Harga Minyak Dunia Hari Ini Turun Jadi US$ 68
- account_circle Jim Geovedi
- calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
- print Cetak

Harga Minyak Dunia Hari Ini Turun Jadi US$ 68
Harga minyak dunia bergerak relatif stabil pada Rabu (11/2/2026), seiring pelaku pasar menanti perkembangan hubungan diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Kontrak minyak Brent turun US$ 0,24 atau 0,3% dan ditutup di level US$ 68,80 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah US$ 0,40 atau 0,6% menjadi US$ 63,96 per barel.
Analis dari firma konsultan energi Gelber & Associates menyebut pelaku pasar masih ragu mengambil posisi besar sebelum ada sinyal yang lebih jelas dari jalur diplomasi, laporan persediaan minyak berikutnya, atau konfirmasi bahwa aliran pasokan benar-benar terganggu, bukan sekadar ancaman.
Juru bicara kementerian luar negeri Iran menyatakan, pembicaraan nuklir dengan AS memberi kesempatan bagi Teheran untuk mengukur keseriusan Washington serta menunjukkan cukup kesepakatan untuk melanjutkan jalur diplomatik.
Dalam wawancara terpisah, Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran ingin mencapai kesepakatan dengan AS terkait program nuklir dan rudal balistiknya. Ia menilai langkah sebaliknya akan menjadi tindakan yang tidak bijak.
Sejumlah pejabat AS dilaporkan membahas penyitaan kapal tanker yang mengangkut minyak Iran guna menekan Teheran. Namun, terdapat kekhawatiran akan potensi pembalasan serta dampaknya terhadap pasar minyak global.
Diplomat AS dan Iran juga menggelar pembicaraan melalui mediator di Oman pekan lalu untuk menghidupkan kembali jalur diplomasi, setelah AS menempatkan armada angkatan laut di kawasan tersebut yang memicu kekhawatiran aksi militer baru.
Analis PVM, Tamas Varga, menilai pasar masih fokus pada ketegangan antara Iran dan AS. Namun, tanpa tanda nyata gangguan pasokan, harga minyak berpotensi bergerak lebih rendah.
Sekitar seperlima konsumsi minyak global melewati Selat Hormuz yang berada di antara Oman dan Iran. Setiap eskalasi di kawasan itu dinilai menjadi risiko besar bagi pasokan minyak dunia.
Iran bersama anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) lainnya seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak mengekspor sebagian besar minyak mentahnya melalui selat tersebut, terutama menuju Asia.
Berdasarkan data Badan Informasi Energi AS, Iran merupakan produsen minyak mentah terbesar ketiga di OPEC pada 2025, setelah Arab Saudi dan Irak.
- Penulis: Jim Geovedi

