Breaking News
light_mode

Hari Asyura, Hikmah Apa di Dalamnya?

  • account_circle Maryam Chalisa
  • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
  • print Cetak

Oleh: Dr. H. Kaswad Sartono, M.Ag
Dosen Fakultas Dakwah & Komunikasi UIN Alauddin Makassar

Setiap peradaban memiliki hari-hari besar yang dikenang karena mengandung pesan dan pelajaran penting bagi kehidupan manusia. Dalam kalender Islam, salah satu hari yang memiliki kedudukan istimewa adalah 10 Muharram, yang dikenal dengan nama Hari Asyura.

Hari Asyura adalah momentum yang sarat dengan nilai ketuhanan, kemanusiaan, dan peradaban. Pada hari ini, umat Islam diajak untuk membaca kembali jejak sejarah para nabi, merenungi kebesaran Allah SWT, serta mengambil hikmah untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Dalam berbagai riwayat dan tradisi Islam, Hari Asyura dikaitkan dengan berbagai peristiwa besar yang dialami para nabi. Ada kisah taubat Nabi Adam AS yang diterima Allah SWT, keselamatan Nabi Nuh AS bersama para pengikutnya dari banjir besar, perlindungan Allah kepada Nabi Ibrahim AS dari api Namrud, keselamatan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir’aun, hingga keluarnya Nabi Yunus AS dari perut ikan setelah bermunajat kepada Allah SWT.

Terlepas dari perbedaan pandangan ulama mengenai kualitas sebagian riwayat tersebut, terdapat satu tarikan “benang hijau” yang sangat kuat: Hari Asyura adalah simbol pertolongan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, sabar, dan tidak pernah kehilangan harapan.

Asyura Mengajarkan Optimisme

Setiap kisah para nabi yang dikaitkan dengan Hari Asyura memperlihatkan satu kenyataan bahwa jalan menuju kemuliaan tidak pernah bebas dari ujian.

Adam harus melewati penyesalan sebelum memperoleh ampunan. Nuh harus menghadapi penolakan panjang sebelum memperoleh keselamatan. Ibrahim harus berhadapan dengan kekuasaan tirani sebelum memperoleh perlindungan Allah. Musa harus berada dalam realitas tidak aman, depan laut dan di belakang pasukan Fir’aun sebelum menyaksikan mukjizat tongkat pertolongan Tuhan.

Asyura mengajarkan bahwa kesulitan bukanlah akhir perjalanan. Setiap persoalan selalu menyimpan peluang lahirnya pertolongan Allah. Karena itu, seorang mukmin tidak boleh menyerah kepada keadaan, sebab harapan selalu lebih besar daripada keputusasaan.

Asyura Mengajarkan Spirit Taubat dan Perbaikan Diri

Banyak peristiwa Asyura berkaitan dengan diterimanya taubat dan kembalinya manusia kepada jalan yang benar. Hal ini menunjukkan bahwa pintu rahmat Allah selalu terbuka bagi siapa pun yang ingin memperbaiki diri.

Asyura mengingatkan bahwa manusia tidak diukur dari banyaknya kesalahan yang pernah dilakukan, tetapi dari kesungguhannya untuk bangkit dan menjadi lebih baik. Tidak ada manusia yang sempurna, namun setiap manusia memiliki kesempatan untuk melakukan transformasi diri.

Karena itu, Asyura adalah momentum muhasabah; saat yang tepat untuk mengevaluasi perjalanan hidup, memperbaiki hubungan dengan Allah, mempererat hubungan dengan sesama manusia, dan memperkuat komitmen untuk menjadi pribadi yang lebih bermanfaat.

Asyura Mengajarkan Kepedulian Sosial

Dalam tradisi masyarakat Muslim, Hari Asyura juga menjadi momentum untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama, khususnya anak yatim, kaum dhuafa, disabilitas, dan kelompok rentan lainnya.

Hal ini memiliki makna yang sangat mendalam. Bahwa keberagamaan tidak cukup diwujudkan melalui ibadah individual semata, tetapi juga harus menghadirkan kasih sayang sosial. Keimanan yang benar akan melahirkan kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan perhatian dan penguatan.

Ketika anak yatim tersenyum karena perhatian yang diberikan, ketika penyandang disabilitas merasakan penghormatan atas martabat kemanusiaannya, maka pada saat itulah nilai-nilai Asyura menemukan makna yang sesungguhnya. Inilah makna dan maksud “Peaceful Muharram” yang dikemas Kementerian Agama.

Asyura dan Budaya Damai

Di tengah dunia yang masih diwarnai konflik, perpecahan, dan ketegangan sosial, Hari Asyura menghadirkan pesan damai yang sangat relevan.

Keselamatan Nabi Musa dari kezaliman Fir’aun mengajarkan pentingnya melawan ketidakadilan. Taubat Nabi Adam mengajarkan rekonsiliasi dengan diri sendiri. Keselamatan Nabi Nuh mengajarkan pentingnya membangun solidaritas. Semua itu bermuara pada satu tujuan besar: terciptanya kehidupan yang damai, harmonis, dan bermartabat.

Karena itu, Muharram dan Asyura tidak cukup diperingati sebagai pergantian tahun semata, tetapi harus menjadi gerakan moral untuk memperkuat persaudaraan, toleransi, kepedulian sosial, dan budaya damai dalam kehidupan bermasyarakat.

Karena tabarruk dan hikmah Asyura itu, cucu pertama saya lahir bertepatan tanggal 10 Muharram 1444, maka atas musyawarah keluarga, dia memberikan nama Ahmad Bii Asyura Ash-Shiddiqiy. Semoga menjadi anak sholih dan penuh hikmah. (*)

  • Penulis: Maryam Chalisa

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bank Mandiri Gelar Buka Puasa dan Santunan Masyarakat Rentan di Makassar

    Bank Mandiri Gelar Buka Puasa dan Santunan Masyarakat Rentan di Makassar

    • 0Komentar

    Dalam semangat Ramadan 1447 Hijriah, Bank Mandiri menggelar kegiatan Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim di Kota Makassar. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bank Mandiri yang selaras dengan semangat “Hargai Momen Keberkahan dengan Berbagi Kebaikan” dalam menghadirkan manfaat sosial berkelanjutan bagi masyarakat. Melalui inisiatif ini, Bank […]

  • Hadiri Kenal Pamit Kakanwil Ditjenpas Sumsel, Kakanwil Kemenkum Siap Jaga Sinergitas Lintas Sektoral

    Hadiri Kenal Pamit Kakanwil Ditjenpas Sumsel, Kakanwil Kemenkum Siap Jaga Sinergitas Lintas Sektoral

    • 0Komentar

    Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Sumatera Selatan, Maju Amintas Siburian, menghadiri Kenal Pamit Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumatera Selatan. Agenda besar yang dirangkaikan dengan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Kantor Wilayah serta Dharma Wanita Persatuan (DWP) tersebut berlangsung dengan penuh khidmat di Ballroom Hotel Atyasa Palembang pada Kamis (11/6). Estafet kepemimpinan […]

  • Perkuat Sinergi Lintas Instansi, Kanwil Kemenkum Babel Dampingi Kunjungan Deputi Kemenko Kumham Imipas

    Perkuat Sinergi Lintas Instansi, Kanwil Kemenkum Babel Dampingi Kunjungan Deputi Kemenko Kumham Imipas

    • 0Komentar

    Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung, Johan Manurung, bersama jajaran mendampingi kunjungan Deputi Bidang Koordinasi Keimigrasian dan Pemasyarakatan Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, I Nyoman Gede Surya Mataram, kunjungan ke Kantor Imigrasi Kelas I Pangkal Pinang dan Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Pangkal Pinang, Selasa (28/7/2026). Kunjungan tersebut […]

  • Wujudkan Perlindungan Sosial, Wali Kota Parepare dan BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Kematian bagi Pekerja Rentan

    Wujudkan Perlindungan Sosial, Wali Kota Parepare dan BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Kematian bagi Pekerja Rentan

    • 0Komentar

    Wali Kota Parepare, H. Tasming Hamid, merealisasikan komitmen perlindungan jaminan sosial melalui penyerahan santunan kematian kepada ahli waris pekerja rentan. Penyerahan simbolis ini merupakan bagian dari implementasi program perlindungan sosial yang dibiayai melalui anggaran tahun 2025. Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota didampingi langsung oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Parepare, Sahid Wahid. Kehadiran pihak BPJS […]

  • Menkum Luncurkan Etalase Produk Indikasi Geografis di E-commerce

    Menkum Luncurkan Etalase Produk Indikasi Geografis di E-commerce

    • 0Komentar

    Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas resmi meluncurkan Etalase Produk Indikasi Geografis Indonesia di Aplikasi Tokopedia dan TikTok Shop pada Kamis, 2 Juli 2026 di Graha Pengayoman Jakarta. Etalase hasil kolaborasi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) dengan Tokopedia dan TikTok Shop tersebut menjadi upaya memperluas pemasaran produk Indikasi Geografis sekaligus meningkatkan nilai ekonominya melalui platform digital. […]

  • Terbit 40 Buku Digital Pendidikan Agama Islam di Sekolah, Sila Unduh di Smart PAI

    Terbit 40 Buku Digital Pendidikan Agama Islam di Sekolah, Sila Unduh di Smart PAI

    • 0Komentar

    Kementerian Agama menerbitkan 39 buku teks utama PAI dan Budi Pekerti untuk jenjang PAUD/TK hingga SMA/SMK dan SLB, serta satu buku ajar PAI untuk perguruan tinggi umum. Empat puluh buku ini terintegrasi dengan platform digital Smart PAI berbasis Artificial Intelligence (AI). Smart PAI adalah sebuah ekosistem pembelajaran berbasis web (https://smartpai.kemenag.go.id/en) yang memadukan buku digital, kelas […]

expand_less