Juventus hingga Napoli, Liga Champions Tak Ramah bagi Antonio Conte
- account_circle admin
- calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
- print Cetak

Juventus hingga Napoli, Liga Champions Tak Ramah bagi Antonio Conte
Sepanjang kariernya sebagai pelatih, Antonio Conte sudah mencicipi berbagai kompetisi di Eropa, termasuk Liga Champions yang hingga kini masih menjadi tantangan tersendiri baginya.
Namun, Conte baru mencatatkan sekitar 16 hingga 17 kemenangan di Liga Champions dari seluruh klub yang pernah ia latih.
Selain kemenangan yang terbatas, Conte juga mengalami belasan kekalahan dan hasil imbang di kompetisi ini. Ia mencatat sekitar 15 hingga 17 kekalahan serta sekitar 14 hingga 16 hasil imbang.
Jika ditotal, Conte hanya meraih rata-rata sekitar 1,44 poin per pertandingan di Liga Champions. Reputasi besar Conte sebagai pelatih papan atas dinilai tidak sejalan dengan capaian yang relatif rendah tersebut.
Rata-rata poin per laga Conte di Liga Champions sangat berbanding terbalik dengan performanya di kompetisi domestik bersama klub-klub yang ia tangani.
Pada level liga, Conte kerap meraih hasil impresif, bahkan mampu mengantarkan Napoli menjuarai Serie A musim lalu. Sebaliknya, hasil buruk terus membuntuti Conte di Liga Champions.
Dilansir Beritasatu.com dari berbagai sumber, berikut rekam jejak Antonio Conte di Liga Champions:
Juventus
Selama membawa klub yang dilatihnya tampil di Liga Champions, pencapaian tertinggi Conte terjadi saat menangani Juventus pada musim 2012/2013.
Kala itu, Juventus berhasil lolos hingga babak perempat final Liga Champions. Capaian tersebut menjadi satu-satunya momen Conte mencapai fase perempat final sepanjang karier kepelatihannya pada kompetisi ini.
Juventus lolos dari fase grup dan melaju ke perempat final, tetapi harus mengakui keunggulan Bayern Munchen. Bayern Munchen kemudian keluar sebagai juara Liga Champions musim 2012/2013. Setelah capaian tersebut, performa Conte bersama Juventus di Liga Champions justru menurun.
Pada musim berikutnya, Juventus kembali tampil di Liga Champions di bawah asuhan Conte, tetapi harus tersingkir di fase grup. Hasil tersebut membuat Juventus gagal melaju ke babak knockout.
Juventus hanya meraih satu kemenangan saat menghadapi FC Copenhagen dan lebih banyak menelan kekalahan serta hasil imbang dari klub-klub seperti Real Madrid dan Galatasaray di fase grup musim itu.
Hasil tersebut dinilai sangat timpang, mengingat Conte berhasil membawa Juventus menjuarai Serie A musim 2013/2014 dengan rekor 102 poin.
Chelsea
Hasil kurang memuaskan juga dialami Conte saat melatih Chelsea. Pada Liga Champions musim 2017/2018, Conte berhasil membawa Chelsea lolos dari fase grup. Namun, langkah mereka terhenti di babak 16 besar.
Chelsea tersingkir setelah kalah agregat 4-1 dari Barcelona. Padahal, Conte sempat membawa Chelsea menjuarai Premier League pada musim 2016/2017. Kontrasnya performa domestik dan Eropa kembali terlihat pada musim berikutnya.
Inter Milan
Setelah meninggalkan Chelsea, Conte melanjutkan kariernya sebagai pelatih Inter Milan. Bersama Inter, Conte kembali tampil di Liga Champions, tetapi hasilnya tidak jauh berbeda.
Pada musim 2019/2020, Inter Milan gagal lolos dari fase grup dan harus turun ke Liga Europa. Musim berikutnya, atau musim 2020/2021, Inter Milan kembali tersingkir di fase grup Liga Champions dan tidak lolos ke babak 16 besar.
Kegagalan tersebut menjadi penutup perjalanan Conte bersama Inter Milan di kompetisi Eropa sebelum ia memutus kontraknya pada tahun 2021.
Tottenham Hotspur
Setelah itu, Conte melanjutkan kariernya sebagai pelatih Tottenham Hotspur. Sama seperti klub-klub sebelumnya, masa kepelatihan Conte di Tottenham berlangsung sekitar dua tahun.
Bersama Conte, Tottenham kembali tampil di Liga Champions setelah bertahun-tahun absen. Namun, Conte hanya mampu membawa Tottenham hingga babak 16 besar sebelum akhirnya tersingkir.
Capaian tersebut menjadi salah satu hasil terbaik Conte di Liga Champions, selain perempat final bersama Juventus pada musim 2012/2013 dan babak 16 besar bersama Chelsea pada musim 2017/2018.
Napoli
Pada musim terkini bersama Napoli, Conte kembali gagal membawa timnya lolos dari fase Liga Champions. Napoli tersingkir dari kompetisi setelah hanya meraih delapan poin dalam klasemen Liga Champions musim 2025/2026.
Di Liga Champions 2025, Napoli yang berada di bawah asuhan Conte mengalami kekalahan paling memalukan. Napoli takluk 6-2 saat menghadapi PSV Eindhoven di fase grup.
Kekalahan tersebut menandai pertama kalinya tim asuhan Conte kebobolan enam gol dalam satu pertandingan kompetisi Eropa, sekaligus menjadi rekor terburuk bagi Conte dan Napoli pada level Eropa.
Demikian rekor buruk Antonio Conte di Liga Champions saat melatih sejumlah klub di Italia dan Inggris. Beberapa tim yang ia tangani memang berada dalam fase perintisan, tetapi hasil yang dicapai belum mampu membawa Conte melangkah jauh di kompetisi paling bergengsi di Eropa tersebut.
- Penulis: admin

