Breaking News
light_mode

Tingkatkan Kualitas Perda, Kanwil Kemenkum Sumsel Libatkan Akademisi dan Pemda dalam FGD Evaluasi Regulasi

  • account_circle Maryam Chalisa
  • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
  • print Cetak

Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Analisis dan Evaluasi Produk Hukum Daerah Tahun 2026, Selasa (23/6). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan hukum daerah dalam rangka meningkatkan kualitas produk hukum daerah agar selaras dengan peraturan perundang-undangan, kebutuhan masyarakat, serta dinamika pembangunan.

Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum Kanwil Kementerian Hukum Sumatera Selatan, Nur ‘Ainun dalam laporannya menyampaikan bahwa analisis dan evaluasi produk hukum daerah merupakan instrumen penting untuk memastikan peraturan daerah tetap relevan, efektif, dan tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi.
“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat dihasilkan rekomendasi yang konstruktif sebagai bahan penyempurnaan produk hukum daerah di Sumatera Selatan”, ujarnya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan, Maju Amintas Siburian, menambahkan bahwa hukum yang berkualitas harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat, serta selaras dengan dinamika pembangunan. Namun dalam implementasinya, lanjut Kakanwil, masih ditemukan berbagai regulasi yang berpotensi tumpang tindih, tidak harmonis, atau sudah tidak sesuai dengan perkembangan kondisi saat ini.

“Oleh karena itu, analisis dan evaluasi produk hukum daerah menjadi langkah penting untuk memastikan regulasi tetap efektif, relevan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Maju Amintas Siburian.

Kakanwil menjelaskan bahwa forum strategis ini dimaksudkan untuk mengkaji dan mengevaluasi berbagai Peraturan Daerah secara komprehensif.
“Kegiatan ini bukan untuk mencari kelemahan suatu regulasi, melainkan sebagai upaya bersama dalam meningkatkan kualitas produk hukum daerah agar lebih harmonis, implementatif, dan sejalan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi”, lanjutnya.

Vegitya Ramadhani Putri, Legislative Drafter dan Dosen Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, serta K. Zulfan Adriansyah, Kepala Subbagian Hukum Kabupaten/Kota Biro Hukum dan HAM Setda Provinsi Sumatera Selatan selaku narasumber. Dipandu oleh Ketua Tim Analisis dan Evaluasi Produk Hukum Daerah Rizayusmanda, forum yg menghadirkan akademisi, praktisi hukum,serta perwakilan pemerintah daerah ini diharapkan mampu memperkaya diskusi dan menghasilkan masukan yang bermanfaat bagi penyempurnaan regulasi daerah.

Dalam sesi diskusi, para narasumber menyoroti pentingnya harmonisasi regulasi daerah dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi serta perlunya penyempurnaan berbagai ketentuan yang sudah tidak sesuai dengan perkembangan hukum nasional. Analisis dan evaluasi juga dilakukan terhadap sejumlah Peraturan Daerah di kabupaten/kota se-Sumatera Selatan yang berkaitan dengan perlindungan perempuan dan anak, perlindungan anak, penyandang disabilitas, serta kesejahteraan sosial.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya beberapa aspek yang perlu diperbaiki, antara lain terkait harmonisasi peraturan, kesesuaian kewenangan pemerintah daerah, perlindungan hak asasi manusia, serta teknik penyusunan peraturan perundang-undangan. Rekomendasi yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi pemerintah daerah dan DPRD dalam melakukan penyempurnaan maupun pembentukan produk hukum daerah yang lebih berkualitas.

  • Penulis: Maryam Chalisa

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sambil Menangis, Seorang Ibu Rumah Tangga Adukan Pelanggaran Jabatan Notaris ke Menteri Hukum

    Sambil Menangis, Seorang Ibu Rumah Tangga Adukan Pelanggaran Jabatan Notaris ke Menteri Hukum

    • 0Komentar

    Menteri Hukum Republik Indonesia, Supratman Andi Agtas, menerima secara langsung aspirasi masyarakat terkait penanganan pengaduan dugaan pelanggaran jabatan notaris. Pertemuan tersebut menjadi wujud komitmen Kementerian Hukum dalam memberikan ruang kepada masyarakat untuk menyampaikan keluhan serta memastikan setiap pengaduan diproses sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Hukum mendengarkan penyampaian dari Sdri. Julia Subintoro […]

  • Kanwil Kemenkum Sumsel Lakukan Pengawasan Banguan Hukum di Rutan dan LPKA Palembang

    Kanwil Kemenkum Sumsel Lakukan Pengawasan Banguan Hukum di Rutan dan LPKA Palembang

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan melaksanakan kegiatan Pengawasan Pelaksanaan Bantuan Hukum di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Palembang dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Palembang (27/07). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memastikan penyelenggaraan bantuan hukum tidak hanya berorientasi pada realisasi anggaran, tetapi juga pada kualitas layanan yang diberikan oleh Pemberi Bantuan Hukum […]

  • Harmonisasi 11 Raperwali, Kanwil Kemenkum Sumsel dan Pemkot Lubuk Linggau Sinergi Pembentukan Regulasi

    Harmonisasi 11 Raperwali, Kanwil Kemenkum Sumsel dan Pemkot Lubuk Linggau Sinergi Pembentukan Regulasi

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan melaksanakan Rapat Harmonisasi terhadap 11 Rancangan Peraturan Wali Kota (Raperwali) Lubuk Linggau, Rabu (22/07). Kegiatan yang berlangsung di Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan ini menjadi bagian dari upaya memastikan setiap rancangan regulasi daerah memiliki kesesuaian substansi, kewenangan, dan teknik penyusunan peraturan perundang-undangan. Sebelas Raperwali yang diharmonisasi meliputi Sistem […]

  • Enterpreneurship Dalam Perspektif Islam

    Enterpreneurship Dalam Perspektif Islam

    • 0Komentar

    Oleh: Dr. KH. Masrur Makmur La Tanro (Ketua MUI Provinsi Bali/Presidium IAPIM/ Ketua ISMI Bali) Kewirausahaan (entrepreneurship) bukan sekadar aktivitas ekonomi untuk mencari keuntungan, tetapi juga bagian dari ibadah yang memiliki dimensi moral dan sosial. Islam mendorong umatnya untuk mandiri secara ekonomi, bekerja keras, serta memanfaatkan potensi diri secara optimal—namun tetap dalam koridor nilai-nilai syariah […]

  • Federasi Perkumpulan Seni Foto Indonesia, FPSI Art Space menyelenggarakan :International Photography Webinar via zoom dengan tema “THE POWER OF PHOTOGRAPHY FOR HUMANITY”

    Federasi Perkumpulan Seni Foto Indonesia, FPSI Art Space menyelenggarakan :International Photography Webinar via zoom dengan tema “THE POWER OF PHOTOGRAPHY FOR HUMANITY”

    • 0Komentar

    Oleh: Reza Deghati @rezaphotography Reza Deghati adalah seorang fotografer jurnalistik, visual artist, dan humanis, kelahiran Iran. Ia kemudian menetap di Paris, Prancis Selama lebih dari empat dekade, Reza dikenal sebagai salah satu photojournalist paling berpengaruh di dunia. Karya-karyanya banyak mendokumentasikan konflik, perang, kemanusiaan, budaya, dan kehidupan masyarakat di berbagai negara. Foto-fotonya dipublikasikan di media internasional […]

  • Ini Pesan Mendalam Menag Nasaruddin Umar tentang Sosok KH Abdul Mannan

    Ini Pesan Mendalam Menag Nasaruddin Umar tentang Sosok KH Abdul Mannan

    • 0Komentar

    Menteri Agama Nasaruddin Umar menghadiri kegiatan dzikro haul Simbah KH. Abdul Mannan, pendiri Pondok Tremas Pacitan. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri para santri, tokoh agama, serta masyarakat yang memadati lokasi acara (16/04). Dalam sambutannya, Menteri Agama mengajak seluruh hadirin untuk meneladani perjuangan para ulama sekaligus senantiasa mendoakan mereka yang telah wafat. Ia menegaskan bahwa […]

expand_less