Breaking News
light_mode

Berbasis Data, Ketua Umum APPMBGI: Swasembada Beras 2025 RI Bukan Hasil Keajaiban

  • account_circle Maryam Chalisa
  • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
  • print Cetak

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) menegaskan swasembada beras Indonesia tahun lalu adalah capaian nyata yang didukung data resmi. Capaian tersebut bukan sekadar narasi politik atau “kejutan tiba-tiba”.

Temukan lebih banyak

Pernyataan ini langsung menjawab berbagai keraguan yang beredar di media sosial tentang keberlanjutan swasembada pangan nasional.

Ketua Umum APPMBGI, Abdul Rivai Ras, menyatakan bahwa narasi yang meragukan kemampuan Indonesia mencapai swasembada beras secara berkelanjutan tidak sesuai dengan realitas di lapangan.

“Produksi beras nasional tahun 2025 mencapai sekitar 34,7 juta ton, sementara kebutuhan konsumsi masyarakat hanya sekitar 31,1 juta ton. Artinya, kita punya surplus lebih dari 3 juta ton,” jelas Rivai, mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) secara langsung.

Ia menambahkan, Badan Pangan Nasional juga mencatat peningkatan signifikan cadangan beras pemerintah dan penguatan stok nasional sepanjang tahun tersebut. “Dalam ilmu ekonomi pangan, swasembada itu sederhana; ketika produksi lebih besar daripada konsumsi. Ini bukan opini, ini angka resmi,” tegasnya.

Bukan Kejutan, Melainkan Akselerasi yang Terencana

Rivai menjelaskan bahwa capaian swasembada 2025 bukan hasil kebetulan, melainkan buah dari kerja sistematis pemerintah melalui Kementerian Pertanian. 

Beberapa langkah kunci yang mendorong akselerasi tersebut antara lain: Peningkatan luas panen nasional, perbaikan produktivitas lahan melalui teknologi dan bibit unggul, penguatan harga gabah di tingkat petani agar mereka tetap semangat menanam, optimalisasi penyerapan hasil produksi oleh Perum BULOG. 

“Dengan demikian, swasembada ini adalah hasil konsistensi kebijakan, bukan anomali jangka pendek,” kata Rivai.

Ia juga membedakan dengan jelas antara impor taktis dan ketergantungan struktural. Impor beras yang dilakukan di awal tahun hanya bersifat sementara untuk menjaga stabilitas harga dan stok. 

Neraca pangan nasional dihitung secara tahunan berdasarkan keseimbangan produksi dan konsumsi secara keseluruhan, bukan per bulan. Karena itu, impor terbatas tidak serta-merta menghapus status swasembada yang sudah tercapai sepanjang tahun.

Mengapa Perbandingan dengan Jepang Kurang Relevan?

Beberapa pihak kerap membandingkan Indonesia dengan Jepang yang memiliki teknologi pertanian sangat maju. Menurut Rivai, perbandingan tersebut tidak sepenuhnya tepat. Indonesia memiliki tantangan yang jauh berbeda, karena skala konsumsi beras yang jauh lebih besar, karakteristik lahan yang beragam, serta struktur petani yang mayoritas kecil dan tradisional.

“Keberhasilan swasembada tidak diukur dari siapa yang paling canggih teknologinya, tetapi dari kemampuan suatu bangsa memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya sendiri,” tegas Rivai.

Jangan Memupuk Keraguan

Rivai mengajak publik untuk melihat data secara objektif. “Yang kita lihat bukan klaim, melainkan realitas berbasis angka. Swasembada beras 2025 adalah momentum bersejarah bagi kedaulatan pangan Indonesia,” ujarnya.

Tantangan ke depan, menurutnya, bukan lagi membuktikan apakah Indonesia mampu, melainkan bagaimana menjaga, memperkuat, dan memastikan manfaat swasembada ini dirasakan secara merata oleh seluruh rakyat, mulai dari petani hingga konsumen di dapur rumah tangga.

Dengan demikian, ia mengajak semua pihak untuk mendukung keberlanjutan swasembada beras ini, karena ketahanan pangan adalah fondasi utama kemandirian bangsa. (*)

  • Penulis: Maryam Chalisa

Rekomendasi Untuk Anda

  • 300 Peserta Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2 Tahun 2026 Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

    300 Peserta Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2 Tahun 2026 Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

    • 0Komentar

    Sebanyak 300 peserta Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch 2 Tahun 2026 resmi didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Penyerahan simbolis kepesertaan dilakukan pada rangkaian pembukaan Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2 Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Syekh Yusuf, BBPVP Makassar, Selasa (30/6). Penyerahan simbolis kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dilakukan oleh Kepala Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas […]

  • Kemenkum Sumsel Perkuat Pelindungan KI dan Legalitas UMKM pada Sinkronisasi Pertumbuhan Ekonomi Kota Palembang

    Kemenkum Sumsel Perkuat Pelindungan KI dan Legalitas UMKM pada Sinkronisasi Pertumbuhan Ekonomi Kota Palembang

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan kembali berpartisipasi dalam kegiatan Sinkronisasi Pertumbuhan Ekonomi yang Maju dan Berkeadilan (Pemberdayaan Masyarakat) yang diselenggarakan oleh Bapperida Kota Palembang, Aula Bapperida Kota Palembang (16/7). Kegiatan yang diikuti sekitar 140 peserta ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku UMKM mengenai pentingnya legalitas usaha, pelindungan Kekayaan Intelektual (KI), serta pemanfaatan inovasi guna meningkatkan […]

  • Gentingisasi dan Perubahan Tren Atap di Indonesia

    Menimbang Untung Rugi Atap Genting dalam Wacana Gentingisasi

    • 0Komentar

    Penggunaan genting menjadi perbincangan seiring pemerintah mendorong program gentingisasi sebagai bagian dari upaya penataan lingkungan dan pembenahan wajah kota, khususnya untuk mendukung sektor pariwisata. Namun, di tengah wacana tersebut, realitas di lapangan menunjukkan tren berbeda. Material atap berbasis tanah liat yang dahulu mendominasi rumah-rumah di Indonesia kini semakin jarang digunakan, tergeser oleh atap metal, seng, […]

  • Dukung Asta Cita Presiden, Kanwil Kemenkum Babel Tindaklanjuti Aduan Dugaan Pelanggaran OBH Terakreditasi untuk Perkuat Akses Keadilan

    Dukung Asta Cita Presiden, Kanwil Kemenkum Babel Tindaklanjuti Aduan Dugaan Pelanggaran OBH Terakreditasi untuk Perkuat Akses Keadilan

    • 0Komentar

    Negara tidak boleh absen dalam menjamin keadilan bagi masyarakat, khususnya bagi kelompok miskin dan rentan. Dalam semangat tersebut, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung (Kanwil Kemenkum Babel) bergerak cepat menindaklanjuti laporan pengaduan masyarakat terkait dugaan pelanggaran oleh Organisasi Bantuan Hukum (OBH) terakreditasi, melalui rapat resmi yang dilaksanakan pada Rabu (8/4/2026). Langkah ini merupakan wujud […]

  • Lawan Real Madrid di Bernabeu, Emil Audero Berpeluang Debut Bersama Rayo Vallecano

    Lawan Real Madrid di Bernabeu, Emil Audero Berpeluang Debut Bersama Rayo Vallecano

    • 0Komentar

    Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, berpeluang debut di La Liga saat Rayo Vallecano melawat ke Santiago Bernabeu menghadapi Real Madrid, Minggu (13/9/2026). Kesempatan ini terbuka lebar menyusul cedera serius yang dialami kiper utama Rayo Vallecano, Augusto Batalla, yang dipastikan absen cukup lama. Batalla mengalami benturan keras di bagian tulang kering kanan saat berduel dengan penyerang […]

  • Kemenkum Sumsel Dorong Pelindungan Inovasi Daerah Melalui Sosialisasi dan Pendampingan Pencatatan Hak Cipta di Bapperida Kota Palembang

    Kemenkum Sumsel Dorong Pelindungan Inovasi Daerah Melalui Sosialisasi dan Pendampingan Pencatatan Hak Cipta di Bapperida Kota Palembang

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan melalui Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual (KI) menghadiri kegiatan Sosialisasi Edukasi Hak Cipta yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Palembang, Selasa (4/8), di Bapperida Kota Palembang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pelindungan hukum terhadap karya intelektual sekaligus mendorong para inovator di […]

expand_less