Breaking News
light_mode

Ketika Luka Duka Dipercaya Menjadi Penggerek Kemerdekaan

  • account_circle Maryam Chalisa
  • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
  • print Cetak

Penulis: Abbas Selong

Penasehat DPD LSM Maung (Monitor Aparatur Untuk Negara dan Golongan) Sulawesi Selatan

Judul diatas terasa menjadi satu kalimat yang menampar sekaligus menyembuhkan, karena kemerdekaan adalah lambang kemenangan, harapan dan kebebasan.

Selama ini kita mengira luka duka itu musuh, kita kira luka duka datang untuk melemahkan, kita sangka dia datang untuk merobohkan, padahal dia datang untuk menggerek kita keluar dari tempat yang sempit.

Bukti sejarah yang ternyata:

Ternyata, luka duka penjajahan menggerek lahirnya Sumpah Pemuda dan Proklamasi.

Ternyata, luka duka kelaparan 1960-an menggerek lahirnya Swasembada Pangan.

Ternyata, luka duka krisis 1998 menggerek lahirnya Reformasi dan Demokrasi.

Kalau luka duka tidak dipercaya, hasilnya cuma dua: diam atau menyalahkan, tapi kalau luka duka dipercaya, hasilnya: bergerak dan membangun.

Tanpa luka duka itu, kita mungkin masih tidur nyaman dalam penjajahan, luka duka itu yang memaksa kita bangun.

Luka duka itu menjadi bukti bahwa kita pernah bertarung, luka duka itu menjadi bukti bahwa kita masih punya hati.

Luka duka yang dipercaya menjadi penggerek kemerdekaan itu adalah bukti bahwa luka duka itu punya fungsi.

Jadi kalau hari ini masih terasa sakit, itu artinya Tuhan belum selesai menggerek kita kearah yang lebih merdeka.

Untuk itu:

Jangan takut sama luka, dia adalah tukang yang tugasnya menggererek kita ke atas.

Kemerdekaan tidak pernah lahir dari zona nyaman. Dia selalu lahir dari luka duka yang menolak menyerah.

Kita merdeka secara politik, tapi belum merdeka dari korupsi, kemiskinan dan ketidakadilan.

Jangan jadikan 17 Agustus hanya karnaval, jangan lupa darah para syuhada karena ada luka duka sejarah yang belum sembuh.

Tahun ini, ketika kemerdekaan di gerek luka duka, kita tidak bisa hanya bertepuk tangan. Kita harus bertanya: sudahkah kemerdekaan ini dirasakan oleh petani, nelayan dan guru honorer?.

Merah putih tetap dikibarkan, tetapi didada kita ada pita hitam. Karena kemerdekaan tanpa keadilan adalah kemerdekaan yang di gerek luka duka.

Para pendiri bangsa ini tidak merdeka karena lagi bahagia, mereka merdeka karena luka duka terlalu lama dijajah.

Jadi luka duka bukan untuk diratapi, tapi untuk mendorong dan menggerek kita tumbuh dan maju kedepan.

Kemerdekaan bukan hadiah, ia lahir dari rahim luka duka yang menolak menyerah, selama masih ada luka duka di negeri ini, maka tugas kemerdekaan kita belum selesai, jadikan luka duka sebagai penggerek, bukan pemberat langkah.

Luka duka datang bukan untuk ditangisi, ia mengetuk pintu meminta dipercaya,

Jadi merayakan 17 Agustus bukan berarti melupakan luka duka, tapi merayakan sambil menjawab luka duka itu. Dia bukan beban tapi energy untuk menarik kita ketanah merdeka.

Bendera tetap merah putih, tapi di dalamnya ada air mata, air mata yang tidak melemahkan, melainkan menguatkan genggaman.

Maka, jangan tanya kapan luka duka itu pergi, tapi tanyakan: sudahkah kita percaya padanya untuk menggerek roda sejarah menuju Indonesia yang lebih merdeka. Karena sejatinya kemerdekaan lahir dari rahim luka duka yang dipercaya.

Duka datang tidak mengetuk, dia mendobrak pintu dan tinggalkan luka di dada yang tadinya tenang dan di tanah yang tadinya dijaga.

Tidak apa-apa kalau hari ini lemah dan diremehkan, tidak apa-apa kalau air mata jatuh, karena kemerdekaan sejati juga lahir dari bangsa yang pernah terluka.

Obati dulu lukanya, usap dulu darahnya. Nanti, kalau sudah kuat kita pakai menggerek negeri ini berdiri lebih tegak.
Wsslm.absdbk.

  • Penulis: Maryam Chalisa

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCINU Mesir Gelar Tabligh Akbar Dalam Rangka Halalbihalal 1447 H

    PCINU Mesir Gelar Tabligh Akbar Dalam Rangka Halalbihalal 1447 H

    • 0Komentar

    Pada Jumat, 27 Maret 2026, PCINU Mesir menyelenggarakan Halalbihalal Idulfitri 1447H di Aula Masjid Al Salam, Nasr City, Kairo. Kegiatan dihadiri oleh Duta Besar RI, Kuncoro Waseso beserta sejumlah pejabat KBRI Kairo dan diikuti oleh lebih dari 500 peserta. Rangkaian kegiatan dibuka dengan penampilan grup shalawat An Nahdhah PCINU Mesir, serta diisi dengan Tabligh Akbar […]

  • Kanwil Kemenkum Babel Ikuti Pembekalan Posbankum Desa/Kelurahan Provinsi Riau Bahas Restorative Justice dalam KUHP Baru

    Kanwil Kemenkum Babel Ikuti Pembekalan Posbankum Desa/Kelurahan Provinsi Riau Bahas Restorative Justice dalam KUHP Baru

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung mengikuti kegiatan Pembekalan Pos Bantuan Hukum Desa/Kelurahan Provinsi Riau dengan tema “Restorative Justice dalam KUHP Baru: Dari Pembalasan Menuju Pemulihan Keadilan”, Selasa (02/06/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting tersebut diikuti oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung, Johan Manurung, Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan […]

  • Dari Suara Siswa Menuju Rekomendasi Kebijakan Sekolah

    Dari Suara Siswa Menuju Rekomendasi Kebijakan Sekolah

    • 0Komentar

    Salah satu keunikan kegiatan ini adalah tidak berhenti pada pameran dan diskusi semata. Hasil photovoice yang dihasilkan peserta didik selanjutnya dianalisis oleh tim Universitas Negeri Makassar untuk mengidentifikasi berbagai pengalaman, kebutuhan, tantangan, serta harapan siswa dalam proses pembelajaran. Temuan-temuan tersebut kemudian dirangkum dalam sebuah Policy Brief yang diserahkan secara resmi kepada pihak sekolah sebagai bentuk […]

  • Otoritas Negara dan Ironisme Khilafiyah Dalam Kehidupan Keagamaan

    Otoritas Negara dan Ironisme Khilafiyah Dalam Kehidupan Keagamaan

    • 0Komentar

    Oleh: Prof.Dr.Fatmawati Hilal suhufi (Guru Besar Fikih Siyasah, UIN Alauddin Makassar) Dalam lanskap kehidupan beragama di Indonesia, relasi antara negara dan organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan merupakan sebuah dinamika yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga ideologis dan epistemologis. Negara, dalam hal ini pemerintah, menempati posisi sebagai otoritas tertinggi yang bertanggung jawab menjaga keteraturan sosial, stabilitas […]

  • Pastikan Keamanan Bertanding, Ratusan Atlet Pencak Silat Maros Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

    Pastikan Keamanan Bertanding, Ratusan Atlet Pencak Silat Maros Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

    • 0Komentar

    Turnamen bergengsi Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Pencak Silat Kabupaten Maros resmi digelar di Gedung Serbaguna Maros. Ajang yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 1 hingga 3 Mei 2026 ini, diikuti oleh ratusan pesilat dari berbagai kelompok usia, mulai dari kalangan pelajar hingga dewasa. Turnamen ini menjadi magnet bagi para pencinta bela diri karena menjadi wadah […]

  • Dorong Kepastian Hukum hingga Mancanegara Kanwil Kemenkum Babel Sosialisasikan Layanan Apostille dan Legalisasi Dokumen

    Dorong Kepastian Hukum hingga Mancanegara Kanwil Kemenkum Babel Sosialisasikan Layanan Apostille dan Legalisasi Dokumen

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung menggelar kegiatan Sosialisasi Layanan Apostille dan Legalisasi Dokumen di Balai Pengayoman. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penyebarluasan informasi layanan Administrasi Hukum Umum kepada masyarakat dan instansi terkait di wilayah Kepulauan Bangka Belitung, Senin (20/04/2026). Kegiatan dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Babel, Johan Manurung, Kepala Divisi Pelayanan […]

expand_less