Breaking News
light_mode

Psikologi Marah: Seni Menata Emosi dengan Cahaya Al-Qur’an – 19

  • account_circle Maryam Chalisa
  • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
  • print Cetak


Oleh: Ahmad Razak
Dosen Fakultas Psikologi UNM

Di tengah kehidupan modern yang sarat tekanan dan ketegangan sosial, salah satu persoalan mendasar manusia adalah kemampuan mengelola emosi, terutama emosi marah. Tanpa pengelolaan yang baik, kemarahan dapat berubah menjadi sumber konflik dan kerusakan dalam kehidupan pribadi maupun sosial.

Realitas masyarakat hari ini menunjukkan kecenderungan meningkatnya ledakan emosi. Ketegangan sosial yang awalnya berupa perbedaan pendapat atau aksi protes sering berubah menjadi tindakan anarkis, bahkan berujung pada huru-hara dan pengrusakan fasilitas umum. Amarah yang tidak terkendali mengubah ekspresi aspirasi menjadi perilaku destruktif. Energi emosi yang semestinya dapat disalurkan secara bijak justru meledak dalam bentuk tindakan yang merugikan banyak pihak.

Fenomena yang sama juga tampak di ruang digital. Media sosial yang seharusnya menjadi sarana berbagi informasi dan kebaikan sering berubah menjadi arena pelampiasan emosi. Tidak sedikit orang yang dengan mudah mencaci, menghina, dan melontarkan kata-kata kasar bahkan tidak senonoh kepada orang lain. Jarak digital seolah membuat sebagian orang kehilangan kendali etika dan empati. Akibatnya, ruang publik virtual dipenuhi oleh kemarahan yang menular dan memperkeruh suasana sosial.

Dalam perspektif psikologi, marah merupakan emosi dasar yang dimiliki setiap manusia. Ia muncul sebagai respon terhadap rasa terancam, ketidakadilan, atau kekecewaan. Marah pada dirinya tidak selalu negatif. Dalam situasi tertentu, ia bahkan dapat menjadi energi untuk mempertahankan nilai dan memperjuangkan kebenaran. Namun, ketika emosi ini tidak dikelola dengan baik, marah dapat berubah menjadi agresi, permusuhan, bahkan kekerasan.

Secara ilmiah, kemarahan yang dibiarkan meledak tanpa kendali juga berbahaya bagi kesehatan personal. Dalam psikologi kesehatan dijelaskan bahwa kemarahan yang intens memicu aktivasi sistem saraf simpatik yang meningkatkan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol. Jika kondisi ini terjadi berulang, tubuh berada dalam keadaan siaga terus-menerus yang dapat meningkatkan tekanan darah, mempercepat denyut jantung, dan memperbesar risiko gangguan kardiovaskular. Tidak hanya itu, individu yang sering melampiaskan kemarahan juga cenderung mengalami tingkat stres yang lebih tinggi, kesulitan mengendalikan impuls, serta memiliki kualitas hubungan interpersonal yang lebih rendah.

Dalam kajian neuropsikologi, ledakan emosi sering terjadi karena dominasi reaksi impulsif dari sistem limbik, khususnya amigdala, yang menekan fungsi rasional korteks prefrontal bagian otak yang bertanggung jawab atas pertimbangan dan pengambilan keputusan. Inilah sebabnya seseorang yang sedang sangat marah sering mengucapkan kata-kata yang kemudian ia sesali. Ilmu pengetahuan modern pada akhirnya menegaskan bahwa kemampuan mengendalikan emosi merupakan tanda kedewasaan psikologis.

Di sinilah Al-Qur’an hadir sebagai pedoman yang menuntun manusia dalam menata emosi. Al-Qur’an tidak hanya mengatur ibadah, tetapi juga membimbing manusia mengelola kehidupan batin. Salah satu karakter orang bertakwa yang disebutkan dalam Al-Qur’an adalah kemampuan menahan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain (QS. Ali Imran: 134). Ayat ini menunjukkan bahwa kedewasaan spiritual tercermin dari kemampuan mengendalikan emosi.

Dalam perspektif Al-Qur’an, pengelolaan emosi tidak berdiri sendiri, tetapi terkait dengan sejumlah kualitas batin yang membentuk kematangan spiritual manusia. Nilai-nilai seperti sabar, memaafkan, kebersyukuran, dan tawakkal merupakan bagian dari proses menata emosi agar hati tetap stabil dalam menghadapi berbagai situasi kehidupan.

Ramadan sejatinya adalah sekolah pengendalian diri. Puasa tidak hanya melatih manusia menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan emosi. Ketika seseorang mampu menahan amarah saat berpuasa, sesungguhnya ia sedang melatih kemampuan regulasi diri yang menjadi fondasi kesehatan psikologis dan kedewasaan spiritual.

Islam mengajarkan bahwa kekuatan sejati bukanlah kemampuan melampiaskan kemarahan. Rasulullah SAW bersabda, “Laisa asy-syadidu bish-shura‘ah, innamasy-syadidu alladzi yamliku nafsahu ‘indal ghadab.” Artinya: Orang kuat bukanlah yang pandai bergulat, tetapi orang kuat adalah yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah. (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menegaskan bahwa keperkasaan manusia sesungguhnya terletak pada kekuatan batin dalam mengendalikan emosi. Di tengah dunia yang semakin bising oleh kemarahan, kekerasan, dan caci maki, Al-Qur’an mengajarkan seni yang lebih tinggi: menata hati, menahan amarah, dan menebarkan kedamaian. Dengan cahaya Al-Qur’an, manusia tidak hanya menjadi lebih taat, tetapi juga lebih tenang, lebih bijak, dan lebih manusiawi.

Wallahu a’lam

  • Penulis: Maryam Chalisa

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kakanwil Kemenkum Sumsel Hadiri Kuliah Umum Unsri, Soroti Arah Transformasi Digital Layanan Hukum

    Kakanwil Kemenkum Sumsel Hadiri Kuliah Umum Unsri, Soroti Arah Transformasi Digital Layanan Hukum

    • 0Komentar

    Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan, Maju Amintas Siburian, menghadiri secara langsung kegiatan Kuliah Umum yang diselenggarakan Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya (Unsri), Selasa (22/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Prof. Zainal Abidin, S.H., Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya Kampus Palembang, mengangkat tema “Quo Vadis Profesi Hukum di Era Digital dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence)”. Kegiatan […]

  • MTQ VIII Korpri Nasional 2026 Resmi Ditutup, Menag Nasaruddin Umar: Al-Qur’an Harus Hadir Dalam Birokrasi

    MTQ VIII Korpri Nasional 2026 Resmi Ditutup, Menag Nasaruddin Umar: Al-Qur’an Harus Hadir Dalam Birokrasi

    • 0Komentar

    Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VIII Korpri Tingkat Nasional 2026 resmi berakhir. Menteri Agama RI Prof. KH. Nasaruddin Umar yang menutup langsung kegiatan ini menegaskan, MTQ Korpri tidak boleh berhenti sebagai ajang perlombaan, tetapi harus menjadi momentum menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan birokrasi dan pelayanan publik. Penutupan MTQ VIII Korpri Tingkat Nasional 2026 berlangsung di Alun-Alun […]

  • Kemenhaj Sulsel Peringati Perdana Hari Khidmat, Tekankan Integritas dan Transparansi Pelayanan

    Kemenhaj Sulsel Peringati Perdana Hari Khidmat, Tekankan Integritas dan Transparansi Pelayanan

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulawesi Selatan memperingati Hari Khidmat Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia untuk pertama kalinya, Selasa (8/9/2026). Peringatan yang digelar di lingkungan Kantor Wilayah Kemenhaj Sulsel tersebut dipimpin langsung Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Sulsel, H Ikbal Ismail. Kegiatan berlangsung sederhana namun penuh makna, mengingat peringatan Hari Khidmat tahun ini […]

  • Refleksi Nuzulul Qur’an

    Refleksi Nuzulul Qur’an

    • 0Komentar

    Oleh: Dr. KH. Masrur Makmur La Tanro (Ketua MUI Provinsi Bali/Presidium IAPIM/ Ketua ISMI Bali) Setiap bulan Ramadhan, umat Islam memperingati peristiwa besar dalam sejarah Islam yaitu Nuzulul Qur’an, turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad ﷺ di Gua Hira. Peristiwa ini bukan sekadar catatan sejarah, tetapi menjadi momentum spiritual yang mengingatkan umat Islam akan pentingnya […]

  • Ukir Prestasi Gemilang, SMAN 21 Makassar Catat Kelulusan Jalur SNBT Terbanyak di Sulsel

    Ukir Prestasi Gemilang, SMAN 21 Makassar Catat Kelulusan Jalur SNBT Terbanyak di Sulsel

    • 0Komentar

    UPT SMAN 21 Makassar kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang akademik. Di bawah kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah, Drs. A.R. Subandi, M.Si, sekolah ini berhasil mencatatkan capaian gemilang pada Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. A.R. Subandi yang juga merupakan peraih Juara Pertama Guru Favorit versi Harian Fajar terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan […]

  • Kanwil Kemenkum Babel Matangkan Persiapan Sosialisasi Pencegahan Pelanggaran KI dan Royalti Musik

    Kanwil Kemenkum Babel Matangkan Persiapan Sosialisasi Pencegahan Pelanggaran KI dan Royalti Musik

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung melalui Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual menggelar rapat mingguan terkait persiapan kegiatan dan evaluasi capaian program Kekayaan Intelektual, Senin (22/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual tersebut dipimpin oleh Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual, Adi Riyanto, mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung, […]

expand_less