Breaking News
light_mode

Refleksi Nuzulul Qur’an

  • account_circle Maryam Chalisa
  • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
  • print Cetak


Oleh: Dr. KH. Masrur Makmur La Tanro (Ketua MUI Provinsi Bali/Presidium IAPIM/ Ketua ISMI Bali)

Setiap bulan Ramadhan, umat Islam memperingati peristiwa besar dalam sejarah Islam yaitu Nuzulul Qur’an, turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad ﷺ di Gua Hira. Peristiwa ini bukan sekadar catatan sejarah, tetapi menjadi momentum spiritual yang mengingatkan umat Islam akan pentingnya Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup.

Allah Swt. berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ

Artinya: “Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda antara yang benar dan yang batil.” (QS. Al-Baqarah: 185)

Ayat ini menegaskan bahwa Al-Qur’an hadir sebagai pedoman bagi manusia untuk menjalani kehidupan yang benar dan bermakna.

Refleksi Nuzulul Qur’an mengajak kita untuk memahami bahwa Al-Qur’an bukan hanya kitab yang dibaca pada acara tertentu, tetapi merupakan sumber nilai, moral, dan pedoman hidup.

Pertama, Al-Qur’an sebagai sumber ilmu pengetahuan.
Wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ adalah perintah membaca:

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ

Perintah ini menunjukkan bahwa Islam sangat menjunjung tinggi tradisi ilmu, literasi, dan pencarian pengetahuan. Oleh karena itu, umat Islam dituntut untuk menjadi umat yang berilmu, berpikir kritis, dan terus belajar sepanjang hayat.

Kedua, Al-Qur’an sebagai pedoman akhlak.
Rasulullah ﷺ dikenal sebagai pribadi yang memiliki akhlak yang luhur. Ketika Aisyah r.a. ditanya tentang akhlak Rasulullah, beliau menjawab:

“Akhlak beliau adalah Al-Qur’an.”

Hal ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, seperti kejujuran, amanah, keadilan, serta sikap saling menghargai.

Ketiga, Al-Qur’an sebagai sumber persatuan dan kedamaian.
Dalam kehidupan masyarakat yang majemuk, Al-Qur’an mengajarkan nilai-nilai toleransi, keadilan, dan persaudaraan. Nilai-nilai ini sangat penting untuk membangun masyarakat yang harmonis dan damai.

Peringatan Nuzulul Qur’an hendaknya tidak berhenti pada seremoni atau peringatan tahunan. Lebih dari itu, momentum ini harus menjadi sarana introspeksi diri.

Beberapa pertanyaan reflektif yang perlu kita renungkan antara lain:Sejauh mana Al-Qur’an menjadi pedoman dalam kehidupan kita?; Apakah kita hanya membaca Al-Qur’an atau juga memahami dan mengamalkannya?; Apakah nilai-nilai Al-Qur’an sudah tercermin dalam perilaku kita sehari-hari?

Jika Al-Qur’an benar-benar menjadi pedoman hidup, maka ia akan membentuk pribadi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menghidupkan spirit Al-Qur’an dalam kehidupan:
1. Membiasakan membaca Al-Qur’an setiap hari sebagai bentuk kedekatan spiritual dengan wahyu Allah.
2. Memahami makna dan kandungan Al-Qur’an melalui kajian tafsir dan tadabbur.
3. Mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan keluarga, pekerjaan, dan masyarakat.
4. Menyebarkan pesan kebaikan Al-Qur’an melalui dakwah yang bijak dan santun.

Refleksi Nuzulul Qur’an mengingatkan kita bahwa Al-Qur’an adalah cahaya yang menerangi kehidupan manusia. Jika Al-Qur’an dijadikan pedoman hidup, maka ia akan melahirkan pribadi yang berintegritas, masyarakat yang berakhlak, serta peradaban yang bermartabat. Semoga momentum Nuzulul Qur’an menjadikan kita semakin dekat dengan Al-Qur’an—membacanya, memahami maknanya, dan mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, Al-Qur’an tidak hanya menjadi kitab yang dibaca, tetapi benar-benar menjadi petunjuk hidup yang menuntun manusia menuju kebaikan dunia dan akhirat.
Wallahu Waliyyul Muttaqien. (*)

  • Penulis: Maryam Chalisa

Rekomendasi Untuk Anda

  • 9 Nilai Nasaruddin Umar untuk Memimpin PBNU

    9 Nilai Nasaruddin Umar untuk Memimpin PBNU

    • 0Komentar

    Menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35, berbagai gagasan tentang arah masa depan jam’iyah terus mengemuka. Di tengah dinamika tersebut, sosok Menteri Agama RI sekaligus Rais Syuriah PBNU, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., kembali menjadi perbincangan setelah Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon, KH. Imam Jazuli, membagikan refleksi atas pertemuan intensif selama hampir tiga jam […]

  • Kanwil Kemenkum Babel Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum pada LBH Al-Hakim dan LBH KUBI

    Kanwil Kemenkum Babel Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum pada LBH Al-Hakim dan LBH KUBI

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan bantuan hukum pada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Al-Hakim dan LBH KUBI, Rabu (15/7/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung, Johan Manurung, yang diwakili Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum, Rahmat Feri Pontoh. Turut hadir Penyuluh Hukum […]

  • Perkuat Sinergi Layanan dan Mobilitas Pegawai, Kemenkum Sumsel Jalin Kerja Sama dengan Garuda Indonesia

    Perkuat Sinergi Layanan dan Mobilitas Pegawai, Kemenkum Sumsel Jalin Kerja Sama dengan Garuda Indonesia

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan melaksanakan penandatanganan berita acara kerja sama dengan PT Garuda Indonesia yang berlangsung di Ruang Tamu Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan, Senin (13/7). Rombongan PT Garuda Indonesia Palembang diantaranya Branch Manager, Yona W. Kemala, Palembang Sales Manager, Muhammad Rahim, serta Account Manager for Corporate Relations, Futri Hasana, disambut […]

  • Kanwil Kemenkum Babel Terima Audiensi DLH Kota Pangkalpinang : Bahas Fasilitasi Penyusunan Naskah Akademik dan Ranperda Persetujuan Lingkungan

    Kanwil Kemenkum Babel Terima Audiensi DLH Kota Pangkalpinang : Bahas Fasilitasi Penyusunan Naskah Akademik dan Ranperda Persetujuan Lingkungan

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung menerima kunjungan audiensi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pangkalpinang pada Rabu (1/4/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai. Audiensi tersebut dihadiri oleh Ketua Tim Kerja Peraturan Perundang-undangan Muhamad Iqbal, Sekretaris Tim Kerja Siti Latifah, serta CPNS […]

  • Wakaf Saham Istiqlal: Jangan Terburu-Buru Menyebutnya Judi

    Wakaf Saham Istiqlal: Jangan Terburu-Buru Menyebutnya Judi

    • 0Komentar

    Dr. KH. Mahmakah Mahdi, Lc., M.A(Direktur Istiqlal Fatwa Center) Saya menyimak video kritik Felix Siauw terhadap program Wakaf Saham Istiqlal. Ada satu hal yang saya kira patut kita apresiasi dari kritik tersebut: kehati-hatian terhadap harta umat memang diperlukan, terlebih ketika yang dibicarakan adalah wakaf yang merupakan amanah untuk kepentingan umat. Namun, kehati-hatian juga harus berlaku […]

  • Kemenkum Sumsel Tunjukkan Peran Kelembagaan dalam Pelantikan Wakajati Sumsel

    Kemenkum Sumsel Tunjukkan Peran Kelembagaan dalam Pelantikan Wakajati Sumsel

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan turut berperan dalam prosesi Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Rinaldi Umar sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, yang berlangsung di Aula Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Jumat (14/08/2026). Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan, Maju Amintas Siburian, pada kesempatan tersebut diwakili oleh Plt. Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Bulan […]

expand_less