Breaking News
light_mode

PKKMB 2026 Fakultas Psikologi UNM: Plt Rektor Bangkitkan Spirit 329 Mahasiswa Baru

  • account_circle Maryam Chalisa
  • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
  • print Cetak

Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar (UNM) menyambut 329 mahasiswa baru melalui kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Psikologi UNM Tahun Akademik 2026. Kegiatan ini menjadi momentum awal bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan akademik, budaya kampus, serta berbagai peluang pengembangan diri selama menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi UNM.

Ketua Panitia PKKMB Fakultas Psikologi UNM, yang juga Wakil Dekan III, dalam laporannya menyampaikan bahwa sebanyak 329 mahasiswa baru diterima dan bergabung sebagai keluarga besar Fakultas Psikologi UNM. Mereka berasal dari tiga jalur penerimaan mahasiswa baru, yakni SNBP, SNBT, dan jalur mandiri.

Dekan Fakultas Psikologi UNM, Prof. Dr. Ahmad, S.Ag., S.Psi., M.Si., dalam sambutannya memberikan apresiasi dan motivasi kepada seluruh mahasiswa baru. Ia menegaskan bahwa menjadi mahasiswa Fakultas Psikologi UNM merupakan sebuah kesempatan yang luar biasa dan patut disyukuri.

“Kalian layak disebut sebagai the winner, karena telah berhasil menyingkirkan ribuan kompetitor dan akhirnya menjadi bagian dari keluarga besar Fakultas Psikologi UNM,” ujar Dekan.

Menurutnya, keberhasilan masuk perguruan tinggi bukanlah garis akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang untuk membangun kompetensi, karakter, integritas, dan masa depan. Karena itu, mahasiswa tidak cukup hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga harus mampu mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki.

Dekan mengajak mahasiswa menjadikan kampus sebagai laboratorium pengembangan diri. Kampus bukan hanya tempat mengikuti perkuliahan, tetapi juga ruang untuk mencoba, belajar dari pengalaman, membangun jejaring, mengembangkan kreativitas, dan menemukan jati diri.

“Jadikan kampus sebagai laboratorium kehidupan. Kembangkan kemampuan akademik, tetapi jangan berhenti di ruang kelas. Perbanyak literasi, asah kemampuan berpikir kritis, bangun komunikasi yang baik, dan kembangkan kepemimpinan melalui berbagai organisasi kemahasiswaan,” pesannya.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar mulai membangun budaya akademik yang kuat dengan membaca, menulis, berdiskusi, melakukan penelitian, serta aktif dalam berbagai kegiatan ilmiah. Mahasiswa Psikologi diharapkan tidak hanya menjadi pengguna ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi penghasil gagasan dan solusi bagi berbagai persoalan psikologis dan sosial di masyarakat.

Lebih lanjut, mahasiswa didorong untuk memahami dan mengimplementasikan Tridarma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Ketiga aspek tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk lulusan yang kompeten sekaligus memiliki kepedulian sosial.

“Jangan hanya menjadi mahasiswa yang datang ke kampus, mengikuti kuliah, kemudian pulang. Jadilah mahasiswa yang bertumbuh, berprestasi, berorganisasi, memiliki kepedulian sosial, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dekan juga mengingatkan mahasiswa baru untuk menjaga nama baik almamater. Menurutnya, setiap mahasiswa merupakan bagian dari wajah Fakultas Psikologi UNM. Karena itu, integritas, etika, kedisiplinan, tanggung jawab, serta sikap saling menghargai harus menjadi bagian dari kehidupan mahasiswa sejak awal.

Sementara itu, Plt. Rektor UNM, Prof. Farida Patittingi, S.H., M.Hum., dalam sambutannya memberikan penguatan motivasi dan spirit kepada mahasiswa baru. Ia mengajak mahasiswa untuk memulai perjalanan akademiknya dengan keyakinan bahwa setiap individu memiliki potensi untuk berkembang dan mencapai prestasi terbaik.

Mahasiswa diingatkan agar tidak takut bermimpi besar, berani keluar dari zona nyaman, dan terus mengembangkan kapasitas diri. Menurutnya, dunia perguruan tinggi memberikan ruang yang luas bagi mahasiswa untuk menemukan potensi, membangun karakter, memperluas wawasan, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.

“Menjadi mahasiswa berarti memasuki fase kehidupan yang menuntut kemandirian, tanggung jawab, dan keberanian mengambil keputusan. Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk belajar dan bertumbuh,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk memiliki growth mindset, tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan, serta menjadikan setiap tantangan sebagai bagian dari proses pembelajaran. Prestasi, menurutnya, tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh kerja keras, kedisiplinan, ketekunan, karakter, dan kemampuan membangun relasi yang positif.

PKKMB Fakultas Psikologi UNM 2026 juga diisi dengan berbagai materi yang dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada mahasiswa baru mengenai kehidupan akademik dan kemahasiswaan. Materi tersebut meliputi sistem dan akademik perkuliahan, peluang dan informasi beasiswa, pengenalan sarana dan prasarana fakultas, perpustakaan dan literasi, etika akademik serta pencegahan kekerasan, hingga pengenalan lembaga-lembaga kemahasiswaan.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa baru diharapkan tidak hanya mengenal lingkungan Fakultas Psikologi UNM, tetapi juga memahami hak dan kewajiban sebagai mahasiswa serta berbagai ruang pengembangan diri yang tersedia.

Kegiatan PKKMB ini dihadiri oleh seluruh unsur pimpinan Fakultas Psikologi UNM, para dosen, tenaga kependidikan, serta sivitas akademika Fakultas Psikologi UNM. Kehadiran seluruh unsur tersebut menjadi bentuk komitmen fakultas dalam memberikan pendampingan dan lingkungan akademik yang kondusif bagi mahasiswa baru.

PKKMB 2026 menjadi langkah awal bagi 329 mahasiswa baru untuk memulai perjalanan akademiknya di Fakultas Psikologi UNM. Dengan semangat “the winner”, mereka diharapkan mampu memanfaatkan setiap kesempatan, mengembangkan talenta, membangun prestasi, menjaga integritas, serta tumbuh menjadi insan psikologi yang unggul, berkarakter, dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.

  • Penulis: Maryam Chalisa

Rekomendasi Untuk Anda

  • Semarak Hari Pengayoman ke-81, Kemenkum Sumsel Perkuat Kebersamaan Lewat Lomba

    Semarak Hari Pengayoman ke-81, Kemenkum Sumsel Perkuat Kebersamaan Lewat Lomba

    • 0Komentar

    Semarak peringatan Hari Pengayoman ke-81 di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan (Kanwil Kemenkum Sumsel) diisi dengan berbagai kegiatan yang mempererat kebersamaan dan kekompakan antarpegawai. Salah satunya melalui lomba tenis meja dan gaplek yang berlangsung meriah di lingkungan Kanwil Kemenkum Sumsel, Senin (10/8/2026). Mengusung tema “Transformasi Digital untuk Pelayanan Hukum yang Mengayomi dan Berdampak”, […]

  • Usai Dilantik Jadi Dirjen Pesantren, Basnang Said Perkuat Perencanaan Program dan Penganggaran

    Usai Dilantik Jadi Dirjen Pesantren, Basnang Said Perkuat Perencanaan Program dan Penganggaran

    • 0Komentar

    Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama RI, Basnang Said, langsung bergerak memperkuat perencanaan program dan penganggaran setelah resmi dilantik oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, pada 15 September 2026. Pelantikan Basnang Said sekaligus menandai mulai beroperasinya Direktorat Jenderal Pesantren sebagai satuan kerja baru setingkat Eselon I dalam struktur organisasi Kementerian Agama. Basnang menegaskan, […]

  • Kanwil Kemenkum Sumsel Pertahankan Nol Tunggakan Perkara KI

    Kanwil Kemenkum Sumsel Pertahankan Nol Tunggakan Perkara KI

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan mengikuti kegiatan Koordinasi Penanganan Perkara Kekayaan Intelektual di Wilayah yang diselenggarakan secara virtual oleh Direktorat Penegakan Hukum Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), Jumat (17/7). Kegiatan diikuti oleh Plh. Kepala Divisi Pelayanan Hukum Bulan Mahardika, Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Yenni, serta jajaran Analis Kekayaan Intelektual. Koordinasi dibuka langsung oleh […]

  • Otoritas Negara dan Ironisme Khilafiyah Dalam Kehidupan Keagamaan

    Otoritas Negara dan Ironisme Khilafiyah Dalam Kehidupan Keagamaan

    • 0Komentar

    Oleh: Prof.Dr.Fatmawati Hilal suhufi (Guru Besar Fikih Siyasah, UIN Alauddin Makassar) Dalam lanskap kehidupan beragama di Indonesia, relasi antara negara dan organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan merupakan sebuah dinamika yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga ideologis dan epistemologis. Negara, dalam hal ini pemerintah, menempati posisi sebagai otoritas tertinggi yang bertanggung jawab menjaga keteraturan sosial, stabilitas […]

  • Akselerasi Kemudahan Berusaha, Kanwil Kemenkum Sumsel Perkuat Komitmen Target 185 Perseroan Perorangan

    Akselerasi Kemudahan Berusaha, Kanwil Kemenkum Sumsel Perkuat Komitmen Target 185 Perseroan Perorangan

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan terus memacu geliat ekonomi kerakyatan melalui penguatan legalitas unit usaha. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Komitmen Kantor Wilayah terhadap Target Unggulan Pendirian Perseroan Perorangan, dalam hal ini diikuti Jajaran Bidang Pelayanan Kanwil Sumsel secara daring. Rapat ini menjadi langkah krusial dalam mengevaluasi serta memastikan kesiapan […]

  • Kanwil Kemenkum Babel Bahas Arah Rekomendasi Analisis dan Evaluasi Perda Kawasan Tanpa Rokok Bersama Pemerintah Daerah

    Kanwil Kemenkum Babel Bahas Arah Rekomendasi Analisis dan Evaluasi Perda Kawasan Tanpa Rokok Bersama Pemerintah Daerah

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan secara hybrid Focus Group Discussion (FGD) Pembahasan Hasil Analisis dan Evaluasi Peraturan Daerah, Kesimpulan dan Arah Rekomendasi dengan Pemerintah Daerah Tahap I terkait Kawasan Tanpa Rokok, Senin (29/06/2026). Dalam sambutannya, Kepala Divisi Peraturan Perundang- undangan dan Pembinaan Hukum, Rahmat Feri Pontoh, menyampaikan bahwa FGD ini merupakan bagian […]

expand_less