Breaking News
light_mode

Idul Fitri, Kembali ke Fitrah, Menguatkan Ukhuwah dan Kepedulian Sosial

  • account_circle Maryam Chalisa
  • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
  • print Cetak

Oleh: Dr. KH. Masrur Makmur La Tanro (Ketua MUI Provinsi Bali, Presidium IAPIM, dan Ketua ISMI Bali)

Idul Fitri merupakan salah satu hari besar dalam Islam yang dirayakan setiap tanggal 1 Syawal, setelah umat Muslim menunaikan ibadah puasa selama bulan Ramadhan. Hari ini bukan sekadar perayaan, melainkan momentum spiritual yang sarat makna—kembali kepada kesucian (fitrah), mempererat hubungan sosial, dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan.

Secara etimologis, “Idul Fitri” berasal dari kata ‘id (kembali) dan fitri (suci atau berbuka). Makna ini mengisyaratkan bahwa setelah sebulan penuh berlatih menahan diri, umat Islam diharapkan kembali pada keadaan suci, sebagaimana fitrah manusia yang bersih dari dosa. Puasa di bulan Ramadhan bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan hawa nafsu, menjaga lisan, serta memperbaiki akhlak.

Momentum ini menjadi refleksi mendalam bagi setiap individu untuk menilai kembali kualitas iman dan ketakwaannya. Apakah Ramadhan telah membentuk pribadi yang lebih sabar, jujur, dan peduli? Jika ya, maka Idul Fitri adalah tanda keberhasilan spiritual tersebut.

Idul Fitri juga identik dengan tradisi saling memaafkan (halal bihalal). Tradisi ini mencerminkan nilai ukhuwah Islamiyah yang kuat, di mana setiap individu berusaha membersihkan hati dari dendam dan kesalahan masa lalu. Dalam konteks masyarakat Indonesia, halal bihalal menjadi sarana mempererat silaturahmi, baik dalam keluarga, lingkungan kerja, maupun masyarakat luas. Selain itu, kewajiban membayar zakat fitrah sebelum pelaksanaan shalat Id menunjukkan kepedulian sosial dalam Islam. Melalui zakat, kebahagiaan Idul Fitri dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang kurang mampu. Hal ini menegaskan bahwa Islam tidak hanya menekankan hubungan vertikal dengan Allah, tetapi juga hubungan horizontal antar sesama manusia.

Lebih dari sekadar perayaan, Idul Fitri adalah titik awal perubahan. Nilai-nilai yang ditanamkan selama Ramadhan seharusnya tidak berhenti ketika bulan suci berakhir. Justru, Idul Fitri menjadi gerbang untuk melanjutkan kebiasaan baik tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam konteks kehidupan modern, tantangan menjaga nilai spiritual pasca-Ramadhan semakin besar. Arus digital, kesibukan dunia kerja, serta dinamika sosial seringkali membuat manusia kembali pada rutinitas lama yang kurang produktif secara spiritual. Oleh karena itu, diperlukan komitmen kuat untuk mempertahankan kualitas ibadah, menjaga integritas, dan memperluas kepedulian sosial.

Idul Fitri bukan hanya tentang pakaian baru, hidangan istimewa, atau tradisi mudik. Lebih dari itu, ia adalah perayaan kemenangan spiritual—kemenangan atas diri sendiri. Kemenangan yang sejati adalah ketika manusia mampu mempertahankan nilai-nilai kebaikan setelah Ramadhan berlalu.

Semoga Idul Fitri menjadi momentum untuk memperkuat iman, mempererat persaudaraan, dan menebar kebaikan di tengah masyarakat. Dengan demikian, esensi “kembali ke fitrah” tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar terwujud dalam perilaku dan kehidupan sehari-hari.

Taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin.

Wallahu Waliyyul Muttaqien.

  • Penulis: Maryam Chalisa

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kadiv Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkum Babel Resmi Lulus Pendidikan P4N Lemhannas RI Tahun 2026

    Kadiv Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkum Babel Resmi Lulus Pendidikan P4N Lemhannas RI Tahun 2026

    • 0Komentar

    Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung, Kaswo, resmi menyelesaikan Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan LXIX Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI). Penutupan pendidikan dilaksanakan pada Selasa (7/7) di Ruang Dwi Warna Purwa, Lemhannas RI, Jakarta. Upacara penutupan dipimpin langsung oleh Gubernur […]

  • The Power of Forgiveness

    The Power of Forgiveness

    • 0Komentar

    Oleh: Dr. KH. Masrur Makmur La Tanro (Ketua MUI Provinsi Bali, Presidium IAPIM, dan Ketua ISMI Bali) The weak can never forgive. Forgiveness is an attribute of the strong.  ( Mahatma Gandhi ) Manusia fitri keluar dari ego sentris menuju sosio sentris melahirkan sikap pemaaf dan memaafkan. Purgatory merupakan istilah dalam teologi Kristen yang berarti […]

  • Kanwil Kemenkum Babel Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Kakanwil Tekankan Integritas dan Persatuan

    Kanwil Kemenkum Babel Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Kakanwil Tekankan Integritas dan Persatuan

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 di halaman Kantor Wilayah, Kamis (1/10/2026). Upacara berlangsung tertib dan khidmat serta diikuti oleh jajaran Kanwil Kemenkum Babel. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung, Johan Manurung, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Sementara itu, Penyuluh Hukum Ahli Muda, M. Ariyanto […]

  • “Dicari” Lailatul Qadr

    “Dicari” Lailatul Qadr

    • 0Komentar

    Oleh: Muhaemin Latif (Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Alauddin Makassar) 10 malam terakhir bulan Ramadhan adalah momentum yang paling ditunggu bagi umat Islam, khususnya bagi orang-orang yang berpuasa ramadhan. Momen ini sebagaimana diverbalisasi dalam pesan-pesan profetik Nabi Muhammad saw sebagai masa turunnya lailatul qadr. Misalnya, hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad saw mengatakan […]

  • 83.960 Posbankum Selesaikan 14.000 Kasus, Negara Hemat Rp1,2 Triliun

    83.960 Posbankum Selesaikan 14.000 Kasus, Negara Hemat Rp1,2 Triliun

    • 0Komentar

    Pemerintah telah membentuk 83.960 Pos Bantuan Hukum (Posbankum) di seluruh desa dan kelurahan Indonesia hingga September 2026. Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menyatakan melalui Posbankum, perkara yang semula berpotensi berlanjut ke proses peradilan dapat diselesaikan melalui mekanisme mediasi di tingkat masyarakat. “Saya laporkan kepada Bapak Presiden adalah terbentuknya Posbankum, kurang lebih sekitar 83.960 Posbankum di […]

  • Nasaruddin Umar Fokus Membantu Presiden sebagai Menteri Agama

    Nasaruddin Umar Fokus Membantu Presiden sebagai Menteri Agama

    • 0Komentar

    Nasaruddin Umar akan fokus menjalankan tugasnya membantu Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Agama. Hal ini ditegaskan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin. “Prof Nasaruddin Umar akan fokus menjalankan tugasnya sebagai Menteri Agama,” tegas Kamaruddin, di Jombang, Kamis (27/8/2026). Penegasan ini disampaikan Kamaruddin menyusul besarnya dukungan kepada Menag Nasaruddin Umar untuk ikut mencalonkan diri sebagai calon […]

expand_less