Breaking News
light_mode

Ekonomi Daerah Tidak Bisa Selamanya BergantungMembangun Kekuatan dari Produksi Lokal

  • account_circle Maryam Chalisa
  • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
  • print Cetak

Oleh: Syafruddin Mualla
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sulawesi Selatan

Salah satu kelemahan mendasar pembangunan daerah di Indonesia adalah terlalu besarnya ketergantungan pada anggaran pemerintah. Setiap tahun daerah menunggu transfer dana dari pusat, menyusun rencana berdasarkan besarnya APBD, lalu berharap ekonomi akan bergerak dengan sendirinya. Cara berpikir seperti ini membuat banyak daerah terlihat tumbuh, tetapi sebenarnya masih rapuh.

Ekonomi yang bertumpu pada belanja pemerintah bukanlah ekonomi yang kuat. Ketika proyek berjalan, aktivitas meningkat dan perputaran uang terasa hidup. Namun ketika anggaran berkurang, ekonomi sering kali langsung melambat. Pola seperti ini menunjukkan bahwa fondasi ekonomi daerah masih lemah dan belum berdiri di atas kekuatan produksi sendiri.

Kemandirian ekonomi tidak lahir dari besarnya anggaran, tetapi dari kemampuan daerah menghasilkan nilai tambah secara berkelanjutan. Daerah yang kuat adalah daerah yang mampu memproduksi, mengolah, dan memasarkan hasil usahanya sendiri. Tanpa kemampuan produksi yang memadai, daerah hanya akan menjadi tempat peredaran barang dari luar.

Persoalan inilah yang masih banyak terjadi hingga hari ini. Pasar-pasar di daerah terlihat ramai, aktivitas perdagangan meningkat, dan perputaran uang berjalan cukup besar. Namun sebagian besar barang yang diperjualbelikan berasal dari luar daerah. Uang yang dibelanjakan masyarakat pada akhirnya kembali keluar karena produksi lokal belum mampu memenuhi kebutuhan sendiri.

Jika kondisi ini terus berlangsung, maka pertumbuhan ekonomi daerah hanya akan bersifat semu. Daerah terlihat bergerak, tetapi belum benar-benar berkembang. Kita menjadi konsumen yang aktif, tetapi belum menjadi produsen yang kuat.

Padahal hampir semua daerah memiliki potensi yang cukup untuk membangun kekuatan ekonomi sendiri. Sektor pertanian, perikanan, pariwisata, industri, dan jasa menyediakan peluang besar untuk menciptakan nilai tambah. Yang sering menjadi masalah bukanlah kekurangan potensi, melainkan belum jelasnya arah pembangunan ekonomi yang terfokus pada penguatan produksi.

Pembangunan ekonomi daerah seharusnya dimulai dari penguatan sektor produksi berbasis potensi lokal. Hasil pertanian dan perikanan tidak seharusnya dijual dalam bentuk bahan mentah. Tanpa pengolahan, nilai ekonomi yang dinikmati daerah akan selalu terbatas. Industri pengolahan skala kecil dan menengah perlu menjadi tulang punggung ekonomi lokal karena sektor inilah yang mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus menjaga perputaran uang tetap berada di daerah.

Dalam konteks ini, pengusaha lokal memiliki peran yang sangat menentukan. Pengusaha daerah bukan sekadar pelaku ekonomi, tetapi juga bagian dari struktur pembangunan. Jika pelaku usaha lokal berkembang, maka ekonomi daerah akan memiliki daya tahan yang lebih kuat. Sebaliknya, jika pelaku usaha lokal tidak tumbuh, maka daerah akan terus bergantung pada kekuatan ekonomi dari luar.

Pemerintah daerah perlu memandang pengembangan ekonomi lokal sebagai agenda strategis jangka panjang, bukan sekadar program tahunan. Dukungan terhadap usaha produktif harus lebih diutamakan dibandingkan kegiatan yang hanya bersifat seremonial. Kebijakan ekonomi perlu diarahkan untuk memperkuat produksi lokal sehingga daerah memiliki sumber pertumbuhan yang berkelanjutan.

Kemandirian ekonomi bukan berarti menutup diri dari kerja sama dengan daerah lain. Justru daerah yang kuat adalah daerah yang mampu bekerja sama secara seimbang karena memiliki kemampuan produksi sendiri. Tanpa kekuatan produksi, kerja sama ekonomi hanya akan menjadikan daerah sebagai pasar bagi produk dari luar.

Sudah waktunya pembangunan daerah bergerak ke arah yang lebih mendasar. Kita tidak bisa selamanya bergantung pada anggaran pemerintah sebagai penggerak utama ekonomi. Anggaran hanyalah alat pembangunan, bukan tujuan akhir.

Masa depan ekonomi daerah akan lebih ditentukan oleh seberapa kuat kita membangun sistem produksi lokal daripada seberapa besar anggaran yang kita terima.

Daerah yang benar-benar maju bukanlah daerah yang paling besar belanjanya, tetapi daerah yang paling kuat basis produksinya.

  • Penulis: Maryam Chalisa

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dr.Bunyamin Yapid Dampingi Menag Nasaruddin Umar Terima Dubes RI untuk Suriah, Bahas Wakaf dan Pendidikan Mahasiswa

    Dr.Bunyamin Yapid Dampingi Menag Nasaruddin Umar Terima Dubes RI untuk Suriah, Bahas Wakaf dan Pendidikan Mahasiswa

    • 0Komentar

    Tenaga Ahli Menteri Agama RI Bidang Kerja Sama Luar Negeri, Dr. KH. Bunyamin M. Yapid, LC., MH., mendampingi Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., saat menerima Duta Besar Republik Indonesia untuk Suriah, Lukman Hakim Siregar, di Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta, Rabu (16/9/2026). Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis yang berkaitan dengan […]

  • BPJS Ketenagakerjaan Makassar Gelar Employee Volunteering, Berbagi Takjil di Bulan Ramadan

    BPJS Ketenagakerjaan Makassar Gelar Employee Volunteering, Berbagi Takjil di Bulan Ramadan

    • 0Komentar

    Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan sekaligus menumbuhkan semangat kepedulian sosial, karyawan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Makassar melaksanakan kegiatan Employee Volunteering dengan membagikan takjil kepada masyarakat dan pengguna jalan di depan kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Makassar di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar. Kegiatan berbagi takjil ini dilakukan oleh para karyawan secara langsung kepada pengendara dan masyarakat yang […]

  • Kanwil Kemenkum Babel Harmonisasikan Ranperda Dan Ranpergub Provinsi Kep. Bangka Belitung

    Kanwil Kemenkum Babel Harmonisasikan Ranperda Dan Ranpergub Provinsi Kep. Bangka Belitung

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung menyelenggarakan rapat harmonisasi terhadap Rancangan Peraturan Daerah dan Rancangan Peraturan Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, bertempat di Kantor Wilayah, Kamis (21/05/2026). Rapat tersebut dilaksanakan dalam rangka pengharmonisasian, pembulatan, dan pemantapan konsepsi terhadap tiga rancangan peraturan, yaitu Ranperda tentang Perubahan atas Perda Nomor 2 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah […]

  • Dari Pelayanan hingga Inovasi, Polres Gowa Raih Predikat Terbaik I Operasi Ketupat 2026

    Dari Pelayanan hingga Inovasi, Polres Gowa Raih Predikat Terbaik I Operasi Ketupat 2026

    • 0Komentar

    Polres Gowa berhasil mengukir prestasi gemilang dengan meraih penghargaan sebagai Polres Terbaik I dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 di jajaran Polda Sulawesi Selatan. Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., kepada Kapolres Gowa, AKBP Muhammad Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si., dalam upacara resmi yang berlangsung di Lapangan […]

  • Kemenkum Sumsel Sasar SMKN 3 Sekayu: Kenalkan Apostille dan Perseroan Perorangan untuk Generasi Muda

    Kemenkum Sumsel Sasar SMKN 3 Sekayu: Kenalkan Apostille dan Perseroan Perorangan untuk Generasi Muda

    • 0Komentar

    ​Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Sumatera Selatan terus memperluas jangkauan informasi layanan hukum bagi generasi muda. Kali ini, Kemenkum Sumsel menggelar sosialisasi mengenai Layanan Apostille dan Perseroan Perorangan di SMK Negeri 3 Sekayu, Rabu (5/5). Pihak SMK Negeri 3 Sekayu menyambut baik inisiatif ini. Dalam sambutannya, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Rahmawati, menyatakan bahwa pihak […]

  • Luke Anthony Vickery Resmi WNI, Menkum: Berjuang Wujudkan Harapan Presiden dan Rakyat Indonesia Untuk Piala Dunia 2030

    Luke Anthony Vickery Resmi WNI, Menkum: Berjuang Wujudkan Harapan Presiden dan Rakyat Indonesia Untuk Piala Dunia 2030

    • 0Komentar

    Hari ini, Kamis 16 Juli 2026, Menteri Hukum RI, Supratman Andi Agtas, resmi mengambil sumpah WNI pesepakbola asal Hawai, USA, Luke Anthony Vickery di KJRI Sydney, Australia. Luke Vickery disumpah menjadi WNI setelah melalui prosedur tahapan panjang. Sebelumnya Luke Vickery diusulkan PSSI melalui Kementrian Pemuda dan Olahraga untuk menjadi WNI pada awal 2026. Setelah melalui […]

expand_less