Breaking News
light_mode

Andi Yuliani Paris Tanggapi Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo: RAPBN 2027 Harus Berpihak pada Rakyat

  • account_circle Maryam Chalisa
  • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
  • print Cetak

Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) dari Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan II, Dr. Ir. Hj. Andi Yuliani Paris, M.Sc., memberikan tanggapan atas pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI, Jumat (14/8/2026).

Pidato Presiden tersebut antara lain membahas arah kebijakan pemerintah dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027 serta Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN 2025.

Apresiasi Capaian dan Arah Kebijakan Fiskal

Andi Yuliani Paris mengapresiasi arah kebijakan fiskal pemerintah, terutama capaian pertumbuhan ekonomi dan upaya menekan angka kemiskinan.

«“Kami mengapresiasi arah kebijakan fiskal yang disampaikan Presiden, di mana pertumbuhan ekonomi tahun 2025 berhasil mencapai 5,11 persen, dan angka kemiskinan per Maret 2026 turun menjadi 8,07 persen atau berkurang sekitar 430 ribu jiwa. Hal ini menjadi modal baik untuk melangkah ke tahun depan,” ujar Andi Yuliani.»

Ia juga menyambut baik komitmen pemerintah untuk menurunkan defisit APBN secara bertahap, dari 2,92 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2025 menuju kisaran 2,3–2,5 persen dalam RAPBN 2027.

Menurutnya, kebijakan tersebut penting untuk menjaga keberlanjutan dan kesehatan fiskal negara.

Ingatkan Pemerataan Pembangunan

Meski mengapresiasi sejumlah capaian pemerintah, politisi PAN yang akrab disapa Yuliani itu memberikan sejumlah catatan kritis yang menurutnya perlu menjadi perhatian dalam pelaksanaan APBN.

Salah satunya mengenai kesenjangan tingkat kemiskinan antara wilayah perdesaan dan perkotaan.

«“Kemiskinan di perdesaan masih mencapai 10,67 persen, jauh lebih tinggi dibanding perkotaan yang 6,34 persen. RAPBN 2027 harus memastikan anggaran menyasar langsung masyarakat di pelosok, bukan hanya habis di birokrasi seremonial,” tegasnya.»

Karena itu, ia berharap kebijakan anggaran pemerintah tidak semata-mata berorientasi pada besarnya pagu, tetapi juga memperhatikan efektivitas serta manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Soroti Kualitas Infrastruktur di Sulawesi Selatan

Andi Yuliani Paris juga menyoroti pembangunan infrastruktur melalui program Inpres Jalan Daerah di Sulawesi Selatan.

Terkait proyek yang telah diresmikan dengan nilai sekitar Rp258 miliar, termasuk ruas Soro–Labata di Kabupaten Wajo, ia meminta adanya audit kepatuhan sebelum pemerintah meningkatkan pagu anggaran menjadi sekitar Rp350 miliar.

«“Jangan uang negara keluar tapi kualitas jalan cepat rusak,” tegasnya.»

Menurut Yuliani, pengawasan terhadap kualitas pembangunan harus berjalan beriringan dengan peningkatan alokasi anggaran agar masyarakat memperoleh infrastruktur yang berkualitas dan berumur panjang.

MBG Harus Gerakkan Ekonomi Petani dan Nelayan Sulsel

Perhatian lainnya diarahkan pada pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sulawesi Selatan.

Andi Yuliani menekankan agar besarnya anggaran program tersebut memberikan efek berganda terhadap perekonomian masyarakat daerah, terutama petani, nelayan dan peternak.

Ia menagih komitmen agar minimal 70 persen kebutuhan bahan baku program MBG dapat dibeli langsung dari produsen lokal.

Komoditas tersebut antara lain beras dari Bone dan Wajo, ikan dari Sinjai dan Pangkep, serta kebutuhan daging dari Maros dan Barru.

Menurutnya, kebijakan tersebut penting agar program strategis nasional tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi sekaligus menciptakan pasar yang kuat bagi hasil produksi masyarakat Sulawesi Selatan.

Komisi XI DPR RI Siap Kawal APBN

Andi Yuliani menegaskan bahwa DPR RI, khususnya melalui fungsi pengawasan dan kewenangan Komisi XI, akan terus mengawal kebijakan fiskal agar APBN memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat.

«“Sebagai wakil rakyat, kami di Komisi XI akan terus mengawal agar setiap rupiah APBN benar-benar memberikan manfaat nyata, berkeadilan, dan menjaga kedaulatan ekonomi kita.”»

Ia menegaskan DPR tetap membuka ruang kerja sama yang konstruktif dengan pemerintah, tetapi fungsi pengawasan tidak boleh dikendurkan.

«“Kami siap bekerja sama dengan pemerintah dengan semangat konstruktif, namun tetap tegas jika ada hal yang tidak sesuai harapan masyarakat,” pungkasnya.»

(RakyatSulsel.co)

Keterangan: Naskah disusun berdasarkan bahan resmi Komisi XI DPR RI dan pernyataan sikap Dr. Ir. Hj. Andi Yuliani Paris, M.Sc.

  • Penulis: Maryam Chalisa

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kanwil Kemenkum Babel dan Korwas PPNS Polda Babel Perkuat Pengawasan Pelanggaran Kekayaan Intelektual di Pusat Perbelanjaan Bangka

    Kanwil Kemenkum Babel dan Korwas PPNS Polda Babel Perkuat Pengawasan Pelanggaran Kekayaan Intelektual di Pusat Perbelanjaan Bangka

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung (Kanwil Kemenkum Babel) berkolaborasi dengan Korwas PPNS Polda Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan kegiatan koordinasi pemantauan dan pengawasan pelanggaran kekayaan intelektual (KI) di pusat perbelanjaan Kabupaten Bangka, Kamis (23/4/2026).Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antarinstansi dalam meningkatkan kesadaran hukum pelaku usaha terhadap pentingnya perlindungan kekayaan intelektual. Kegiatan […]

  • Tingkatkan Pemahaman Penilaian IRH, Kemenkum Sumsel Libatkan Pemerintah Daerah

    Tingkatkan Pemahaman Penilaian IRH, Kemenkum Sumsel Libatkan Pemerintah Daerah

    • 0Komentar

    Dalam rangka mendorong peningkatan kualitas kebijakan hukum dan penguatan pelaksanaan reformasi hukum di daerah, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan menggelar Rapat Sosialisasi Variabel Indeks Reformasi Hukum (IRH), Selasa (22/09/2026), bertempat di Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum Kemenkum Sumsel, Nur’Ainun. Dalam kegiatan […]

  • Lewat Forum Komunikasi, Kemenkum Sumsel dan Komisi XIII DPR RI Serap Aspirasi Masyarakat Lubuklinggau

    Lewat Forum Komunikasi, Kemenkum Sumsel dan Komisi XIII DPR RI Serap Aspirasi Masyarakat Lubuklinggau

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan (Kemenkum Sumsel) bersama Komisi XIII DPR RI menggelar Forum Komunikasi Masyarakat di Bidang Hukum di Kota Lubuk Linggau, Jumat (12/6). Kegiatan ini menjadi wadah dialog antara pemerintah, legislatif, praktisi hukum, dan masyarakat yang membahas isu hukum yang berkembang di tengah masyarakat khususnya Kekayaan Intelektual (KI). Kepala Kantor Wilayah Kementerian […]

  • Beri Rasa Aman di Lapangan, 379 Petugas Sensus Ekonomi Maros Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

    Beri Rasa Aman di Lapangan, 379 Petugas Sensus Ekonomi Maros Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

    • 0Komentar

    Pemerintah Kabupaten Maros bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Maros memastikan seluruh petugas Sensus Ekonomi Tahun 2026 mendapatkan perlindungan jaminan sosial. Kepastian ini ditandai dengan penyerahan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis yang dilaksanakan di Kabupaten Maros, Juni 2026. Acara penting ini dihadiri langsung oleh Bupati Maros, Wakil Bupati Maros, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Maros, […]

  • Kemenkum Sumsel Harmonisasikan Dua Raperwali Palembang tentang RKPD Tahun 2026 dan 2027

    Kemenkum Sumsel Harmonisasikan Dua Raperwali Palembang tentang RKPD Tahun 2026 dan 2027

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan kembali melaksanakan rapat harmonisasi terhadap dua Rancangan Peraturan Wali Kota (Raperwali) Palembang di Kantor Wilayah Kemenkum Sumsel (6/7). Dua rancangan yang dibahas dalam rapat tersebut meliputi Rancangan Peraturan Wali Kota tentang Perubahan atas Peraturan Wali Kota Nomor 26 Tahun 2025 tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026 dan […]

  • Bulukumba Harus Menjadi Magnet Investasi di Selatan Sulawesi

    Bulukumba Harus Menjadi Magnet Investasi di Selatan Sulawesi

    • 0Komentar

    Kolaborasi Pemerintah Daerah, KADIN, dan Perseroda dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah Oleh: Syafruddin MuallaKetua Umum KADIN Kabupaten Bulukumba Di tengah persaingan antar daerah dalam menarik investasi, setiap daerah dituntut mampu menunjukkan potensi dan keunggulan ekonominya. Investasi saat ini menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kabupaten […]

expand_less