profit dan etika. Konsep ini sangat relevan dalam pengembangan ekonomi umat berbasis masjid, komunitas, maupun lembaga sosial—sebagaimana yang juga menjadi perhatian dalam berbagai program pemberdayaan ekonomi berbasis dakwah yang Bapak kaji dalam konteks BAZNAS dan penguatan masyarakat Muslim di Sulawesi Selatan.

Dengan mengintegrasikan nilai spiritual dalam aktivitas bisnis, entrepreneur muslim diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya sukses secara finansial, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan sosial.

Entrepreneurship dalam Islam adalah tentang bekerja keras tanpa melupakan nilai, meraih keuntungan tanpa mengabaikan keadilan, serta membangun usaha tanpa kehilangan kepedulian.

Islam mendorong umatnya untuk kaya dalam arti yang bermakna—yakni kaya iman, kaya integritas, dan kaya manfaat bagi sesama. Karena dalam Islam, bekerja adalah ibadah, dan berbagi adalah keberkahan.
Wallahu Waliyyul Muttaqien

  • Penulis: Maryam Chalisa

Rekomendasi Untuk Anda

  • Silaturahmi dengan Bupati Soppeng, BPJS Ketenagakerjaan Parepare Bahas Perlindungan Pekerja Rentan Desa Wilayah Soppeng

    Silaturahmi dengan Bupati Soppeng, BPJS Ketenagakerjaan Parepare Bahas Perlindungan Pekerja Rentan Desa Wilayah Soppeng

    • 0Komentar

    Pada hari Selasa, 12 Mei 2026 BPJS Ketenagakerjaan Cabang Parepare terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mendukung perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat pekerja. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan silaturahmi dan audiensi bersama Pemerintah Kabupaten Soppeng guna membahas perlindungan pekerja rentan desa serta penguatan program Universal Coverage Jamsostek (UCJ). Kegiatan audiensi tersebut […]

  • Perkuat Literasi dan Kepercayaan Publik, LPS Gelar Round Table Bersama Media Fajar Group

    Perkuat Literasi dan Kepercayaan Publik, LPS Gelar Round Table Bersama Media Fajar Group

    • 0Komentar

    Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Wilayah III Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sumapa) menggelar kegiatan Media Visit dan Round Table Discussion bersama pimpinan media di bawah naungan Fajar Group. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Harian Fajar, Senin (20/4/2026). Kegiatan ini dihadiri Kepala Kantor Perwakilan LPS III Sumapa, Fuad Zaen, Kepala Divisi Kehumasan LPS Rhein Valleno Oktoriansyah, serta […]

  • Kanwil Kemenkum Sumsel Jaring Calon OBH Pemberi Bantuan Hukum di Wilayah Sumsel

    Kanwil Kemenkum Sumsel Jaring Calon OBH Pemberi Bantuan Hukum di Wilayah Sumsel

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan menggelar Diseminasi Penjaringan dan Pengidentifikasian Calon Pemberi Bantuan Hukum (PBH) Periode 2028–2030 secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (15/9/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperluas akses layanan bantuan hukum yang merata bagi masyarakat di Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan berlangsung di Ruang Teleconference Kanwil Kemenkum Sumsel. Kepala Kantor Wilayah […]

  • Webinar KUHAP 2026, Kanwil Kemenkum Babel Perkuat Kesiapan Hadapi Paradigma Baru Hukum Pidana

    Webinar KUHAP 2026, Kanwil Kemenkum Babel Perkuat Kesiapan Hadapi Paradigma Baru Hukum Pidana

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung mengikuti secara virtual Pembukaan Webinar KUHAP 2026 melalui Zoom Meeting, Kamis (10/9/2026). Kegiatan ini menjadi sarana penguatan pemahaman jajaran Kementerian Hukum terhadap perkembangan hukum pidana dan hukum acara pidana yang baru. Kepala Kanwil Kemenkum Babel, Johan Manurung, diwakili Plh. Kepala Kantor Wilayah sekaligus Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan […]

  • Kemenkum Sumsel Perkuat Finalisasi Dokumen IG Songket Palembang

    Kemenkum Sumsel Perkuat Finalisasi Dokumen IG Songket Palembang

    • 0Komentar

    Upaya melindungi warisan budaya sekaligus memperkuat nilai ekonomi produk unggulan daerah terus dilakukan oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan (Kemenkum Sumsel). Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mematangkan dokumen deskripsi Indikasi Geografis (IG) Songket Palembang sebagai bagian penting dalam proses pendaftaran perlindungan hukum. Divisi Pelayanan Hukum melalui bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual (KI) dalam […]

  • Prof. Dr. Farida Patitingi, SH., M.Hum: Refleksi Ramadhan untuk UNM yang Terus Bergerak

    Prof. Dr. Farida Patitingi, SH., M.Hum: Refleksi Ramadhan untuk UNM yang Terus Bergerak

    • 0Komentar

    Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah. Ia adalah ruang jeda untuk menilai arah, menguatkan niat, dan memperbaiki langkah. Dalam suasana itulah PLT Rektor Farida Patitingi menyampaikan pesan reflektifnya saat Kunjungan Kerja dan Safari Ramadhan 1447 H di Kampus V Parepare Universitas Negeri Makassar (UNM). Pesan Prof.Farida sederhana, namun mengandung daya dorong yang kuat: setiap hari harus […]

expand_less