Breaking News
light_mode

Bona Fide (29): Mempercayai itu Murah

  • account_circle Maryam Chalisa
  • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
  • print Cetak


Oleh: Hamdan Juhannis
Rektor UIN Alauddin

Pernahkah anda merasakan betapa beratnya kalau tidak dipercaya pada satu hal? Satu saja berat, apalagi kalau banyak hal. Itulah hidup, ketidakepercayaan tidak lahir dari ruang hampa. Ada proses dan ongkos sosial yang menyertainya.

Rasa percaya kepada seseorang membutuhkan biaya lebih rendah dibanding mencurigainya. Menjadi orang yang terpercaya itu dasarnya adalah itikad baik. Itikad baik itulah yang membangun “track record” seseorang. Track record itu yang kemudian menjadi jaminan kepercayaan.

Kita menengok praktek transaksi dalam kehidupan sosial. Ternyata, bertransaksi dengan orang yang dipercaya cenderung efisien. Orang tidak membutuhkan banyak waktu untuk bersepakat dengan orang yang selalu memiliki itikad baik. Orang tidak membutuhkan banyak lembaran aturan untuk “deal” dengan mereka yang memiliki track record yang baik.

Bahkan dengan menjadi terpercaya, penghematan ongkos dimulai dengan tidak perlunya membeli materai pada surat perjanjian karena sering tidak dibutuhkan. Jadinya, tingkat keterpercayaan bisa menyederhanakan administrasi.

Berbeda dengan rasa curiga dalam berbagai transaksi kehidupan. Untuk mencurigai dibutuhkan perangkat yang lebih kompleks, diantaranya perangkat rasa “ketidaknyamanan”, “ketidaktenangan”, atau “kewaspadaan”.

Berbeda dengan mempercayai, memenuhi rasa curiga itu membutuhkan radar pengintai, mata-mata, atau spionase untuk memuaskan rasa curiga yang berkecamuk. Berbeda dengan mempercayai yang berakhir dengan tanda baca “titik”, mencurigai sering menggunakan tanda “koma.”

Karena menggunakan tanda koma, maka mencurigai seseorang itu membutuhkan kalimat panjang berupa ulasan atau analisa. Bahasan panjang itu akan berlanjut selama kecurigaan itu masih berlangsung.

Berbeda dengan orang yang mempercayai yang memiliki kemurahan hati, orang yang sering mencurigai memikul beban psikologis yang berat. Hidup dengan orang yang dipercayai memiliki banyak kemudahan, sementara dengan orang yang dicurigai mengakibatkan banyak kelelahan. Seorang anak muda memberanikan diri untuk melamar perempuan idamannya.

Orang tua perempuan itu bertanya berapa kesanggupan uang belanjanya (uang panai). Anak muda itu berkata, hanya satu juta rupiah. Kembalilah ke rumahmu dan ceklah apalagi yang kamu punya, kata calon mertuanya. Tidak lama, pemuda itu datang lagi menyampaikan bahwa dia hanya punya tiga sisir pisang kepok di rumah kosnya.

Calon mertuanya mengatakan karena saya percaya itikad baikmu, maka saya terima lamaranmu dengan uang panai sebanyak “satu juta tiga sisir.” Itulah, menjadi bonafit (terpercaya), selalu bedasar dari bona fide (itikad baik).

  • Penulis: Maryam Chalisa

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kanwil Kemenkum Babel Tingkatkan Kinerja Pegawai Non ASN Melalui Rapat Pengelolaan Sumber Daya Manusia

    Kanwil Kemenkum Babel Tingkatkan Kinerja Pegawai Non ASN Melalui Rapat Pengelolaan Sumber Daya Manusia

    • 0Komentar

    Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung, Johan Manurung, melaksanakan rapat bersama Koperasi Pemasaran Pengayoman dan Pegawai Non ASN/Pegawai Alih Daya bertempat di Ruang Rapat lantai II, Rabu (06/05/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk membahas pengelolaan dan peningkatan kualitas kinerja pegawai serta penataan sistem kerja yang lebih efektif. Hadir dalam kegiatan ini Kepala Bidang Tata […]

  • Kanwil Kemenkum Babel Hadiri Audiensi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual untuk Pemetaan Merek Kolektif Koperasi Desa Merah Putih secara Daring

    Kanwil Kemenkum Babel Hadiri Audiensi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual untuk Pemetaan Merek Kolektif Koperasi Desa Merah Putih secara Daring

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung mengikuti kegiatan rapat audiensi yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual dalam rangka pemenuhan rencana aksi pemetaan potensi merek kolektif yang berasal dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah dalam mendorong perlindungan kekayaan intelektual berbasis komunitas, khususnya pada sektor koperasi di tingkat […]

  • Apel Pagi Kanwil Kemenkum Babel, Perkuat Disiplin, Integritas, dan Kualitas SDM

    Apel Pagi Kanwil Kemenkum Babel, Perkuat Disiplin, Integritas, dan Kualitas SDM

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan apel pagi di halaman kantor wilayah, Senin (24/8/2026). Kegiatan tersebu t menjadi sarana penguatan disiplin, penyampaian arahan pimpinan, sekaligus konsolidasi pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat. Apel pagi dipimpin Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum (P3H) Kanwil Kemenkum Babel, Rahmat Fery Pontoh, mewakili Kepala Kantor Wilayah […]

  • Kemenkum Sumsel Dukung Transformasi Digital Layanan Hukum

    Kemenkum Sumsel Dukung Transformasi Digital Layanan Hukum

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan menyatakan dukungan penuh terhadap transformasi digital layanan hukum yang tengah dikembangkan Kementerian Hukum guna menghadirkan pelayanan yang lebih mudah, cepat, dan terintegrasi. Komitmen tersebut tercermin melalui keikutsertaan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan, Maju Amintas Siburian, dalam Forum Pengaduan Pelayanan Publik ‘PASTI ADA SOLUSI’ Episode 10 Edisi Kolaborasi […]

  • Akademisi UIII & Unusia Luncurkan Buku Istiqlal untuk Dunia

    Akademisi UIII & Unusia Luncurkan Buku Istiqlal untuk Dunia

    • 0Komentar

    Akademisi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) sekaligus Intelektual Muda Nahdlatul Ulama, Dr. Muhammad Aras Prabowo, resmi meluncurkan buku Istiqlal untuk Dunia pada rangkaian Rukun Festival 2026, Sabtu (12/7/2026). Buku yang ditulis bersama Farid F. Saenong Akademisi Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) dan dieditori Mas’ud Halimin tersebut menawarkan perspektif baru mengenai peran Masjid Istiqlal sebagai pusat […]

  • Milad ke-22 RS Ibnu Sina Makassar, Gelar Donor Darah dan Sunatan Massal Gratis untuk Masyarakat

    Milad ke-22 RS Ibnu Sina Makassar, Gelar Donor Darah dan Sunatan Massal Gratis untuk Masyarakat

    • 0Komentar

    Memeriahkan Milad ke-22, Rumah Sakit Ibnu Sina Yayasan Wakaf (YW) UMI Makassar menggelar kegiatan sosial berupa donor darah dan sunatan massal gratis, Senin (4/5/2026). Mengusung tema “Melayani Anda adalah Ibadah bagi Kami,” kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta donor darah dan 56 anak yang mengikuti sunatan massal. Ketua panitia, dr. Muhammad Alim Jaya, menjelaskan bahwa […]

expand_less