Peringati HUT ke-51, IWAPI Sulsel Gelar Talkshow Edukasi Kanker
- account_circle Maryam Chalisa
- calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
- print Cetak

Dewan Pengurus Daerah (DPD) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Sulawesi Selatan sukses menggelar talkshow edukatif terkait kanker di Grha Prodia Makassar, Jalan Jend. Sudirman, Kamis (12/2/2026).
Perhelatan ini menjadi bagian dari rangkaian semarak HUT IWAPI ke-51 sekaligus memperingati momentum Hari Kanker Sedunia.
Berkolaborasi dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Sulsel dan Prodia, kegiatan ini menarik antusiasme ratusan peserta dari berbagai organisasi serta komunitas perempuan di Makassar.
Ketua DPD IWAPI Sulsel, Dr. apt. Hj. Ainun Jariah, S. Farm., M. Kes., menegaskan bahwa edukasi adalah kunci utama dalam menekan angka kasus kanker pada kaum hawa.
“Kami ingin perempuan tidak lagi merasa takut atau ragu untuk memeriksakan diri, tetapi justru menjadi pribadi yang berani, sadar, dan proaktif dalam menjaga kesehatannya. Karena ketika perempuan sehat, maka keluarga pun akan kuat dan masyarakat akan lebih sejahtera,” jelas sosok yang juga Dosen Prodi Farmasi Unismuh Makassar tersebut.
Ia menilai tingginya antusiasme peserta mencerminkan meningkatnya kesadaran dan kepedulian terhadap kesehatan diri, keluarga, dan masyarakat.
“Perempuan adalah pilar keluarga, sehingga menjaga kesehatan diri berarti menjaga masa depan orang-orang yang kita cintai,” ujarnya
Ia menilai tingginya antusiasme peserta mencerminkan meningkatnya kesadaran dan kepedulian terhadap kesehatan diri, keluarga, dan masyarakat.
“Perempuan adalah pilar keluarga, sehingga menjaga kesehatan diri berarti menjaga masa depan orang-orang yang kita cintai,” ucap dosen Prodi Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unismuh Makassar itu.
Menurutnya, materi yang disampaikan para narasumber tidak sekadar bersifat teoritis, tetapi menjadi bekal nyata untuk menjaga kualitas hidup, bahkan menyelamatkan nyawa.
“Saya berharap para peserta setelah pulang dari kegiatan ini, dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, menyebarkan edukasi yang benar, menghapus stigma, serta mendorong semakin banyak perempuan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin,” pintanya.
Sementara itu, Regional Product Executive Prodia, Andi Heriadi Pallage, M.Biomed menyoroti masih maraknya mitos keliru tentang kanker di tengah masyarakat.
“Faktanya kanker tidak menular, dapat dicegah melalui deteksi sejak dini sehingga memiliki peluang kesembuhan yang jauh lebih tinggi jika ditangani secara tepat dan cepat,” ungkapnya.
Pemateri berikutnya dari YKI Sulsel, dr. M. Husni Cangara, Ph.D, SpA(K), DEM menekankan pentingnya kesadaran individu terhadap kesehatan. Ia menjelaskan bahwa kanker payudara dan kanker serviks memiliki peluang sembuh yang tinggi jika ditemukan pada tahap awal.
“Karena itu, pola hidup sehat, vaksinasi yang dianjurkan, serta pemeriksaan berkala bukan hanya pilihan, melainkan kebutuhan untuk menjaga kualitas hidup perempuan dan ketahanan keluarga,” pesannya.
Sesi selanjutnya diisi oleh dr. Zaldi Basalamah yang membahas kanker payudara sebagai salah satu kanker paling umum pada perempuan. Ia menjelaskan bahwa penyakit ini terjadi akibat pertumbuhan sel abnormal pada jaringan payudara yang tidak terkendali dan dapat menyebar ke organ lain.
Adapun gejala awalnya antara lain benjolan pada payudara atau ketiak, perubahan bentuk payudara, kulit mengerut seperti kulit jeruk, puting tertarik ke dalam, keluarnya cairan abnormal, serta nyeri yang menetap.
“Kanker ini dapat dideteksi dini, melalui SADARI (Periksa Payudara Sendiri) rutin setiap bulan, pemeriksaan klinis oleh tenaga kesehatan dan mammografi sesuai anjuran usia dan risiko,” bebernya.
Selain itu, faktor risiko lainnya meliputi aktivitas seksual di usia dini, sering berganti pasangan, tidak pernah melakukan skrining, sistem imun yang lemah, kebiasaan merokok, serta riwayat infeksi menular seksual.
dr. Youla menegaskan bahwa kanker serviks termasuk jenis kanker yang dapat dicegah.
“Kanker serviks termasuk kanker yang dapat dicegah melalui skrining rutin, Pap smear, IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) dan tes HPV sesuai anjuran dokter,” ujarnya.
Tak hanya talkshow, kegiatan ini juga diramaikan dengan yoga bersama yang dipandu instruktur Nuriah Pingkan, pameran produk UMKM perempuan Sahabat IWAPI, pembagian suvenir bagi peserta yang aktif bertanya, undian doorprize, serta program preloved for charity.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa edukasi kesehatan dapat dikemas secara hangat, inklusif, dan berdampak nyata—tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga mendorong perempuan untuk lebih berani menjaga kesehatannya demi keluarga dan masa depan. (*)
- Penulis: Maryam Chalisa

