Breaking News
light_mode

Pastikan Tercapainya Universal Coverage Jamsostek, BPJAMSOSTEK Berikan Sosialisasi Sistem Keagenan PERISAI Kepada Seluruh Camat

  • account_circle Maryam Chalisa
  • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
  • print Cetak

PANGKEP, RAKYATSULSEL.CO – Kantor  BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Cabang Pangkajene dan Kepulauan menggelar sosialisasi manfaat program dan sistem keagenan PERISAI kepada seluruh Camat se-Kabupaten Pangkep dalam program 1 Agen per Kelurahan/Desa.

Kepala Kantor  BPJAMSOSTEK Cabang Pangkajene dan Kepulauan, Muliyati Nasrun menyampaikan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan untuk seluruh pekerja di Indonesia. “BPJS Ketenagakerjaan adalah untuk seluruh pekerja di Indonesia termasuk tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia,” tegasnya.

Dalam hal ini Mulya mengajak kepada Para Camat untuk untuk menjadi bagian dari program strategis ini yang merupakan turunan dari program strategis Bupati dan Wabup terpilih dalam rangka peningkatan kesejahteraan sosial dengan melindungi seluruh pekerja di wilayah masing-masing dengan program BPJS Ketenagakerjaan.

Seluruh Camat diminta untuk merekrut agen PERISAI atau Penggerak Jaminan Sosial Indonesia BPJS Ketenagakerjaan. PERISAI adalah agen yang bertugas untuk mengedukasi, mensosialisasikan, serta memberikan pemahaman program BPJAMSOSTEK kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Asisten I Setda Kabupaten Pangkep Drs. Thamrin Taba, M.Pd “Masih banyak masyarakat di desa yang belum tau program BPJAMSOSTEK, dengan menunjuk agen PERISAI diharapkan program BPJAMSOSTEK dapat disebarluaskan sehingga peningkatan angka kepesertaan yang saat ini 39% dapat meningkat,” harapnya.

“BPJAMSOSTEK memiliki lima program, yang pertama Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), yang kedua Jaminan Kematian (JKM), ketiga Jaminan Hari Tua (JHT), keempat Jaminan Pensiun (JP) dan terakhir adalah Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP),” ucap Mulya.

Diketahui JKK merupakan manfaat berupa uang tunai dan/atau pelayanan kesehatan yang diberikan pada saat Peserta mengalami Kecelakaan Kerja atau penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kerja.

JKM memiliki manfaat uang tunai yang diberikan kepada ahli waris ketika peserta meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja.

JHT adalah program perlindungan yang diselenggarakan dengan tujuan untuk menjamin agar peserta menerima uang tunai apabila memasuki masa pensiun, mengalami cacat total tetap, atau meninggal dunia.

Mulya juga menambahkan coverage perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di Kabupaten Pangkep memang masih dikategorikan rendah. “Namun, saya yakin dengan partisipasi seluruh organisasi pemerintah daerah, Pemerintah kecamatan, Pemerintah Desa/Kelurahan kenaikan angka UCJ bisa kita capai” terangnya.

  • Penulis: Maryam Chalisa

Rekomendasi Untuk Anda

  • DJKI Dalami Tata Kelola Hak Cipta dan Royalti Bersama UK IPO

    DJKI Dalami Tata Kelola Hak Cipta dan Royalti Bersama UK IPO

    • 0Komentar

    Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual atau DJKI Kementerian Hukum menggelar pertemuan lanjutan dengan Departemen Hak Cipta United Kingdom Intellectual Property Office (UK IPO) di London, pada 6 Mei 2026. Pertemuan tersebut membahas adaptasi regulasi hak cipta di era digital, termasuk pengelolaan royalti, collective management organization (CMO) atau lembaga Manajemen Kolektif, hingga perkembangan regulasi kecerdasan buatan (AI). […]

  • Pastikan Layanan Terbaik, Tenaga Ahli Menag Bunyamin Yafid Hadiri Pelepasan 393 JCH Kloter 2 Sidrap

    Pastikan Layanan Terbaik, Tenaga Ahli Menag Bunyamin Yafid Hadiri Pelepasan 393 JCH Kloter 2 Sidrap

    • 0Komentar

    Suasana haru dan khidmat menyelimuti pelataran Rumah Jabatan Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) saat 393 Jamaah Calon Haji (JCH) Kloter 2 resmi dilepas untuk bertolak menuju Tanah Suci, Selasa (21/4/2026).  Di tengah prosesi tersebut, kehadiran Tenaga Ahli Menteri Agama RI, Dr. H. Bunyamin Yafid, Lc., M.H., menjadi perhatian khusus guna memastikan komitmen negara dalam melayani tamu […]

  • Menag Bertemu Duta Besar Mesir, Pastikan Kehadiran Grand Syekh Al-Azhar untuk IGIC 2026

    Menag Bertemu Duta Besar Mesir, Pastikan Kehadiran Grand Syekh Al-Azhar untuk IGIC 2026

    • 0Komentar

    Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., bersama panitia International Grand Imam Conference (IGIC) 2026 melakukan pertemuan dengan Duta Besar Republik Arab Mesir untuk Republik Indonesia. Pertemuan tersebut membahas koordinasi rencana penyampaian undangan kepada Grand Syekh Al-Azhar, Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb, untuk menghadiri IGIC 2026 yang berlangsung pada 25–28 September 2026 di […]

  • Kanwil Kemenkum Babel Ikuti Kick Off dan Orientasi Program Magang Nasional Batch 1 Angkatan 2 Tahun 2026

    Kanwil Kemenkum Babel Ikuti Kick Off dan Orientasi Program Magang Nasional Batch 1 Angkatan 2 Tahun 2026

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung mengikuti kegiatan Kick Off dan Orientasi Program Magang Nasional Batch 1 Angkatan 2 Tahun 2026 secara hibrida, Selasa (11/8/2026). Kegiatan diikuti langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung, Johan Manurung, bersama Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, N.A. Triandini Oscar; jajaran Analis SDM Aparatur, Arsiparis, […]

  • Kanwil Kemenkum Babel Ikuti Penilaian Mandiri SAKIP Tahun 2026 untuk Perkuat Akuntabilitas Kinerja

    Kanwil Kemenkum Babel Ikuti Penilaian Mandiri SAKIP Tahun 2026 untuk Perkuat Akuntabilitas Kinerja

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung mengikuti kegiatan Pelaksanaan Penilaian Mandiri Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Tahun 2026 yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu (01/04/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas akuntabilitas kinerja serta penguatan reformasi birokrasi di lingkungan Kemenkum. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung, […]

  • CONTEXT CUTTING: JK Menistakan Agama?

    CONTEXT CUTTING: JK Menistakan Agama?

    • 0Komentar

    (Ketika Makna Dipenggal, Kebenaran Diputar, dan Nama Baik Dipertaruhkan) Oleh: Munawir Kamaluddin Ada masa ketika kata-kata tidak lagi dibaca sebagai pesan, tetapi sebagai alat untuk menyerang. Ada zaman ketika kalimat tidak lagi dipahami secara utuh, melainkan dipotong, dipilih, lalu dipelintir agar sesuai dengan kepentingan. Dan lebih mengkhawatirkan lagi, ada manusia yang tidak lagi mencari kebenaran, […]

expand_less