Breaking News
light_mode

I’tikaf di 10 Hari Terakhir Ramadhan, Mencari Kedekatan dengan Allah

  • account_circle Maryam Chalisa
  • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
  • print Cetak

Oleh: Dr. KH. Masrur Makmur La Tanro (Ketua MUI Provinsi Bali, Presidium IAPIM, dan Ketua ISMI Bali)

Bulan Ramadhan adalah bulan penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan kualitas ibadah. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada masa ini adalah I’tikaf, yaitu berdiam diri di masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui berbagai bentuk ibadah.

Secara bahasa, i’tikaf berarti menetap atau berdiam diri pada suatu tempat. Dalam istilah syariat, i’tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat beribadah kepada Allah SWT dalam waktu tertentu.

I’tikaf bukan sekadar tinggal di masjid, tetapi merupakan momentum untuk memutus sejenak hubungan dengan kesibukan dunia dan memusatkan hati hanya kepada Allah. Dalam suasana ini, seorang Muslim memperbanyak ibadah seperti:Shalat sunnah, Membaca Al-Qur’an; Berdzikir dan berdoa; Muhasabah (introspeksi diri); Memperbanyak istighfar

Rasulullah SAW memberikan teladan yang sangat kuat dalam menghidupkan sepuluh hari terakhir Ramadhan. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Nabi selalu melakukan i’tikaf pada hari-hari tersebut.

Diriwayatkan dari Aisyah RA, beliau berkata: “Rasulullah SAW beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan hingga beliau wafat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hal ini menunjukkan bahwa i’tikaf merupakan amalan yang memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi.

Salah satu tujuan utama i’tikaf adalah mencari malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Malam ini diyakini terjadi pada salah satu malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan.

Pada malam tersebut, Allah menurunkan keberkahan, rahmat, dan pengampunan bagi hamba-hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam ibadah. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan kesungguhan ibadah pada masa ini.

I’tikaf memiliki banyak hikmah dalam kehidupan spiritual seorang Muslim, di antaranya: Mendekatkan diri kepada Allah

Dengan menjauh dari hiruk pikuk dunia, hati menjadi lebih tenang dan fokus kepada ibadah; Melatih kesederhanaan dan pengendalian diri

I’tikaf mengajarkan kita untuk hidup sederhana dan tidak terikat pada kenyamanan dunia; Membersihkan hati dan jiwa. Dzikir, doa, dan tilawah Al-Qur’an selama i’tikaf membantu membersihkan hati dari kesombongan, iri, dan sifat buruk lainnya; Momentum muhasabah, I’tikaf memberi kesempatan untuk merenungi perjalanan hidup, memperbaiki kesalahan, dan merencanakan perubahan ke arah yang lebih baik.

Di tengah kesibukan kehidupan modern, i’tikaf menjadi kesempatan langka untuk berhenti sejenak dari rutinitas dunia. Masjid menjadi ruang spiritual yang menenangkan, tempat hati kembali terhubung dengan Sang Pencipta.

Bagi sebagian orang yang tidak dapat i’tikaf penuh sepuluh hari, mereka tetap dapat mengambil bagian dengan i’tikaf beberapa malam atau beberapa jam, terutama pada malam-malam ganjil.

Sepuluh hari terakhir Ramadhan adalah puncak perjalanan spiritual seorang Muslim dalam bulan suci. I’tikaf menjadi sarana untuk memperdalam hubungan dengan Allah, memperbanyak ibadah, dan memohon ampunan atas segala dosa.

Semoga melalui i’tikaf, hati kita menjadi lebih bersih, iman semakin kuat, dan kita termasuk hamba yang mendapatkan keberkahan Lailatul Qadar.

Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga perjalanan kembali kepada Allah dengan hati yang lebih suci.

Wallahu Waliyyul Muttaqien

  • Penulis: Maryam Chalisa

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menag: Media Harus Jadi Perekat Persatuan dan Penjaga Keseimbangan Informasi

    Menag: Media Harus Jadi Perekat Persatuan dan Penjaga Keseimbangan Informasi

    • 0Komentar

    Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menegaskan pentingnya peran media massa dalam menjaga persatuan bangsa di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan media sosial. Hal itu disampaikannya dalam bincang-bincang bersama sejumlah media di Makassar yang turut dihadiri Ketua PWI Sulawesi Selatan terpilih, Suwardi Thahir, Ahad (14/6/2026). Kegiatan tersebut juga dihadiri Direktur Utama Harian Fajar Faisal Palapa, […]

  • Tingkatkan Pemahaman Penilaian IRH, Kemenkum Sumsel Libatkan Pemerintah Daerah

    Tingkatkan Pemahaman Penilaian IRH, Kemenkum Sumsel Libatkan Pemerintah Daerah

    • 0Komentar

    Dalam rangka mendorong peningkatan kualitas kebijakan hukum dan penguatan pelaksanaan reformasi hukum di daerah, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan menggelar Rapat Sosialisasi Variabel Indeks Reformasi Hukum (IRH), Selasa (22/09/2026), bertempat di Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum Kemenkum Sumsel, Nur’Ainun. Dalam kegiatan […]

  • Forum Komisi XIII DPR RI di Musi Rawas, Kemenkum Sumsel Ungkap Aduan Pelanggaran KI Masih Minim

    Forum Komisi XIII DPR RI di Musi Rawas, Kemenkum Sumsel Ungkap Aduan Pelanggaran KI Masih Minim

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan mengikuti Forum Komunikasi Bidang Hukum tentang Layanan Kekayaan Intelektual bersama Anggota Komisi XIII DPR RI di Kabupaten Musi Rawas. Kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) ini diikuti sekitar 150 peserta dari unsur pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan tokoh masyarakat (10/7). Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Kanwil Kemenkum […]

  • Menag Dorong Mahasiswa Kedokteran UIN Jadikan Al-Qur’an Inspirasi Riset

    Menag Dorong Mahasiswa Kedokteran UIN Jadikan Al-Qur’an Inspirasi Riset

    • 0Komentar

    Menteri Agama RI Nasaruddin Umar mendorong mahasiswa kedokteran di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan penelitian. Pesan tersebut disampaikan saat memberikan kuliah perdana bagi mahasiswa baru Fakultas Kedokteran PTKIN Tahun Akademik 2026/2027 secara hibrida, Selasa (1/9/2026). Kuliah perdana yang berlangsung di Auditorium Prof. MK. […]

  • Kanwil Kementerian Hukum Bangka Belitung Gelar Edukasi dan Diseminasi Paten di Universitas Bangka Belitung

    Kanwil Kementerian Hukum Bangka Belitung Gelar Edukasi dan Diseminasi Paten di Universitas Bangka Belitung

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan kegiatan Edukasi dan Diseminasi Kekayaan Intelektual Paten di Wilayah yang berlangsung di Gedung Rektorat Universitas Bangka Belitung (UBB), Kamis (4/6). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran sivitas akademika mengenai pentingnya perlindungan kekayaan intelektual, khususnya paten, sebagai bagian dari upaya mendorong inovasi dan hilirisasi hasil penelitian. Kegiatan […]

  • Otoritas Negara dan Ironisme Khilafiyah Dalam Kehidupan Keagamaan

    Otoritas Negara dan Ironisme Khilafiyah Dalam Kehidupan Keagamaan

    • 0Komentar

    Oleh: Prof.Dr.Fatmawati Hilal suhufi (Guru Besar Fikih Siyasah, UIN Alauddin Makassar) Dalam lanskap kehidupan beragama di Indonesia, relasi antara negara dan organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan merupakan sebuah dinamika yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga ideologis dan epistemologis. Negara, dalam hal ini pemerintah, menempati posisi sebagai otoritas tertinggi yang bertanggung jawab menjaga keteraturan sosial, stabilitas […]

expand_less