Breaking News
light_mode

Menag Nasaruddin Umar Gagas Ekoteologi di Forum Global untuk Hadapi Krisis Lingkungan

  • account_circle Maryam Chalisa
  • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
  • print Cetak

Krisis lingkungan yang semakin kompleks dinilai tidak bisa lagi dipahami semata sebagai persoalan alam. Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa akar persoalan tersebut juga menyentuh dimensi moral dan perilaku manusia.

Pandangan itu disampaikannya saat mengikuti konferensi internasional yang digelar Kementerian Agama Arab Saudi, Kamis (2/4/2026). Forum yang mempertemukan delapan negara Islam ini semula direncanakan berlangsung di Mekkah pada 2–3 April, namun dialihkan secara daring akibat kendala transportasi yang dihadapi sejumlah peserta.

Dalam forum lintas negara tersebut, Indonesia bersama beberapa negara lain diantaranya Pakistan, Maroko, Kuwait, Mesir, Yordania, Arab Saudi, dan Gambia, membahas berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim hingga krisis kemanusiaan. 

Menag menilai, pendekatan yang selama ini bertumpu pada aspek teknis belum cukup untuk menjawab kompleksitas persoalan yang ada.

“Ini bukan sekadar krisis suhu, melainkan krisis nurani. Bukan hanya gangguan cuaca, tetapi gangguan pada sistem nilai dan perilaku manusia,” ungkapnya.

Sebagai respons, Menag memperkenalkan pendekatan ekoteologi, yakni upaya mengintegrasikan nilai-nilai keimanan dengan tanggung jawab menjaga lingkungan. Konsep ini, menurutnya, menjadi penting untuk membangun kesadaran kolektif dalam merawat bumi sebagai amanah bersama.

“Ekoteologi adalah jembatan antara iman dan tanggung jawab, antara ibadah dan pelestarian kehidupan. Ini adalah panggilan moral untuk mengubah relasi manusia dengan alam dari eksploitasi menuju amanah,” jelasnya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa Indonesia telah mulai mengarusutamakan nilai-nilai tersebut dalam kebijakan keagamaan, sekaligus mendorong peran rumah ibadah sebagai contoh nyata dalam praktik ramah lingkungan.

Partisipasi aktif menag dalam forum ini, yang turut didampingi oleh Tenaga Ahli Menteri Agama, Bunyamin M. Yapid, mempertegas posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam diplomasi religi. Langkah ini sekaligus membuktikan bahwa nilai-nilai keagamaan mampu menjadi jawaban atas krisis iklim yang tengah mengancam stabilitas sosial dunia.

  • Penulis: Maryam Chalisa

Rekomendasi Untuk Anda

  • Metode Tahfidz As’adiyah Jadi Rujukan TV Nasional

    Metode Tahfidz As’adiyah Jadi Rujukan TV Nasional

    • 0Komentar

    Metode tahfidz yang dikembangkan di lingkungan Pondok Pesantren As’adiyah kembali mendapat sorotan publik nasional. Dalam sebuah program TV nasional yang tayang baru-baru ini, pendekatan khas As’adiyah dalam menghafal Al-Qur’an disebut sebagai salah satu metode yang konsisten melahirkan para hafidz berkualitas, dengan kekuatan pada tradisi, disiplin, dan kesinambungan sanad keilmuan. Metode Tahfidz As’adiyah bertumpu pada empat […]

  • Audiensi Bersama Bupati Pinrang, BPJS Ketenagakerjaan Parepare Bahas UCJ dan Perlindungan Pekerja Rentan

    Audiensi Bersama Bupati Pinrang, BPJS Ketenagakerjaan Parepare Bahas UCJ dan Perlindungan Pekerja Rentan

    • 0Komentar

    BPJS Ketenagakerjaan Cabang Parepare terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat pekerja. Hal tersebut ditunjukkan melalui kegiatan silaturahmi dan audiensi yang dilaksanakan Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Parepare, Sahid Wahid, bersama Andi Irwan Hamid di ruang kerja Bupati Pinrang pada Senin, 18 Mei 2026. Pertemuan berlangsung hangat dan […]

  • Prabowo Lantik Wantimpres 26 Orang, Ini Daftar Pengurusnya

    Prabowo Lantik Wantimpres 26 Orang, Ini Daftar Pengurusnya

    • 0Komentar

    Presiden Prabowo Subianto melantik 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jumat (2/10). Pelantikan ini menandai penerapan aturan baru mengenai lembaga yang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden. Prabowo mengangkat Pratikno sebagai Ketua merangkap anggota, Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua merangkap anggota, dan Muhammad Qodari sebagai Sekretaris merangkap anggota. Pengangkatan 26 orang […]

  • Kapolda Sulsel Lepas Puluhan Personel Brimob ke Operasi Amole 2026 di Papua Tengah

    Kapolda Sulsel Lepas Puluhan Personel Brimob ke Operasi Amole 2026 di Papua Tengah

    • 0Komentar

    Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan (Sat Brimob Polda Sulsel) menggelar apel pemberangkatan personel yang akan melaksanakan tugas Operasi Amole 2026 BKO Polda Papua Tengah. Kegiatan berlangsung di lapangan Mako Batalyon A Pelopor, Jalan Sultan Alauddin No. 75 Makassar, Jumat (10 April 2026). Apel tersebut dipimpin langsung Kapolda Sulsel Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., […]

  • Kanwil Kemenkum Babel Fasilitasi Harmonisasi Ranperwako Pangkal Pinang tentang RKPD Tahun 2027

    Kanwil Kemenkum Babel Fasilitasi Harmonisasi Ranperwako Pangkal Pinang tentang RKPD Tahun 2027

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan Rapat Fasilitasi Pengharmonisasian Rancangan Peraturan Wali Kota Pangkal Pinang tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2027, Rabu, 24 Juni 2026. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Lantai II Kantor Wilayah Kemenkum Kepulauan Bangka Belitung mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka […]

  • Kemenkum Sumsel Harmonisasi Raperda dan Raperbup Muara Enim

    Kemenkum Sumsel Harmonisasi Raperda dan Raperbup Muara Enim

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan melalui Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum kembali melaksanakan kegiatan harmonisasi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dan Rancangan Peraturan Bupati (Raperbup) Kabupaten Muara Enim bertempat di Aula Kantor Wilayah Kemenkum Sumsel. Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum Kanwil Kemenkum Sumsel, Nur’Ainun, selaku penanggung jawab Tim Kerja Harmonisasi, Jumat […]

expand_less