Breaking News
light_mode

Enterpreneurship Dalam Perspektif Islam

  • account_circle Maryam Chalisa
  • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
  • print Cetak


Oleh: Dr. KH. Masrur Makmur La Tanro (Ketua MUI Provinsi Bali/Presidium IAPIM/ Ketua ISMI Bali)

Kewirausahaan (entrepreneurship) bukan sekadar aktivitas ekonomi untuk mencari keuntungan, tetapi juga bagian dari ibadah yang memiliki dimensi moral dan sosial. Islam mendorong umatnya untuk mandiri secara ekonomi, bekerja keras, serta memanfaatkan potensi diri secara optimal—namun tetap dalam koridor nilai-nilai syariah seperti kejujuran, keadilan, dan kebermanfaatan.

Islam tidak mengajarkan umatnya untuk pasif atau bergantung kepada orang lain. Sebaliknya, bekerja dan berusaha adalah bagian dari perintah agama. Setiap usaha yang dilakukan dengan cara yang halal dan niat yang benar bernilai ibadah di sisi Allah SWT.

Spirit inilah yang melandasi ungkapan bahwa “Islam melarang umatnya menjadi lemah secara ekonomi.” Kemandirian finansial memungkinkan seorang muslim untuk:Menunaikan zakat; Bersedekah; Membantu sesama; Membangun kesejahteraan keluarga; Mendukung dakwah dan kemaslahatan umat.

Dengan kata lain, kekuatan ekonomi menjadi instrumen penting dalam mewujudkan peran sosial umat Islam di tengah masyarakat.

Kewirausahaan dalam Islam harus berjalan seiring dengan prinsip etika. Beberapa nilai utama yang menjadi fondasi bisnis Islami antara lain:

  1. Kejujuran (Shiddiq)
    Seorang entrepreneur muslim wajib menghindari penipuan, manipulasi, dan praktik curang dalam transaksi. Kepercayaan pelanggan adalah aset utama dalam bisnis.
  2. Keadilan (‘Adl)
    Bisnis harus dijalankan tanpa merugikan pihak lain. Penetapan harga, kualitas produk, dan pelayanan harus mencerminkan prinsip keadilan.
  3. Amanah
    Setiap komitmen kepada mitra, pelanggan, maupun karyawan harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.
  4. Kebermanfaatan (Maslahah)
    Usaha yang dijalankan seharusnya tidak hanya mengejar profit, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Islam menempatkan kekayaan sebagai amanah yang harus dikelola dengan bijak. Oleh karena itu, kesuksesan dalam bisnis harus diiringi dengan kepedulian sosial melalui: Zakat, Infaq, Sedekah, Wakaf produktif, dan Pemberdayaan ekonomi masyarakat

Seorang entrepreneur muslim tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan usaha, tetapi juga pada distribusi manfaat kepada lingkungan sekitar.

Di tengah dinamika ekonomi global, kewirausahaan Islami menawarkan pendekatan yang seimbang antara profit dan etika. Konsep ini sangat relevan dalam pengembangan ekonomi umat berbasis masjid, komunitas, maupun lembaga sosial—sebagaimana yang juga menjadi perhatian dalam berbagai program pemberdayaan ekonomi berbasis dakwah yang Bapak kaji dalam konteks BAZNAS dan penguatan masyarakat Muslim di Sulawesi Selatan.

Dengan mengintegrasikan nilai spiritual dalam aktivitas bisnis, entrepreneur muslim diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya sukses secara finansial, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan sosial.

Entrepreneurship dalam Islam adalah tentang bekerja keras tanpa melupakan nilai, meraih keuntungan tanpa mengabaikan keadilan, serta membangun usaha tanpa kehilangan kepedulian.

Islam mendorong umatnya untuk kaya dalam arti yang bermakna—yakni kaya iman, kaya integritas, dan kaya manfaat bagi sesama. Karena dalam Islam, bekerja adalah ibadah, dan berbagi adalah keberkahan.
Wallahu Waliyyul Muttaqien

  • Penulis: Maryam Chalisa

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jajaran Kemenkum Sumsel Ikuti Diskusi Terbuka Town Hall Meeting Bersama Menteri Hukum

    Jajaran Kemenkum Sumsel Ikuti Diskusi Terbuka Town Hall Meeting Bersama Menteri Hukum

    • 0Komentar

    Keterbukaan ruang dialog antara pimpinan tertinggi dengan aparatur di tingkat wilayah kembali dihadirkan oleh Kementerian Hukum (Kemenkum) RI. Melalui forum berkala bertajuk Town Hall Meeting, sebanyak 144 orang pegawai di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan berkesempatan menyampaikan aspirasi serta pandangan secara langsung kepada Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, secara virtual, Jumat (28/8). Kegiatan […]

  • Kemenkum Sumsel Petakan Kerawanan Pelanggaran KI dan Inventarisasi Potensi Lokal Kabupaten OKU Timur

    Kemenkum Sumsel Petakan Kerawanan Pelanggaran KI dan Inventarisasi Potensi Lokal Kabupaten OKU Timur

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan terus bergerak aktif dalam memberikan perlindungan hukum terhadap karya intelektual dan aset daerah di seluruh penjuru Sumatera Selatan. Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual (KI), Yenni, melakukan rangkaian kegiatan strategis di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur (7/4). Kunjungan ini merupakan upaya pemetaan tingkat kerawanan pelanggaran KI serta inventarisasi potensi […]

  • Meski Padat Agenda, Menag RI Tetap Prioritaskan Pesantren As’adiyah

    Meski Padat Agenda, Menag RI Tetap Prioritaskan Pesantren As’adiyah

    • 0Komentar

    Kepedulian terhadap kesejahteraan santri menjadi perhatian utama Ketua Umum Pondok Pesantren As’adiyah, AG. Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, saat melakukan kunjungan kerja pada Selasa (11/2/2026). Dalam kunjungan tersebut, Anre Gurutta meninjau secara langsung kondisi sarana dan prasarana yang digunakan santri dalam aktivitas sehari-hari. Peninjauan dilakukan mulai dari ruang belajar hingga fasilitas pendukung kehidupan santri […]

  • Semarak HUT Pengayoman ke-81, Kanwil Kemenkum Sumsel Gelar Pertandingan Persahabatan Padel

    Semarak HUT Pengayoman ke-81, Kanwil Kemenkum Sumsel Gelar Pertandingan Persahabatan Padel

    • 0Komentar

    Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Pengayoman ke-81, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan menggelar pertandingan persahabatan padel di Luxury Padel Club, Palembang, Rabu (12/8). Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi sportivitas. Pertandingan diikuti sebanyak 62 peserta yang berasal dari pegawai Kanwil Kemenkum Sumatera Selatan, BSI, PT Satria, serta Ikatan […]

  • Gunakan Pesawat Jet, Kedatangan Menag RI Tegaskan Kesiapan Operasional Bandara Arung Palakka

    Gunakan Pesawat Jet, Kedatangan Menag RI Tegaskan Kesiapan Operasional Bandara Arung Palakka

    • 0Komentar

    Kehadiran Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, di Bandara Arung Palakka, Bone menjadi tonggak sejarah baru bagi infrastruktur transportasi di Sulawesi Selatan.  Kedatangan Menag yang menggunakan pesawat jet dalam penerbangan VIP ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa Bandara Bone kini telah siap dan mampu melayani penerbangan jet kelas atas. Dalam penerbangan VIP […]

  • Kemenkum Sumsel dan Ditjen AHU Sinergi Perkuat Peran PPNS

    Kemenkum Sumsel dan Ditjen AHU Sinergi Perkuat Peran PPNS

    • 0Komentar

    Direktur Pidana Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum RI, Romi Yudianto, melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan dalam rangka penguatan peran Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), Rabu (1/4). Dalam arahannya, Romi menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas dan sinergi lintas instansi dalam mendukung pelaksanaan tugas PPNS.“PPNS memiliki peran strategis dalam sistem penegakan […]

expand_less