Breaking News
light_mode

Menkum Luncurkan Etalase Produk Indikasi Geografis di E-commerce

  • account_circle Maryam Chalisa
  • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
  • print Cetak

Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas resmi meluncurkan Etalase Produk Indikasi Geografis Indonesia di Aplikasi Tokopedia dan TikTok Shop pada Kamis, 2 Juli 2026 di Graha Pengayoman Jakarta. Etalase hasil kolaborasi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) dengan Tokopedia dan TikTok Shop tersebut menjadi upaya memperluas pemasaran produk Indikasi Geografis sekaligus meningkatkan nilai ekonominya melalui platform digital.

Etalase ini merupakan ruang promosi nasional pertama yang secara khusus menghimpun dan memasarkan produk-produk indikasi geografis Indonesia dalam satu platform digital. Melalui etalase tersebut, masyarakat tidak hanya dapat memperoleh produk indikasi geografis yang autentik, tetapi juga dapat mengakses informasi mengenai asal-usul, karakteristik, reputasi, serta jaminan keaslian produk yang telah memperoleh pelindungan hukum.

Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Hermansyah Siregar menyampaikan, peluncuran Etalase Produk Indikasi Geografis Indonesia menjadi wujud transformasi layanan DJKI yang tidak berhenti pada pemberian pelindungan hukum. Menurutnya, pelindungan tersebut harus mampu mendorong pemanfaatan ekonomi sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di daerah asal produk.

“Peluncuran Etalase Produk Indikasi Geografis Indonesia merupakan bukti bahwa pelindungan kekayaan intelektual tidak berhenti pada penerbitan sertifikat. Tugas negara adalah memastikan pelindungan tersebut memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat melalui perluasan akses pasar dan peningkatan daya saing produk unggulan daerah,” ujar Hermansyah.

Ia menambahkan, kehadiran etalase tersebut menjadi langkah strategis DJKI dalam membangun ekosistem yang menghubungkan pelindungan hukum dengan pemasaran digital. Dengan demikian, produk-produk indikasi geografis diharapkan semakin dikenal, dipercaya, dan mampu bersaing di pasar nasional maupun global.

Hingga saat ini, Indonesia telah memiliki 271 produk indikasi geografis terdaftar yang terdiri atas 255 produk indikasi geografis dalam negeri dan 16 produk dari luar negeri. Capaian tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara dengan jumlah produk indikasi geografis terdaftar terbanyak di kawasan ASEAN sekaligus menunjukkan besarnya potensi produk unggulan daerah untuk terus dikembangkan.

Direktur Merek dan Indikasi Geografis Fajar Sulaeman Taman menjelaskan bahwa peluncuran etalase ini merupakan tindak lanjut komitmen DJKI untuk memperluas akses pasar bagi pemegang hak indikasi geografis. Sebelum peluncuran, DJKI juga telah memfasilitasi pendampingan kepada para pemilik indikasi geografis agar dapat membuka toko dan mengunggah produknya ke Tokopedia dan TikTok Shop sehingga dapat bergabung dalam etalase tersebut.

“Etalase Produk Indikasi Geografis Indonesia menjadi ruang promosi bersama bagi seluruh produk. Kami berharap semakin banyak pemegang hak indikasi geografis yang memanfaatkan platform ini sehingga produk unggulan daerah semakin dikenal masyarakat, memperoleh kepercayaan konsumen, dan memiliki daya saing yang lebih kuat,” kata Fajar.

Sementara itu, Fajar menyampaikan, bagi masyarakat yang ingin mendapatkan produk indikasi geografis yang autentik dapat mengunjungi etalase digital tersebut pada menu Beli Lokal Tokopedia dan TikTok Shop. Kehadiran etalase diharapkan mampu memperkuat branding produk unggulan daerah sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi petani, nelayan, pengrajin, pelaku usaha, dan masyarakat di wilayah asal produk.

Melalui Etalase Produk Indikasi Geografis Indonesia, DJKI berharap pelindungan hukum terhadap indikasi geografis dapat berjalan seiring dengan pemanfaatan ekonomi yang berkelanjutan. Inisiatif ini menjadi bagian dari transformasi layanan Kementerian Hukum yang tidak hanya memberikan kepastian hukum, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi melalui penguatan ekosistem kekayaan intelektual nasional.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung, Johan Manurung, siap mendukung penuh inovasi ini. Bangka Belitung memiliki sejumlah potensi produk Indikasi Geografis yang bernilai tinggi dan mencerminkan kekayaan alam serta kearifan lokal masyarakat.

“Dengan adanya etalase produk Indikasi Geografis di e-commerce, kami berharap produk-produk unggulan daerah semakin dikenal, terlindungi, dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” pungkas Johan.

  • Penulis: Maryam Chalisa

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketika “Bumi Mendekati Langit”

    Ketika “Bumi Mendekati Langit”

    • 0Komentar

    Oleh: Prof. Dr. H. Nurhidayat M. Said, M.A (Ketua Lembaga Dakwah IMMIM (LADIM) Ada saat-saat tertentu dalam perjalanan waktu ketika jarak antara langit dan bumi terasa begitu tipis. Bukan karena langit turun secara fisik, dan bukan pula bumi yang naik mendekatinya, tetapi karena hati manusia sedang berada pada titik paling peka untuk merasakan kehadiran Tuhan. […]

  • CONTEXT CUTTING: JK Menistakan Agama?

    CONTEXT CUTTING: JK Menistakan Agama?

    • 0Komentar

    (Ketika Makna Dipenggal, Kebenaran Diputar, dan Nama Baik Dipertaruhkan) Oleh: Munawir Kamaluddin Ada masa ketika kata-kata tidak lagi dibaca sebagai pesan, tetapi sebagai alat untuk menyerang. Ada zaman ketika kalimat tidak lagi dipahami secara utuh, melainkan dipotong, dipilih, lalu dipelintir agar sesuai dengan kepentingan. Dan lebih mengkhawatirkan lagi, ada manusia yang tidak lagi mencari kebenaran, […]

  • Malaysia Resmi Batalkan Perjanjian Perdagangan Timbal Balik dengan AS

    Malaysia Resmi Batalkan Perjanjian Perdagangan Timbal Balik dengan AS

    • 0Komentar

    Malaysia resmi menarik diri dari perjanjian perdagangan timbal balik dengan Amerika Serikat. Ia menjadi negara pertama yang membatalkan kesepakatan yang sebelumnya dinegosiasikan dalam kerangka strategi tarif timbal balik Washington. Langkah ini dinilai berpotensi memicu negara lain untuk meninjau ulang perjanjian serupa. Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia Johari Abdul Ghani pada Minggu (15/3) menyatakan bahwa […]

  • Kemenkum Sumsel Dorong Posbankum Aktif Layani Masyarakat

    Kemenkum Sumsel Dorong Posbankum Aktif Layani Masyarakat

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan melalui Tim Penyuluh Hukum melaksanakan penyuluhan hukum mengenai Pos Bantuan Hukum (Posbankum) dan Gangguan terhadap Ketertiban Umum berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) di Kantor Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Rabu (7/10). Kegiatan dihadiri Camat Talang Kelapa Salinan, Sekretaris Camat Talang Kelapa Herlambang […]

  • Kanwil Kemenkum Sumsel Gencarkan Sosialisasi Perseroan Perorangan bagi UMKM Binaan Disperindag ESDM Muara Enim

    Kanwil Kemenkum Sumsel Gencarkan Sosialisasi Perseroan Perorangan bagi UMKM Binaan Disperindag ESDM Muara Enim

    • 0Komentar

    Dalam rangka mendukung target nasional pendirian Perseroan Perorangan Tahun 2026, Divisi Pelayanan Hukum Bidang Pelayanan Administrasi Hukum Umum (AHU) Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan melaksanakan koordinasi dan sosialisasi layanan Perseroan Perorangan di Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Kabupaten Muara Enim, Rabu (10/06/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kepala Dinas […]

  • Polres Gowa Bagikan 150 Helm, Edukasi Warga Tertib Lalu Lintas

    Polres Gowa Bagikan 150 Helm, Edukasi Warga Tertib Lalu Lintas

    • 0Komentar

    Kapolres Gowa, AKBP Muhammad Aldy Sulaiman turun langsung ke jalan membagikan helm kepada sejumlah pengendara motor, sekaligus mengedukasi warga agar taat dalam berkendara. Kegiatan ini merupakan bagian dari aksi simpatik  yang digelar Satuan Lalu Lintas Polres Gowa dengan membagikan helm gratis kepada pengendara motor di dua titik, yakni di Jalan Beringin dan perempatan Jalan Usman […]

expand_less