Breaking News
light_mode

Di Forum PPMI Kairo, Dr. H. Bunyamin M. Yapid Paparkan Gagasan Strategis Prof. Nasaruddin Umar

  • account_circle Maryam Chalisa
  • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
  • print Cetak

Ratusan mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Kairo mengikuti seminar dan forum group discussion (FGD) yang mengangkat pemikiran Prof. Nasaruddin Umar. Kegiatan ini digelar di Baruga KKS, Kairo, dan dihadiri oleh Ketua PPMI, jajaran pengurus, serta para ketua kerukunan daerah dari berbagai provinsi di Indonesia.

Forum tersebut dipimpin oleh tenaga ahli Menteri Agama bidang kerja sama luar negeri sekaligus pembina komunitas Nasaruddin Umar Official, yang secara khusus memaparkan dan mengelaborasi gagasan-gagasan besar Prof. Nasaruddin Umar di hadapan mahasiswa Indonesia di Timur Tengah.

Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa pemikiran Prof. Nasaruddin Umar memiliki nilai strategis, namun kerap disalahpahami oleh publik. “Gagasan beliau itu sangat baik, tetapi ibarat pesawat, landasan pendaratannya belum sepenuhnya siap. Akibatnya, sering terjadi salah tafsir, bahkan dipolitisasi dan dibingkai secara negatif,” ujarnya.

Beberapa isu yang menjadi sorotan dalam diskusi antara lain pengelolaan dana umat, dana masjid, hingga konsep distribusi hewan kurban. Ia menjelaskan bahwa gagasan tersebut bukan untuk mengambil alih dana umat, melainkan untuk menata pengelolaan agar lebih efektif, transparan, dan memberikan manfaat yang lebih luas.

“Sering kali masyarakat memahami secara sepotong-sepotong. Padahal yang ingin dibangun adalah sistem yang lebih baik, berbasis asas kemanfaatan dan keadilan,” lanjutnya.

Ia juga mencontohkan praktik di sejumlah negara seperti Arab Saudi, di mana regulasi negara berperan aktif dalam menegakkan nilai-nilai keagamaan, termasuk kewajiban menutup toko saat waktu salat. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa implementasi gagasan keagamaan akan lebih optimal jika didukung kebijakan negara.

Pemilihan Kairo sebagai lokasi forum dinilai strategis, mengingat kota tersebut merupakan salah satu pusat studi Islam dunia. Mahasiswa Indonesia di Timur Tengah dianggap memiliki kapasitas intelektual untuk memahami gagasan-gagasan progresif dan kontekstual yang ditawarkan.

“Mahasiswa di sini relatif lebih siap memahami pemikiran yang mungkin melampaui zamannya. Apa yang hari ini ditolak, bisa jadi akan menjadi kebutuhan di masa depan,” katanya.

Dalam diskusi tersebut juga disinggung praktik pengelolaan kurban di negara-negara Eropa, di mana distribusi hewan kurban dilakukan melalui lembaga terpercaya untuk menjangkau wilayah yang lebih membutuhkan, bahkan lintas negara. Model ini dinilai sebagai salah satu contoh implementasi asas kemanfaatan yang lebih luas.

Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya sesi tanya jawab yang berlangsung dinamis. Para mahasiswa menunjukkan ketertarikan mendalam terhadap upaya kontekstualisasi ajaran Islam dalam menjawab tantangan zaman modern.

Forum ini diharapkan menjadi ruang intelektual yang mampu menjembatani pemikiran besar dengan pemahaman publik, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang kritis, terbuka, dan mampu menerjemahkan gagasan ke dalam kebijakan nyata demi kemaslahatan umat. (*)

  • Penulis: Maryam Chalisa

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mulai 1 Oktober, Merek dan Desain Industri Selesai 4 Bulan

    Mulai 1 Oktober, Merek dan Desain Industri Selesai 4 Bulan

    • 0Komentar

    Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual atau DJKI Kementerian Hukum kembali mempercepat layanan pendaftaran merek dan desain industri (DI). Mulai 1 Oktober 2026, permohonan Merek dan Desain Industri yang diterima sejak tanggal tersebut ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu paling lama empat bulan. Percepatan ini merupakan bagian dari komitmen DJKI untuk menghadirkan layanan kekayaan intelektual (KI) yang semakin […]

  • Kakanwil Kemenkum Sumsel Berikan Penghargaan kepada Tiga Pegawai Teladan

    Kakanwil Kemenkum Sumsel Berikan Penghargaan kepada Tiga Pegawai Teladan

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan melaksanakan apel pagi di lingkungan kantor, Selasa (8/9). Apel dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan, Maju Amintas Siburian. Dalam amanatnya, Kakanwil Maju Amintas mengingatkan seluruh jajaran untuk terus meningkatkan disiplin, tanggung jawab, integritas, serta kualitas pengabdian dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara. Menurutnya, setiap pegawai […]

  • Mediasi Sengketa Lahan hingga Gangguan Kamtibmas, Bukti Nyata Peran Posbankum di OKU Timur

    Mediasi Sengketa Lahan hingga Gangguan Kamtibmas, Bukti Nyata Peran Posbankum di OKU Timur

    • 0Komentar

    Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan, Maju Amintas Siburian, didampingi Bupati OKU Timur, Ir. H. Lanosin, meninjau langsung Pos Bantuan Hukum (Posbankum) di Kelurahan Paku Sengkunyit dan Kelurahan Terukis. Di Kelurahan Paku Sengkunyit, peninjauan itu bukan sekadar kunjungan biasa. Di sebuah ruangan sederhana Posbankum, Kakanwil menyaksikan sekaligus terlibat dalam proses mediasi sengketa lahan yang […]

  • Kemenkum Sumsel Petakan Kerawanan Pelanggaran KI dan Inventarisasi Potensi Lokal Kabupaten OKU Timur

    Kemenkum Sumsel Petakan Kerawanan Pelanggaran KI dan Inventarisasi Potensi Lokal Kabupaten OKU Timur

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan terus bergerak aktif dalam memberikan perlindungan hukum terhadap karya intelektual dan aset daerah di seluruh penjuru Sumatera Selatan. Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual (KI), Yenni, melakukan rangkaian kegiatan strategis di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur (7/4). Kunjungan ini merupakan upaya pemetaan tingkat kerawanan pelanggaran KI serta inventarisasi potensi […]

  • Kanwil Kemenkum Sumsel Harmonisasi Sembilan Raperbup Musi Rawas

    Kanwil Kemenkum Sumsel Harmonisasi Sembilan Raperbup Musi Rawas

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan melalui Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum melaksanakan rapat harmonisasi terhadap sembilan Rancangan Peraturan Bupati (Raperbup) Kabupaten Musi Rawas, bertempat di Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan (30/7). Rapat harmonisasi dipimpin oleh Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum, Nur’Ainun, selaku Penanggung Jawab Tim Kerja Harmonisasi. Kegiatan ini dihadiri […]

  • Guru Besar UB: Paradigma Transdisipliner Pada Eko-Akunta-Nesia

    Guru Besar UB: Paradigma Transdisipliner Pada Eko-Akunta-Nesia

    • 0Komentar

    Gagasan membangun ekonomi dan akuntansi yang berakar pada realitas Indonesia menjadi sorotan dalam webinar nasional “Inside The Book: Eko-Akunta-Nesia” ditulis oleh Dr. Muhammad Aras Prabwo, S.E., M.Ak Dosen Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia), Prof. Dr. Meutia, S.E., M.P. Guru Besar Ilmu Manajemen Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA), Associate Professor Dr Windu Mulyasari, S.E., M.Si., […]

expand_less