Breaking News
light_mode

WFH Tiap Jumat, Menag: Cara Kerja Baru Harus Tetap Hadirkan Layanan untuk Umat

  • account_circle Maryam Chalisa
  • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
  • print Cetak

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama untuk menyambut kebijakan Work From Home (WFH) sebagai bagian dari transformasi budaya kerja menuju masa depan yang lebih modern dan berkelanjutan.

Menag menegaskan, kebijakan WFH yang mulai diterapkan setiap Jumat bukan sekadar perubahan lokasi kerja, tetapi bagian dari langkah besar pemerintah dalam membangun sistem kerja yang lebih adaptif, efisien, dan berdampak.

“WFH bukan sekadar bekerja dari rumah, tetapi cara baru dalam bekerja yang lebih adaptif dan efisien, tanpa mengurangi kualitas pelayanan,” pesan Menag Nasaruddin Umar di Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Kementerian Agama menerapkan kebijakan WFH setiap Jumat mulai besok, 6 April 2026. Kebijakan ini diberlakukan menyusul diberlakukannya Tranformasi Budaya Kerja Baru pada 1 April 2026. Hal ini dilakukan sebagai langkah strategis dalam menghadapi dinamika global dengan mendorong pola kerja yang lebih efisien, produktif, dan berbasis digital.

“Di mana pun kita berada, layanan kepada umat harus tetap hadir, mudah diakses, dan berjalan dengan baik. Mari manfaatkan teknologi, perkuat koordinasi, dan beri perhatian pada mereka yang paling membutuhkan,” imbuh Menag.

Menag menekankan, komitmen pelayanan tidak boleh berkurang. Justru dengan dukungan teknologi, koordinasi harus semakin kuat, dan kehadiran layanan harus semakin dirasakan. Menag juga mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama untuk menjadikan momentum ini sebagai awal membangun ritme kerja baru yang lebih bijak dan seimbang.

“Kita sedang membangun ritme baru. Cara kerja yang lebih bijak, seimbang, dan bermakna. Dari Ruang Kerja Menteri Agama, saya mengajak seluruh ASN Kementerian Agama untuk bersama-sama menjalankan transformasi ini. Kita mulai cara baru,” tandasnya.

Senada dengan Menag, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, menegaskan bahwa esensi dari kebijakan ini adalah transformasi budaya kerja yang lebih adaptif namun tetap terkontrol. Kebijakan itu sekaligus menjadi langkah strategis untuk menekan beban biaya energi dan mobilitas.

Untuk itu, ASN Kemenag diminta untuk tetap menjaga ritme kerja dan profesionalisme. “Perlu digarisbawahi, WFH ini bukan Work From Anywhere. Artinya, pegawai benar-benar bekerja dari rumah dengan status standby,” tegas Kamaruddin Amin.

  • Penulis: Maryam Chalisa

Rekomendasi Untuk Anda

  • Takbiran Bertepatan dengan Nyepi, Menag: Tetap Digelar dengan Penyesuaian

    Takbiran Bertepatan dengan Nyepi, Menag: Tetap Digelar dengan Penyesuaian

    • 0Komentar

    Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif terkait potensi beririsan antara malam takbiran Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi yang tahun ini bertepatan pada 19 Maret 2026. Hal tersebut disampaikan Menag usai pertemuan dengan Presiden di Istana Negara, Rabu (4/3/2026). “Saya juga melaporkan persiapan menjelang Hari Raya Idulfitri. Pada 19 Maret […]

  • DPP IMMIM dan Pemkot Makassar Perkuat Dakwah Ramah Anak, Dorong Masjid Menjadi Rumah Tumbuh Generasi Qur’ani

    DPP IMMIM dan Pemkot Makassar Perkuat Dakwah Ramah Anak, Dorong Masjid Menjadi Rumah Tumbuh Generasi Qur’ani

    • 0Komentar

    Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Masjid Mubaligh Indonesia Muttahidah (DPP IMMIM) bekerja sama dengan Pemerintah Kota Makassar menggelar Diskusi Bulanan bertema “Masjid sebagai Rumah Tumbuh Generasi Qur’ani: Strategi Dakwah Ramah Anak di Era Digital”, Kamis (23/7/2026), di Gedung Islamic Centre H. Fadeli Luran, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar. Ketua Umum DPP IMMIM Dr.KH.Muhammad Ishaq Samad, MA dalam […]

  • Dankodaeral VI Makassar Apresiasi Eksistensi Harian Rakyat Sulsel di Tengah Arus Digital

    Dankodaeral VI Makassar Apresiasi Eksistensi Harian Rakyat Sulsel di Tengah Arus Digital

    • 0Komentar

    Komandan Komando Daerah Angkatan Laut VI (Dankodaeral VI), Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, menyambut hangat kunjungan jajaran manajemen Harian Rakyat Sulsel di Markas Kodaeral VI, Kamis (18/6/2026). Rombongan Harian Rakyat Sulsel dipimpin Direktur Daswar M Rewo, didampingi Wakil Pemimpin Redaksi Abdul Rahman serta Manajer Bisnis Abdul Rahim. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana akrab dan […]

  • H. Mulyadi Ikut Bahas Issu Kebimas Islaman, Dirjen ; Libatkan GenZ

    H. Mulyadi Ikut Bahas Issu Kebimas Islaman, Dirjen ; Libatkan GenZ

    • 0Komentar

    Para Kapala Bidang dibawah koordinasi Ditjen Bimas Islam Kemenag RI baik Penais Zakat Wakaf maupun Urais berkumpul di Surabaya Provinsi Jawa Timur selama dua hari (Tanggal 28 – 29 Agustus 2026) guna membahas Issu Issu Aktual Kebimas Islaman. Para Direktur dibawah Naungan Bimas Islam tampil sebagai Narasumber yang dipandu oleh Sekretaris Ditjen Hj. Lubenah. Prof. […]

  • Sinergi Besar Kemenkum Sumsel dan Perguruan Tinggi, Perda KI Jadi Fokus Utama

    Sinergi Besar Kemenkum Sumsel dan Perguruan Tinggi, Perda KI Jadi Fokus Utama

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan melalui Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual (KI) melaksanakan koordinasi strategis ke Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir, BRIDA Ogan Ilir, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Ogan Ilir, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), serta Universitas Islam OKI Kayuagung terkait pembentukan Peraturan Daerah (Perda) Kekayaan Intelektual, pembaruan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian […]

  • Ketika Prabowo Kesampingkan Kedekatan Demi Penegakan hukum

    Ketika Prabowo Kesampingkan Kedekatan Demi Penegakan hukum

    • 0Komentar

    Oleh: Prof. Dr. Ali Mochtar Ngabalin Ketua DPP PARTAI GOLKAR Bidang Kebijakan Politik Luar Negeri&Hubungan Internasional; dan Visiting Professor of International Relations, Tomsk State University (TSU), Russia Ada satu ujian yang selalu datang ketika seorang pemimpin menyatakan perang terhadap korupsi. Ujian itu bukan ketika hukum berhadapan dengan orang yang jauh dari pusat kekuasaan. Ujian sesungguhnya […]

expand_less