Breaking News
light_mode

Puasa sebagai Sarana Menumbuhkan Empati dan Kepedulian Sosial

  • account_circle Maryam Chalisa
  • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
  • print Cetak


Oleh:Dr. KH. Masrur Makmur La Tanro (Ketua MUI Provinsi Bali/Presidium IAPIM/ Ketua ISMI Bali)

Bulan suci Ramadhan bukan sekadar momentum menahan lapar dan dahaga, tetapi merupakan madrasah ruhani dan sosial yang membentuk kepekaan hati. Puasa menghadirkan pengalaman eksistensial tentang rasa kekurangan, sehingga melahirkan empati dan mendorong kepedulian sosial. Dalam konteks masyarakat modern yang cenderung individualistik, puasa menjadi instrumen efektif untuk membangun solidaritas dan memperkuat ukhuwah.

Allah Swt. mewajibkan puasa agar manusia mencapai derajat takwa (QS. Al-Baqarah: 183). Takwa bukan hanya relasi vertikal kepada Tuhan, tetapi juga relasi horizontal kepada sesama manusia. Dalam hadis riwayat Nabi Muhammad Saw disebutkan bahwa orang beriman sejati adalah mereka yang mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. Nilai ini menemukan momentumnya dalam ibadah puasa.

Ketika seseorang merasakan lapar sepanjang hari, ia belajar memahami penderitaan fakir miskin yang setiap hari bergelut dengan keterbatasan. Dari pengalaman ini tumbuh kesadaran bahwa kesejahteraan bukan sekadar hak pribadi, tetapi tanggung jawab kolektif.

Empati lahir dari kemampuan merasakan apa yang dirasakan orang lain. Puasa mendidik hati agar lebih lembut dan peka. Dalam perspektif tasawuf, pengalaman lapar adalah bentuk tazkiyatun nafs (penyucian jiwa). Seorang sufi besar seperti Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa lapar dapat melembutkan hati dan mematahkan dominasi hawa nafsu.

Ketika hati lembut, ia mudah tersentuh oleh penderitaan sosial: kemiskinan, ketidakadilan, dan kesenjangan ekonomi. Puasa menjadi jembatan antara kesalehan pribadi dan kesalehan sosial.

Ramadhan selalu identik dengan peningkatan aktivitas sosial: Pembayaran zakat fitrah; Sedekah dan infak; Buka puasa bersama kaum dhuafa; Santunan anak yatim

Semua ini menunjukkan bahwa puasa memiliki dimensi sosial yang kuat. Ibadah tidak berhenti pada ritual, tetapi bertransformasi menjadi aksi nyata. Bahkan dalam sejarah Islam, solidaritas sosial pada bulan Ramadhan menjadi energi kolektif yang memperkuat persatuan umat.

Puasa juga mengajarkan kesetaraan. Saat berpuasa, tidak ada perbedaan antara kaya dan miskin dalam merasakan lapar dan dahaga. Nilai kesetaraan ini menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang adil dan inklusif.

Dalam perspektif pendidikan karakter, puasa membentuk beberapa nilai penting: Kepekaan sosial – sadar terhadap kebutuhan orang lain; Kedermawanan – terdorong untuk berbagi; Pengendalian diri – menahan ego dan kepentingan pribadi; Solidaritas – merasa menjadi bagian dari komunitas.

Nilai-nilai ini sangat relevan dalam membangun masyarakat yang harmonis dan moderat. Puasa bukan hanya ibadah individual, tetapi juga sarana membangun peradaban berbasis empati.

Namun, puasa bisa kehilangan maknanya jika hanya dipahami secara formal. Nabi Muhammad Saw mengingatkan bahwa banyak orang berpuasa tetapi tidak mendapatkan apa-apa selain lapar dan dahaga. Artinya, tanpa perubahan sikap sosial, puasa hanya menjadi rutinitas.

Oleh karena itu, keberhasilan puasa dapat diukur dari sejauh mana ia meningkatkan kepedulian sosial setelah Ramadhan berakhir.

Puasa adalah sekolah empati. Ia melatih manusia merasakan, memahami, dan akhirnya peduli. Dari rasa lapar lahir solidaritas, dari dahaga tumbuh kepedulian, dan dari pengendalian diri lahir keadilan sosial.

Jika puasa dijalankan dengan kesadaran spiritual yang mendalam, maka ia akan melahirkan pribadi bertakwa yang tidak hanya dekat dengan Allah, tetapi juga bermanfaat bagi sesama. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”

Semoga puasa kita bukan hanya menahan diri, tetapi juga menumbuhkan empati dan memperkuat kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Wallahu Waliyyul Muttaqien

  • Penulis: Maryam Chalisa

Rekomendasi Untuk Anda

  • Respons Cepat Call Center 110 Polres Gowa, Bocah Empat Tahun Berhasil Dipertemukan Kembali dengan Keluarga

    Respons Cepat Call Center 110 Polres Gowa, Bocah Empat Tahun Berhasil Dipertemukan Kembali dengan Keluarga

    • 0Komentar

    Hadirnya Call Center 110 Polres Gowa sangat membantu masyarakat. Seorang bocah laki-laki berusia sekitar empat tahun yang ditemukan tanpa pengawasan orangtua diamankan dan dipertemukan kembali dengan keluarganya. Peristiwa itu bermula pada Selasa (7/4/2026) sekitar pukul 13.00 Wita, saat piket Call Center 110 Polres Gowa menerima laporan dari warga bernama Ical. la melaporkan menemukan seorang anak […]

  • Jemput Bola Potensi Kekayaan Intelektual, Kanwil Kemenkum Sumsel Sambangi Tiga Instansi Strategis di Lahat

    Jemput Bola Potensi Kekayaan Intelektual, Kanwil Kemenkum Sumsel Sambangi Tiga Instansi Strategis di Lahat

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan terus bergerak aktif mengamankan aset intelektual daerah melalui koordinasi lintas sektor di Kabupaten Lahat. Tim yang terdiri dari analis dan teknis kebijakan menyambangi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang), hingga pusat perbelanjaan Citimall Lahat. Rangkaian kunjungan ini bertujuan untuk memetakan potensi Kekayaan Intelektual Komunal (KIK), […]

  • Viral Dokter Anak Selamatkan Balita Kejang di Pesawat, Citilink Sebut Kejadian Mei 2025 Lalu

    Viral Dokter Anak Selamatkan Balita Kejang di Pesawat, Citilink Sebut Kejadian Mei 2025 Lalu

    • 0Komentar

    Sebuah video yang memperlihatkan aksi sigap seorang dokter anak menolong balita yang mengalami kejang di dalam pesawat Citilink viral di media sosial. Peristiwa ini ternyata sudah lama terjadi dan diunggah ulang akun-akun di media sosial. Pihak Citilink Indonesia menegaskan bahwa insiden balita kejang itu terjadi pada penerbangan QG 990 rute Jakarta–Bengkulu pada Mei 2025 lalu. […]

  • Kanwil Kemenkum Babel Peringati Harkitnas ke-118, Teguhkan Komitmen Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara

    Kanwil Kemenkum Babel Peringati Harkitnas ke-118, Teguhkan Komitmen Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung bersama KemenHAM Babel melaksanakan Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 Tahun 2026 di halaman Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (20/5/2026). Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Babel, Johan Manurung, selaku Inspektur Upacara. Adapun Perwira Upacara yaitu Adi Riyanto, Kabid Pelayanan KI Kanwil […]

  • Syukuran Kelulusan Magister Hukum dan Ujian PPAT Fonda Ayu Dirangkaikan HUT Ir Hj Ayu Ratna Sari

    Syukuran Kelulusan Magister Hukum dan Ujian PPAT Fonda Ayu Dirangkaikan HUT Ir Hj Ayu Ratna Sari

    • 0Komentar

    Suasana penuh kebahagiaan dan kekeluargaan mewarnai kegiatan syukuran atas kelulusan pendidikan Magister Hukum sekaligus Ujian Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Fonda Ayu Nur Amalina, S.H., M.H., M.Not., yang dirangkaikan dengan perayaan hari ulang tahun Ir. Hj. Ayu Ratna Sari, S.T., M.T., M.M. Acara syukuran tersebut digelar di RM Ayam Bakar Wong Solo Makassar dan dihadiri […]

  • AS tawarkan imbalan 10 juta dolar bagi informasi lokasi pemimpin Iran

    AS tawarkan imbalan 10 juta dolar bagi informasi lokasi pemimpin Iran

    • 0Komentar

    Amerika Serikat menawarkan hadiah hingga 10 juta dolar AS untuk informasi tentang lokasi pemimpin baru Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, dan pejabat lainnya. Demikian pernyataan Rewards for Justice (RFJ) Departemen Luar Negeri AS dikutip Sabtu (14/3/2026). “Rewards for Justice menawarkan hadiah hingga 10 juta dolar AS (sekitar Rp 169,5 miliar) untuk informasi tentang para pemimpin kunci […]

expand_less