Breaking News
light_mode

LPS Edukasi Peserta Musda IX MUI Sulsel, Tampil Satu Panel Bersama Pangdam XIV/Hasanuddin

  • account_circle Maryam Chalisa
  • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
  • print Cetak

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memberikan edukasi mengenai keamanan simpanan masyarakat dan peran LPS dalam menjaga kepercayaan terhadap industri perbankan di hadapan peserta Musyawarah Daerah (Musda) IX Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Selatan.

Pemaparan tersebut berlangsung dalam rangkaian Musda IX MUI Sulsel di Ballroom Four Points by Sheraton, Jalan Andi Djemma, Makassar, Sabtu (22/8/2026).

Dalam sesi tersebut, perwakilan LPS tampil dalam satu panel bersama Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko.

Kehadiran LPS pada forum yang diikuti para ulama, akademisi dan tokoh masyarakat tersebut menjadi momentum untuk memperluas edukasi mengenai pentingnya masyarakat memahami sistem penjaminan simpanan di Indonesia.

LPS menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir menyimpan uang di bank sepanjang memenuhi ketentuan penjaminan yang telah ditetapkan.

Simpanan nasabah di bank dijamin LPS hingga maksimal Rp2 miliar per nasabah per bank, sesuai ketentuan yang berlaku.

Masyarakat juga tidak perlu melakukan pendaftaran secara khusus untuk mendapatkan perlindungan tersebut. Bank yang beroperasi di Indonesia wajib menjadi peserta penjaminan LPS.

Ingatkan Prinsip 3T

Dalam edukasi mengenai penjaminan simpanan, masyarakat juga perlu memahami prinsip 3T sebagai syarat simpanan layak dibayar apabila suatu bank mengalami permasalahan.

Prinsip tersebut meliputi simpanan tercatat dalam pembukuan bank, nasabah tidak menerima bunga simpanan melebihi tingkat bunga penjaminan LPS, serta nasabah tidak melakukan tindakan yang merugikan bank, misalnya tindak pidana perbankan.

Karena itu, masyarakat diingatkan untuk tetap cermat terhadap berbagai tawaran produk simpanan, khususnya yang menawarkan tingkat bunga jauh di atas ketentuan tingkat bunga penjaminan LPS.

LPS juga memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sistem keuangan. Lembaga ini lahir setelah pengalaman krisis ekonomi 1997–1998 yang berdampak besar terhadap kepercayaan masyarakat kepada industri perbankan.

Melalui Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan, LPS kemudian hadir untuk memberikan kepastian penjaminan terhadap simpanan nasabah sekaligus ikut menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Seiring perkembangan regulasi, fungsi LPS juga semakin luas. Setelah lahirnya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), LPS memperoleh mandat baru terkait Program Penjaminan Polis.

Kehadiran Kantor Perwakilan LPS III yang berkedudukan di Makassar juga semakin mendekatkan layanan dan edukasi LPS kepada masyarakat di wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua.

Sinergi Ulama dan Lembaga Negara

Pemaparan LPS di hadapan peserta Musda IX MUI Sulsel menjadi bagian penting dalam memperluas literasi keuangan kepada masyarakat.

Para ulama dan pengurus MUI memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat dan dapat ikut menyampaikan edukasi mengenai pentingnya menyimpan dana pada lembaga keuangan yang legal, aman dan berada dalam sistem penjaminan.

Sementara itu, kehadiran Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko dalam sesi panel turut memperkaya rangkaian Musda IX MUI Sulsel yang menghadirkan berbagai unsur pemerintahan dan lembaga negara.

Musda IX MUI Sulsel sebelumnya juga dihadiri Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman dan dibuka oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman.

Forum tersebut menjadi momentum konsolidasi MUI Sulawesi Selatan sekaligus memperkuat sinergi antara ulama, umara, TNI, lembaga negara, akademisi dan berbagai elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan serta memberikan edukasi yang bermanfaat bagi umat. (*)

  • Penulis: Maryam Chalisa

Rekomendasi Untuk Anda

  • UMI loloskan 85 Judul Hibah Nasional BIMA 2026. Prof Hambali Thalib: Ilmu Tidak Boleh Berhenti di Laporan, Harus Menjadi Solusi Bagi Ummat

    UMI loloskan 85 Judul Hibah Nasional BIMA 2026. Prof Hambali Thalib: Ilmu Tidak Boleh Berhenti di Laporan, Harus Menjadi Solusi Bagi Ummat

    • 0Komentar

    Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali meneguhkan posisinya sebagai perguruan tinggi bereputasi dan berdampak di tingkat nasional melalui capaian 85 judul hibah Program BIMA Tahun 2026 yang berhasil diraih oleh dosen UMI. Capaian ini menjadi indikator kuat penguatan budaya riset dan pengabdian berbasis kebermanfaatan yang terus tumbuh dalam ekosistem akademik UMI. Dari total tersebut, sebanyak 54 […]

  • Kemenkum Sumsel Analisis 17 Produk Hukum Daerah untuk Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

    Kemenkum Sumsel Analisis 17 Produk Hukum Daerah untuk Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan melalui Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum menggelar Rapat Tim Analisis dan Evaluasi Produk Hukum Daerah Tahun 2026, bertempat di Aula Musi Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan (10/3). Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum, Nur’ainun, Perancang Peraturan Perundang-undangan Ahli Muda pada Bagian Hukum […]

  • Perkuat Pelindungan Karya Seni Budaya, Kanwil Kemenkum Babel Terima Audiensi Seniman Daerah

    Perkuat Pelindungan Karya Seni Budaya, Kanwil Kemenkum Babel Terima Audiensi Seniman Daerah

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung (Kanwil Kemenkum Babel) menerima audiensi dari pencipta lagu “Seni Budaya Kite” bersama sejumlah seniman daerah pada Kamis, 4 Juni 2026, di Pangkalpinang. Audiensi tersebut dilaksanakan dalam rangka membahas perlindungan Kekayaan Intelektual atas karya seni dan budaya yang akan ditampilkan dalam pertunjukan Bedincak Bedaek. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala […]

  • Menag Nasaruddin Umar Gagas Ekoteologi di Forum Global untuk Hadapi Krisis Lingkungan

    Menag Nasaruddin Umar Gagas Ekoteologi di Forum Global untuk Hadapi Krisis Lingkungan

    • 0Komentar

    Krisis lingkungan yang semakin kompleks dinilai tidak bisa lagi dipahami semata sebagai persoalan alam. Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa akar persoalan tersebut juga menyentuh dimensi moral dan perilaku manusia. Pandangan itu disampaikannya saat mengikuti konferensi internasional yang digelar Kementerian Agama Arab Saudi, Kamis (2/4/2026). Forum yang mempertemukan delapan negara Islam ini semula direncanakan […]

  • 9 Nilai Nasaruddin Umar untuk Memimpin PBNU

    9 Nilai Nasaruddin Umar untuk Memimpin PBNU

    • 0Komentar

    Menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35, berbagai gagasan tentang arah masa depan jam’iyah terus mengemuka. Di tengah dinamika tersebut, sosok Menteri Agama RI sekaligus Rais Syuriah PBNU, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., kembali menjadi perbincangan setelah Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon, KH. Imam Jazuli, membagikan refleksi atas pertemuan intensif selama hampir tiga jam […]

  • Kanwil Kemenkum Babel Ikuti Diskusi Strategi Kebijakan Penguatan Layanan Jaminan Fidusia

    Kanwil Kemenkum Babel Ikuti Diskusi Strategi Kebijakan Penguatan Layanan Jaminan Fidusia

    • 0Komentar

    Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung, Johan Manurung, mengikuti Diskusi Strategi Kebijakan Hukum yang diselenggarakan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Banten secara hybrid, Selasa (13/10/2026). Kegiatan membahas analisis strategi implementasi Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 25 Tahun 2021, khususnya terkait pelaksanaan pendaftaran, perubahan, dan penghapusan jaminan fidusia melalui layanan AHU Online. […]

expand_less