Opini
DEMOKRASI DI PERSIMPANGAN: Antara Bayang-Bayang Kekuasaan dan Harapan Rakyat
- 0Komentar
(Bagian II: Reformasi yang Tertahan, Siapa Takut Perubahan?) Oleh: Munawir Kamaluddin Jika pada bagian pertama kita menyaksikan bagaimana hukum perlahan kehilangan wibawanya, maka kini pertanyaan yang lebih dalam dan tidak kalah penting muncul ke permukaan, mengapa perbaikan begitu sulit terjadi, padahal hampir semua orang menginginkannya?. Reformasi bukanlah istilah baru dalam perjalanan bangsa ini. Ia telah […]
Dari Pangan Bergizi Menuju Kecerdasan Bangsa: Momentum Besar Mengawal Masa Depan Indonesia
- 0Komentar
Oleh: Dr. Ir. Abdul Rivai Ras, M.M., M.S., M.Si., IPU. (Ketua Umum APPMBGI) Bangsa yang besar tidak dibangun hanya oleh gedung-gedung tinggi, jalan tol yang panjang, atau pertumbuhan ekonomi yang impresif. Fondasi sejatinya terletak pada kualitas manusianya. Dan kualitas manusia selalu dimulai dari satu hal paling mendasar: gizi yang baik sejak dini. Karena itu, Program […]
DEMOKRASI DI PERSIMPANGAN: Antara Bayang-Bayang Kekuasaan dan Harapan Rakyat
- 0Komentar
(Bagian I: Ketika Hukum Mulai Kehilangan Wibawa) Oleh: Munawir Kamaluddin Ada masa ketika hukum berdiri setegak mercusuar, memberi arah di tengah gelap, menenangkan yang lemah, sekaligus mengingatkan yang kuat agar tidak melampaui batas. Ia bukan sekadar aturan, tetapi harapan, bukan hanya teks, melainkan rasa keadilan yang hidup dalam kesadaran bersama. Namun hari ini, tanpa banyak […]
”HORMUZ & PERANG: Jalur Sempit yang Bisa Menjatuhkan Kekuatan Besar Dunia,….Lalu Bagaimana dengan Indonesia?”
- 0Komentar
Oleh: Munawir Kamaluddin Coba bayangkan sebuah tempat yang sempit, jauh dari kita, namun diam-diam menentukan hidup banyak orang di seluruh dunia. Ia bukan kota besar, bukan pusat teknologi, dan bukan pula ibu kota negara adidaya. Ia hanyalah sebuah jalur laut. Namun dari sanalah, arah ekonomi global bisa berubah seketika. Itulah Selat Hormuzhari ini, kecil secara […]
Otoritas Negara dan Ironisme Khilafiyah Dalam Kehidupan Keagamaan
- 0Komentar
Oleh: Prof.Dr.Fatmawati Hilal suhufi (Guru Besar Fikih Siyasah, UIN Alauddin Makassar) Dalam lanskap kehidupan beragama di Indonesia, relasi antara negara dan organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan merupakan sebuah dinamika yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga ideologis dan epistemologis. Negara, dalam hal ini pemerintah, menempati posisi sebagai otoritas tertinggi yang bertanggung jawab menjaga keteraturan sosial, stabilitas […]
Kembali ke Titik Nol
- 0Komentar
Oleh: Prof. Dr. H. Nurhidayat M. Said, M.A (Ketua Lembaga Dakwah IMMIM (LADIM) Idul Fitri datang seperti fajar yang tidak sekadar menyingsingkan cahaya, tetapi juga membuka lembaran batin yang lama tertutup. Ia bukan hanya penanda berakhirnya puasa, melainkan panggilan halus untuk kembali, bukan ke masa lalu, tetapi ke asal mula diri: titik nol. Di sanalah […]
Lebaran yang Berbeda, Ilmu yang Sama: Memahami Hilal dalam Perspektif Sains dan Kebangsaan
- 0Komentar
Oleh: Prof. Dr. Ir. Jasruddin Daud, M.Si. (Ketua Majelis Guru Besar UNM) Perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri kembali hadir di tengah masyarakat Indonesia. Sebagian negara seperti Australia menetapkan Idul Fitri lebih awal, sementara pemerintah Indonesia menetapkan satu hari setelahnya. Di dalam negeri, perbedaan juga kerap terjadi antara organisasi keagamaan. Fenomena ini bukan hal baru, […]
Bona Fide (29): Mempercayai itu Murah
- 0Komentar
Oleh: Hamdan JuhannisRektor UIN Alauddin Pernahkah anda merasakan betapa beratnya kalau tidak dipercaya pada satu hal? Satu saja berat, apalagi kalau banyak hal. Itulah hidup, ketidakepercayaan tidak lahir dari ruang hampa. Ada proses dan ongkos sosial yang menyertainya. Rasa percaya kepada seseorang membutuhkan biaya lebih rendah dibanding mencurigainya. Menjadi orang yang terpercaya itu dasarnya adalah […]
Idul Fitri, Kembali ke Fitrah, Menguatkan Ukhuwah dan Kepedulian Sosial
- 0Komentar
Oleh: Dr. KH. Masrur Makmur La Tanro (Ketua MUI Provinsi Bali, Presidium IAPIM, dan Ketua ISMI Bali) Idul Fitri merupakan salah satu hari besar dalam Islam yang dirayakan setiap tanggal 1 Syawal, setelah umat Muslim menunaikan ibadah puasa selama bulan Ramadhan. Hari ini bukan sekadar perayaan, melainkan momentum spiritual yang sarat makna—kembali kepada kesucian (fitrah), […]
Kalau Fikih dan Syariah Tabrakan, Ambil Syariahnya Buang Fikihnya.
- 0Komentar
Oleh: Abd Rauf Muhammad Amin (Dekan Fakutas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Alauddin, Guru Besar Usul Fikih UIN Alauddin, Doktor Usul Fikih Universitas Al azhar Kairo-Mesir) Hisab dan Rukyat adalah metode hukum. Seragam puasa dan lebaran dalam satu daerah atau negara adalah tujuan hukum. Keseragaman berpuasa dan berlebaran bukan wilayah ijtihad tapi dia adalaha […]

