Sudirman Luncurkan Jelajah Lintas Batas, Kisah Petualangan Menyusuri Keindahan Indonesia
- account_circle Maryam Chalisa
- calendar_month Senin, 13 Jul 2026
- print Cetak

Pengalaman menjelajahi berbagai pelosok Indonesia yang penuh tantangan dan pelajaran hidup dituangkan Drs. Sudirman MM dalam buku Jelajah Lintas Batas: An Indonesian Wild Adventure.
Buku tersebut diperkenalkan kepada publik melalui sharing session di Studio Maradeka Unhas TV, Kampus Universitas Hasanuddin, Tamalanrea, Makassar, Senin (13/7/2026).
Kegiatan itu menghadirkan sejumlah penanggap, di antaranya Guru Besar Universitas Indonesia Prof. Jatna Supriatna MSc PhD, Guru Besar Kehutanan Unhas Prof. Dr. Ir. Muh. Yusran Jusuf MSi IPU CEIA, Ketua Umum Pajero Sport Family (PSF) Ir. Hidayat Darmawan MT, David MinG SM MM, serta pendiri Smart Offroading dan Indonesia 4×4 Overland, Reza Hariputra SH CMT.
Pada kesempatan tersebut hadir pula Komisaris Portal Online Rakyatsulsel.co, Hj. Yasnidar Yasir. Diskusi dipandu akademikus Universitas Hasanuddin sekaligus pembicara publik, Dr. Eddyman W. Ferial SSi MSi.
Dalam sesi tersebut, Sudirman menjelaskan bahwa buku yang ditulisnya lahir dari keinginan menghadirkan referensi mengenai dunia petualangan yang berangkat dari realitas bentang alam Indonesia.
Menurut alumnus Jurusan Biologi Fakultas MIPA Unhas itu, kekayaan geografis Indonesia menyimpan begitu banyak potensi pembelajaran yang layak didokumentasikan.
“Saya menulis karya ini karena melihat masih kurangnya literatur untuk kegiatan berpetualang di Indonesia,” kata Sudirman.
Melalui buku ini, ia tidak hanya menyajikan kisah perjalanan melintasi hutan, pegunungan, pesisir, hingga permukiman masyarakat di berbagai daerah, tetapi juga mengulas pentingnya perencanaan, keselamatan, kesiapan fisik, serta kemampuan mengambil keputusan saat menghadapi kondisi yang tidak terduga di lapangan.
Sudirman menegaskan bahwa kegiatan bertualang tidak identik dengan biaya besar. Menurutnya, siapa pun dapat memulai perjalanan dari daerah terdekat selama disertai persiapan yang baik, rasa ingin tahu, serta tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat setempat.
Salah satu pengalaman yang dibagikannya adalah ketika menjalani penelitian perilaku harian monyet di kawasan hutan Sulawesi saat masih menjadi mahasiswa.
Selama hampir satu tahun tinggal di kawasan Enrekang dan Maiwa, ia pernah berhadapan langsung dengan seekor monyet pemimpin kelompok yang menunjukkan sikap agresif. Dalam situasi tersebut, ia memilih tetap tenang hingga kelompok satwa itu akhirnya menjauh tanpa menyerang.
Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi pelajaran berharga bahwa ketenangan dan pemahaman terhadap perilaku satwa sama pentingnya dengan keberanian saat berada di alam bebas. Kepanikan justru dapat memperbesar risiko dalam kondisi yang membahayakan.
Selain membahas pengalaman pribadi, diskusi juga mengangkat pentingnya menghormati masyarakat lokal sebagai bagian dari perjalanan. Sudirman menilai pengetahuan yang dimiliki warga sering kali menjadi sumber informasi yang tidak ditemukan dalam peta maupun buku panduan.
Ia juga mengingatkan agar setiap perjalanan dilakukan dengan mengedepankan etika, menjaga kebersihan lingkungan, mematuhi aturan yang berlaku, dan menghargai nilai-nilai budaya di daerah tujuan.
Semangat tersebut telah tergambar sejak awal melalui salah satu pesan dalam bukunya, “Bertualang bisa memberi suntikan semangat yang luar biasa. Namun, tanpa persiapan yang matang, semua itu bisa berujung sia-sia.”
Melalui Jelajah Lintas Batas: An Indonesian Wild Adventure, Sudirman berharap semakin banyak masyarakat terdorong menjelajahi kekayaan alam Indonesia dengan cara yang aman, bertanggung jawab, dan tetap menjaga kelestarian lingkungan serta warisan budaya yang ada. (*)
- Penulis: Maryam Chalisa

