Breaking News
light_mode

Puasa Metamorfosis Tahallaqu Bi Ahlaqillah 

  • account_circle Maryam Chalisa
  • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
  • print Cetak

Oleh: Prof. Dr. H. Nurhidayat M. Said, M.A (Ketua Lembaga Dakwah IMMIM (LADIM)

Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar hingga tenggelam matahari. Ia adalah perjalanan batin manusia menuju kualitas kemanusiaan yang lebih tinggi. Dalam perspektif sufistik, puasa adalah jalan untuk membersihkan cermin hati agar mampu memantulkan sifat-sifat Ilahi. Di sinilah makna dari ungkapan para sufi: takhallaqu bi akhlaqillah, berakhlaklah dengan akhlak Allah.

Manusia diciptakan sebagai makhluk yang membawa potensi Ilahi dalam dirinya. Bukan berarti manusia menjadi Tuhan, tetapi ia dipanggil untuk memantulkan sifat-sifat-Nya dalam kehidupan. Kasih sayang, keadilan, kesabaran, kejujuran, dan kemurahan hati adalah bayangan sifat-sifat Ilahi yang dapat hadir dalam perilaku manusia. Puasa menjadi madrasah yang melatih manusia untuk mendekati kualitas itu.

Ketika seseorang menahan lapar, sebenarnya ia sedang belajar tentang empati Ilahi. Allah memberi rezeki kepada semua makhluk tanpa kecuali. Tetapi manusia sering lupa bagaimana rasanya tidak memiliki apa-apa. Dengan puasa, manusia merasakan keterbatasannya. Dari pengalaman itu lahir kasih sayang kepada sesama, sebuah pantulan dari sifat Ar-Rahman dan Ar-Rahim.

Puasa juga mengajarkan kesabaran, sebuah sifat yang sangat dekat dengan sifat kebijaksanaan Ilahi. Saat keinginan muncul, tetapi ditahan karena kesadaran kepada Allah, manusia sedang melatih dirinya untuk tidak diperbudak oleh nafsu. Di sinilah puasa menjadi latihan spiritual agar manusia tidak dikendalikan oleh tubuhnya, tetapi oleh kesadaran rohaninya.

Para sufi sering mengatakan bahwa puasa adalah cara melemahkan ego. Ego adalah tirai yang menghalangi manusia dari cahaya Ilahi. Ketika perut kenyang, sering kali hati menjadi lalai. Tetapi ketika lapar hadir, manusia diingatkan akan hakikat dirinya sebagai makhluk yang bergantung kepada Tuhan. Lapar menjadi bahasa sunyi yang menghubungkan manusia dengan Yang Maha Ada.

Dalam keadaan itu, manusia belajar tentang kerendahan hati. Ia menyadari bahwa semua kekuatan yang dimilikinya hanyalah titipan. Tidak ada kesombongan yang layak dipelihara. Puasa mematahkan ilusi kekuasaan manusia atas dirinya sendiri. Ia mengingatkan bahwa hidup sepenuhnya berada dalam genggaman Allah.

Takhallaqu bi akhlaqillah juga berarti meniru sifat kedermawanan Ilahi. Allah memberi tanpa berkurang sedikit pun dari kekayaan-Nya. Puasa melahirkan kesadaran untuk berbagi. Itulah sebabnya Ramadhan identik dengan sedekah, zakat, dan memberi makan orang lain. Orang yang lapar lebih mudah memahami nilai memberi.

Lebih jauh lagi, puasa melatih manusia untuk menjadi pemaaf. Allah adalah Al-Ghafur, Yang Maha Pengampun. Seorang yang berpuasa diingatkan untuk membersihkan hatinya dari dendam dan kebencian. Sebab bagaimana mungkin seseorang berharap ampunan Tuhan jika ia sendiri enggan memaafkan sesamanya.

Puasa juga menumbuhkan sifat pengendalian diri. Allah adalah Al-Hakim, Yang Maha Bijaksana dalam setiap keputusan-Nya. Manusia belajar menimbang setiap ucapan dan perbuatannya. Tidak semua yang mampu dilakukan harus dilakukan. Kebijaksanaan lahir dari kemampuan menahan diri.

Dalam pengalaman sufistik, puasa bukan sekadar ibadah jasmani, tetapi proses transformasi batin. Ia mengubah manusia dari makhluk yang dikuasai oleh keinginan menjadi makhluk yang dipandu oleh kesadaran spiritual. Di sinilah puasa menjadi jembatan antara bumi dan langit dalam diri manusia.

Ketika puasa dijalani dengan kesadaran ini, ia tidak berhenti pada ritual tahunan. Ia menjadi cara hidup. Seorang yang telah merasakan kedalaman puasa akan membawa semangatnya ke dalam hari-hari setelah Ramadhan: menahan diri dari kezaliman, menjaga lisan, dan memperbanyak kasih sayang.

Akhirnya, puasa adalah perjalanan menuju manusia yang lebih bercahaya. Manusia yang tidak hanya taat secara lahir, tetapi juga lembut secara batin. Dalam keadaan seperti itulah, makna takhallaqu bi akhlaqillah perlahan terwujud, manusia menjadi cermin kecil yang memantulkan sebagian cahaya sifat-sifat Ilahi dalam kehidupan dunia.

  • Penulis: Maryam Chalisa

Rekomendasi Untuk Anda

  • Livin’ Galesong Trail Run 2026: Olahraga, Alam, dan Geliat Ekonomi Lokal Jadi Satu

    Livin’ Galesong Trail Run 2026: Olahraga, Alam, dan Geliat Ekonomi Lokal Jadi Satu

    • 0Komentar

    Ajang lari lintas alam Livin’ Galesong Trail Run 2026 telah sukses diselenggarakan pada Minggu (10/5). Kegiatan ini berhasil mengundang antusiasme pelari dan masyarakat, dengan menghadirkan pengalaman sport tourism yang menyatu dengan lanskap pesisir dan perbukitan Kawasan Pattallasang. Diselenggarakan di kawasan Padivalley Pattalasang, Sulawesi Selatan, Livin’ Galesong Trail Run diikuti oleh 1.300 peserta dari berbagai daerah […]

  • Era Baru? Discord Terapkan Pengaturan Khusus Remaja Secara Global Mulai Maret

    Era Baru? Discord Terapkan Pengaturan Khusus Remaja Secara Global Mulai Maret

    • 0Komentar

    Platform komunikasi populer Discord akan menerapkan perubahan kebijakan keamanan yang signifikan secara global mulai awal Maret 2026 (10/02). Dalam langkah yang bertujuan memperkuat perlindungan bagi pengguna remaja, Discord akan menempatkan semua akun pengguna baik baru maupun lama ke dalam pengaturan keamanan khusus remaja secara default (bawaan). Untuk mengakses fitur lengkap platform, pengguna harus memverifikasi diri sebagai orang dewasa. […]

  • Kanwil Kemenkum Babel Ikuti Upgrading dan Refreshing “Kupas Tuntas Perseroan Terbatas” Notaris se-Bangka Belitung

    Kanwil Kemenkum Babel Ikuti Upgrading dan Refreshing “Kupas Tuntas Perseroan Terbatas” Notaris se-Bangka Belitung

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung menghadiri kegiatan Upgrading dan Refreshing yang diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Ikatan Notaris Indonesia (INI) Bangka Belitung bagi notaris se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan tema “Kupas Tuntas Perseroan Terbatas”, pada Senin (30/03/2026) di Hotel Grand Safran Pangkalpinang. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung, […]

  • Kakanwil Kemenkum Sumsel Hadiri Kuliah Umum Unsri, Soroti Arah Transformasi Digital Layanan Hukum

    Kakanwil Kemenkum Sumsel Hadiri Kuliah Umum Unsri, Soroti Arah Transformasi Digital Layanan Hukum

    • 0Komentar

    Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan, Maju Amintas Siburian, menghadiri secara langsung kegiatan Kuliah Umum yang diselenggarakan Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya (Unsri), Selasa (22/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Prof. Zainal Abidin, S.H., Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya Kampus Palembang, mengangkat tema “Quo Vadis Profesi Hukum di Era Digital dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence)”. Kegiatan […]

  • Perkuat Penegakkan Hukum di Wilayah Babel, Kanwil Kemenkum Babel tambah jumlah PPNS Kekayaan Intelektual

    Perkuat Penegakkan Hukum di Wilayah Babel, Kanwil Kemenkum Babel tambah jumlah PPNS Kekayaan Intelektual

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung mengikuti Penutupan Pendidikan Dan Pelatihan Pembentukan PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil) Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual yang diikuti oleh 3 (tiga) orang Analis Kekayaan Intelektual. Kegiatan ini di selenggarakan oleh Direktorat Penegakkan Hukum Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual yang dilaksanakan dari tanggal 8 Juni s.d 6 Agustus 2026 di Lembaga […]

  • Kadiv Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkum Babel Ikuti Studi Strategis Luar Negeri P4N LXIX Lemhannas RI di Kuala Lumpur

    Kadiv Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkum Babel Ikuti Studi Strategis Luar Negeri P4N LXIX Lemhannas RI di Kuala Lumpur

    • 0Komentar

    Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung, Kaswo, mengikuti kegiatan Studi Strategis Luar Negeri peserta Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional LXIX Lemhannas RI Tahun 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia. Kegiatan yang dilaksanakan pada 8 sampai dengan 10 Juni 2026 tersebut diawali dengan kunjungan dan diskusi di Kedutaan Besar Republik Indonesia […]

expand_less