Breaking News
light_mode

Fenomena Ruang Ketiga dan Isu Ekonomi Global: Bertahan dengan Prinsip, Tinggalkan Doktrin Elit Global

  • account_circle Maryam Chalisa
  • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
  • print Cetak


Oleh: Dr. Benny Nurdin Yusuf, MH.


Di tengah gonjang-ganjing fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, spekulasi liar mendadak menjamur di ruang publik, terutama di media arus utama ( mainstream ).

Jika berbicara tentang manuver ekonomi elit global, ingatan kolektif kita secara otomatis akan membawa trauma pada krisis moneter 1998. Namun sejarah mencatat, bangsa ini mampu bertahan dan keluar dari lubang jarum. Tidak berhenti di situ, badai demi badai pascakrisis hebat itu terus menerpa, termasuk pandemi COVID-19 beberapa tahun lalu yang sempat melumpuhkan peradaban dan ekonomi. Berkat kesigapan kebijakan pemerintah dan resiliansi masyarakat, kita tidak hanya selamat, tetapi juga memetik hikmah melahirkan peradaban baru: sistem kerja hybrid dan digitalisasi aktivitas yang kini menjadi hal lumrah.

Fenomena Ruang Ketiga dan Isu Ekonomi Global: Bertahan dengan Prinsip, Tinggalkan Doktrin Elit Global

Menarik memang jika kita membedah dampak dari apa yang kerap disebut sebagai “ancaman elit global”. Dalam konstelasi ekonomi internasional, bantuan asing sering kali datang dalam bentuk penawaran manis yang berselimut jeratan. Alih-alih menjadi solusi jangka panjang, skema bantuan tersebut kerap berubah menjadi bom waktu yang membebani kedaulatan negara.

Menurut penulis, sikap antisipatif inilah yang tampaknya sedang diperagakan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Melalui strategi penguatan ekonomi kerakyatan (mendorong koperasi merah putih), pemerintah memilih berfokus pada ketahanan lumbung pangan mandiri serta konsistensi hilirisasi sumber daya alam sebagai pilar utama pertahanan ekonomi nasional. Langkah ini adalah bentuk penolakan halus namun tegas terhadap ketergantungan asing.

Menurut penulia, langkah paling mudah mengukur kekuatan ekonomi masyarakat melalui deteksi sehat atau lesunya ekonomi tidak harus selalu merujuk pada grafik rumit di bursa saham. Indikator paling riil dan presisi ada di depan mata kita. Apa itu? Yach “Ruang Ketiga ( The Third Space) . Ruang ketiga adalah ruang publik di luar rumah (ruang pertama) dan tempat kerja (ruang kedua)—seperti kedai kopi, alun-alun, dan tempat interaksi sosial masyarakat untuk melepas penat. Jika ruang-ruang ketiga ini mulai sepi, meredup, bahkan mati suri, itulah alarm otentik bahwa daya beli masyarakat sedang hancur.

Namun, sebuah paradoks menarik terjadi. Selama beberapa hari terakhir penulis di Kota Gudeg ini, penulis mengamati langsung perilaku ekonomi masyarakat. Hasilnya? Nyaris tidak ada yang berubah. Kehidupan berjalan normal, denyut sosial tetap tinggi, dan yang paling memikat mata: tempat-tempat nongkrong serta pusat kuliner tetap penuh sesak manusia. Isu merangkaknya dolar seolah menguap begitu saja, tidak mampu membendung gairah ekonomi lokal.
Kenyataan di lapangan ini memicu pertanyaan reflektif: Apakah kepanikan isu ekonomi global ini murni akibat dinamika pasar, ataukah sebuah desain ( by design ) yang sengaja diembuskan oleh elit global untuk menjegal langkah presiden kita? Langkah seorang pemimpin yang secara tulus ingin membawa bangsa ini berdiri di atas kaki sendiri (berdikari), mengoptimalkan sumber daya domestik, dan menyelamatkan keuangan negara dari kebocoran.

Penulis melihat kondisi saat ini ibarat sebuah rumah tangga yang sedang dihantam badai isu rentenir, tetapi dengan berani menolak tawaran utang baru demi menjaga kehormatan dan kemandirian finansialnya.
Tentu kita berharap, di balik sentimen menguatnya dolar AS, optimisme pemerintah yang bersandar pada kekuatan domestik dapat memberikan pelajaran berharga bagi kita semua. Krisis ekonomi tidak harus direspon dengan kepanikan masal yang berlebihan ( buying panic ). Sebaliknya, krisis harus dimaknai sebagai momentum ujian kedaulatan untuk melawan intimidasi finansial global.

Indonesia adalah bangsa yang besar, tegar, dan telah teruji tahan banting menghadapi berbagai ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri. Kita sudah terbiasa berkarib dengan masa-masa sulit, dan sejarah membuktikan kita selalu berhasil melewatinya dengan kepala tegak. Saatnya kita percaya pada kekuatan kaki sendiri.

  • Penulis: Maryam Chalisa

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gelar Forum Komunikasi Kebijakan 2026, Kanwil Kemenkum Sumsel Perkuat Peran Analis Kebijakan

    Gelar Forum Komunikasi Kebijakan 2026, Kanwil Kemenkum Sumsel Perkuat Peran Analis Kebijakan

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Sumatera Selatan sukses menyelenggarakan Forum Komunikasi Kebijakan (FKK) dalam bentuk Policy Talks (21/5). Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Kapasitas Analis Kebijakan dalam Mewujudkan Kebijakan Publik yang Berkualitas di Provinsi Sumatera Selatan”. Acara berlangsung secara hybrid, bertempat secara luring di Aula Musi Kanwil Kemenkum Sumsel dan diikuti secara daring melalui […]

  • BPJS Ketenagekrjaan Tanggap Salurkan Santunan Korban Kebakaran di Paduppa Resort Bulukumba

    BPJS Ketenagekrjaan Tanggap Salurkan Santunan Korban Kebakaran di Paduppa Resort Bulukumba

    • 0Komentar

    Santunan klaim dari BPJS Ketenagakerjaan diserahkan secara simbolis kepada ahli waris korban kebakaran yang terjadi di kawasan Paduppa Resort, Kabupaten Bulukumba. Penyerahan santunan tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Bulukumba, H. Andi Edy Manaf, sebagai bentuk kepedulian pemerintah dan hadirnya negara melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pekerja. Dalam kegiatan tersebut, santunan diterima oleh […]

  • Pelatihan Sertifikasi Mediator Kekayaan Intelektual, Kanwil Kemenkum Babel Ikuti Kegiatan di Jakarta

    Pelatihan Sertifikasi Mediator Kekayaan Intelektual, Kanwil Kemenkum Babel Ikuti Kegiatan di Jakarta

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung mengikuti pelatihan sertifikasi Mediator Kekayaan Intelektual yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Kegiatan ini diadakan di Hotel Grand Mercure Harmoni Jakarta pada tanggal 5 hingga 8 April 2026, dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas mediator dalam penyelesaian sengketa yang berkaitan dengan kekayaan intelektual. Pelatihan yang dilaksanakan dalam […]

  • Kabid AHU Kemenkum Sumsel Tekankan Sinergitas Pegawai Untuk Kinerja yang Produktif

    Kabid AHU Kemenkum Sumsel Tekankan Sinergitas Pegawai Untuk Kinerja yang Produktif

    • 0Komentar

    Kepala Bidang Administrasi Hukum Umum, Gunawan, memberikan arahan kepada seluruh jajaran pegawai untuk senantiasa menjaga silaturahmi dan memperkuat kebersamaan dalam pelaksanaan apel pagi yang digelar di lapangan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan, Senin (13/4). Dalam arahannya, Gunawan menekankan bahwa sinergitas antar pegawai bukan hanya menjadi bagian dari nilai sosial, tetapi juga berperan penting dalam […]

  • Peringati Hari Pengayoman ke-81, Kanwil Kemenkum Babel Salurkan Bantuan ke Panti Asuhan Baiturrahmah Annur

    Peringati Hari Pengayoman ke-81, Kanwil Kemenkum Babel Salurkan Bantuan ke Panti Asuhan Baiturrahmah Annur

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung menggelar kegiatan bakti sosial di Panti Sosial Asuhan Anak Baiturrahmah Annur, Pangkal Pinang, Kamis (30/7/2026). Kegiatan bertajuk Kanwil Kemenkum Babel Peduli tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus bagian dari rangkaian peringatan Hari Pengayoman ke-81. Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung, Johan […]

  • Menuju IRH 2027, Kemenkum Sumsel Ikuti Mekanisme Penilaian IRH secara Virtual

    Menuju IRH 2027, Kemenkum Sumsel Ikuti Mekanisme Penilaian IRH secara Virtual

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan mengikuti rapat sosialisasi mekanisme penilaian dan penyiapan data dukung Indeks Reformasi Hukum (IRH) Tahun 2027 secara virtual, Jumat (2/10). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) melalui pelaksanaan reformasi hukum di daerah. Kegiatan dibuka oleh Ketua Tim Sekretariat Nasional (TSN), Muhammad Ilham […]

expand_less