Breaking News
light_mode

Anomali HMI-KAHMI di Tengah Perkelahian Antar Anak Bangsa

  • account_circle Maryam Chalisa
  • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
  • print Cetak

Penulis: Abbas Selong (Mantan Pimpinan Komisi C DPRD Provinsi Sulawesi Selatan)

HMI-KAHMI itu adalah pasangan kontrol ganda, adinda di dalam kampus, kakanda di luar kampus, sama sama jaga agar negara dan kampus tidak kebablasan.

Kalau dipisah, tenaganya setengah, kalau bersatu ini jadi kekuatan moral yang paling ditakuti penguasa yang mau main main.

HMI itu sensor paling peka di kampus. Kenapa? karena dia hidup didalamnya setiap hari: melawan rektor otoriter, kebijakan kampus yang mematikan diskusi, dosen titipan dan kriminalisasi mahasiswa. Di sinilah dilatih semangat Yakin Usaha Sampai.

Sebagai kawah candradimuka kader: HMI mencetak kader yang berani kritik pemerintah dikemudian hari. Kalau fungsi kontrol HMI di kampus mati, KAHMI sepuluh tahun lagi bakal kehabisan stok orang yang berani.

HMI adalah pabrik calon pemimpin, tempat menempa kader, KAHMI adalah pasar dan penampungan produknya, tempat alumni berkontribusi setelah ditempa di HMI.

Sejatinya, HMI-KAHMI saling jaga, HMI jaga independensi, intelektual dan idealisme, KAHMI jaga marwah alumni agar tidak disalahgunakan untuk kepentingan politik praktis sesaat, saling mengingatkan.

HMI-KAHMI seyogianya jadi pemadam kebakaran, namun kenyataannya banyak yang malah jadi penyiram bahan bakar, itu anomalinya.

Anomali Peran:
Dari “penengah” jadi “pelaku perkelahian.” Seharusnya:
DNA HMI adalah intelektual, religius dan nasionalis, DNA KAHMI adalah elite moral bangsa, tugasnya jadi jembatan saat bangsa terbelah kanan-kiri, agama vs sekuler, pemerintah vs rakyat.

Kenyataannya: HMI-KAHMI malah paling gaduh di medsos, beda pilihan pilpres, langsung musuhan, beda dukung caketum, saling unfollow, NDP hanya buat wallpaper.

Anomalinya: rumah yang memproduksi “manusia Indonesia baru” malah ikut melahirkan “polarisasi baru.”

Anomali Arah Kritik: “tumpul ke atas, tajam ke dalam.”

Seharusnya: HMI lawan ketidakadilan dan KAHMI kontrol kekuasaan. Itu warisan 47, 66, 98. Kritik kepada penguasa itu ibadah politik.

Kenyataannya: energi kritis habis buat ribut internal, kongres jadi ajang perang, ke pemerintah yang zalim malah pelan suaranya, karena “takut jabatannya” ditilep tuyul, tapi ke sesama kader yang beda kubu, galaknya minta ampun.

Anomalinya: gigi taring HMI-KAHMI cuma dipake buat gigit saudara sendiri.

Anomali Tujuan: dari “kaderisasi” jadi “kapitalisasi.”

Seharusnya: masuk HMI buat ditempa, lulus jadi KAHMI buat mengabdi, jabatan itu bonus, bukan tujuan.

Kenyataannya: HMI jadi tempat cari koneksi, KAHMI jadi tempat dagang pengaruh. LK I dikejar demi SK, bukan demi paham NDP, begitu dapat kursi, lupa adik-adik di komisariat.

Anomalinya: “pabrik kader” berubah jadi “bursa politik.”

Akar masalahnya adalah:

Krisis NDP: Nilai Dasar Perjuangan cuma dihafal, tidak dihayati, kalau NDP hidup, tidak mungkin kader saling menghina karena beda pilihan.

Politik Uang dan Jabatan Masuk: Saat KAHMI kebanyakan politisi/pengusaha, dan HMI dikejar parpol, maka idealisme kalah sama pragmatisme.

KAHMI Lupa Jadi Kakak: kakak itu tugasnya melerai, kalau kakaknya malah ikut adu jotos, adik-adiknya makin jadi.

Solusinya adalah:

HMI harus kembali jadi Kampus Nalar.

Bukan kampus demo melulu. Isi diskusinya harus bedah bangsa, bukan bedah orang. Latih adab berdebat. Kalah-menang biasa, putus saudara jangan.

KAHMI harus tegak jadi Majelis Kakak.

Bikin forum KAHMI penengah, saat ada konflik nasional/daerah, KAHMI yang undang semua pihak duduk tudang sipulung, jangan ikut teriak di kubu A atau di kubu B.

Satukan HMI-KAHMI dalam Barisan Moral.

Bikin kesepakatan: musuh kita adalah kebodohan, kemiskinan, dan ketidakadilan, bukan sesama kader.

Bangsa lagi sakit karena terbelah, dokternya harusnya HMI-KAHMI, tapi kalau dokternya ikut sakit, ikut terbelah, ya bangsa ini tidak akan sembuh-sembuh.

Semoga anomali ini cuma sementara, dan kita yang masih waras dan awas, wajib luruskan lagi barisannya, biar Kakanda Lafran Pane tenang di tempat peristirahatannya. Wsslm.absdbk.

  • Penulis: Maryam Chalisa

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dorong Tertib Administrasi dan Evaluasi Layanan, Kanwil Kemenkum Babel Lakukan Pendataan Fidusia di Notaris Bangka Tengah

    Dorong Tertib Administrasi dan Evaluasi Layanan, Kanwil Kemenkum Babel Lakukan Pendataan Fidusia di Notaris Bangka Tengah

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan kegiatan pendataan jaminan fidusia pada kantor notaris di wilayah Kabupaten Bangka Tengah, Senin (27/4). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan akurasi data serta pengawasan terhadap layanan fidusia. Dalam pelaksanaannya, tim melakukan inventarisasi jumlah permohonan pendaftaran jaminan fidusia yang diajukan oleh notaris serta identifikasi berbagai kendala yang […]

  • Kakanwil Kemenkum Sumsel Hadiri Kuliah Umum Unsri, Soroti Arah Transformasi Digital Layanan Hukum

    Kakanwil Kemenkum Sumsel Hadiri Kuliah Umum Unsri, Soroti Arah Transformasi Digital Layanan Hukum

    • 0Komentar

    Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan, Maju Amintas Siburian, menghadiri secara langsung kegiatan Kuliah Umum yang diselenggarakan Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya (Unsri), Selasa (22/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Prof. Zainal Abidin, S.H., Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya Kampus Palembang, mengangkat tema “Quo Vadis Profesi Hukum di Era Digital dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence)”. Kegiatan […]

  • Perkuat Sinergi Media dan Kepolisian, Direktur Rakyat Sulsel Silaturahmi ke Kapolres Gowa

    Perkuat Sinergi Media dan Kepolisian, Direktur Rakyat Sulsel Silaturahmi ke Kapolres Gowa

    • 0Komentar

    Jajaran manajemen dan tim redaksi Harian Rakyat Sulsel melakukan kunjungan silaturahmi ke Polres Gowa, Selasa (31/3/2026). Kunjungan tersebut dipimpin langsung Direktur Harian Rakyat Sulsel, Daswar M Rewo, dan diterima oleh Kapolres Gowa, AKBP Muhammad Aldy Sulaiman, yang didampingi Kabag Ops Polres Gowa, Kompol Darwis Daud Poku. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban di […]

  • Gelar Forum Komunikasi Kebijakan 2026, Kanwil Kemenkum Sumsel Perkuat Peran Analis Kebijakan

    Gelar Forum Komunikasi Kebijakan 2026, Kanwil Kemenkum Sumsel Perkuat Peran Analis Kebijakan

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Sumatera Selatan sukses menyelenggarakan Forum Komunikasi Kebijakan (FKK) dalam bentuk Policy Talks (21/5). Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Kapasitas Analis Kebijakan dalam Mewujudkan Kebijakan Publik yang Berkualitas di Provinsi Sumatera Selatan”. Acara berlangsung secara hybrid, bertempat secara luring di Aula Musi Kanwil Kemenkum Sumsel dan diikuti secara daring melalui […]

  • Polres Gowa Bagikan 150 Helm, Edukasi Warga Tertib Lalu Lintas

    Polres Gowa Bagikan 150 Helm, Edukasi Warga Tertib Lalu Lintas

    • 0Komentar

    Kapolres Gowa, AKBP Muhammad Aldy Sulaiman turun langsung ke jalan membagikan helm kepada sejumlah pengendara motor, sekaligus mengedukasi warga agar taat dalam berkendara. Kegiatan ini merupakan bagian dari aksi simpatik  yang digelar Satuan Lalu Lintas Polres Gowa dengan membagikan helm gratis kepada pengendara motor di dua titik, yakni di Jalan Beringin dan perempatan Jalan Usman […]

  • Perkuat Budaya Hukum Pelajar, Kemenkum Babel Hadirkan Program PIJAR: Cegah Perundungan dan Kenalkan KUHP Terbaru

    Perkuat Budaya Hukum Pelajar, Kemenkum Babel Hadirkan Program PIJAR: Cegah Perundungan dan Kenalkan KUHP Terbaru

    • 0Komentar

    Dalam rangka mendukung penguatan budaya hukum masyarakat serta implementasi program pembinaan hukum nasional, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung menyelenggarakan kegiatan Penyuluhan Hukum kepada pelajar melalui program PIJAR (Penyuluh Edukasi Pelajar) dengan tema “Cegah Perundungan dan Kenali KUHP Terbaru” di Aula SMK Negeri 1 Pangkalan Baru, Selasa (21/04/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi […]

expand_less