Breaking News
light_mode

Polimarim AMI Menafsir Ulang IKU: Dari Mengejar Angka Menuju Membangun Dampak

  • account_circle Maryam Chalisa
  • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
  • print Cetak

Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) Tahunan Politeknik Maritim AMI Makassar, Selasa (21/7), 2026 lebih semarak dan Istimewa sebab dihadiri oleh 5(lima) Guru Besar yang ahli dan berpengalaman dalam bidang manajemen perguruan tinggi serta sebagai pelaku kebijakan Indikator Kinerja Utama (IKU). Kelima guru besar tersebut juga merupakan staf ahli di Politeknik Maritim AMI Makassar. Rapat ini sudah barang tentu dihadiri seluruh pimpinan, dosen, dan unit penjaminan mutu Polimarim AMI Makassar. Keistimewaan lain dari RTM tahun 2026 adalah usungan tema yang sangat penting dan tepat, yaitu mengawali salah satu cara pandang baru terhadap masa depan pendidikan vokasi maritim melalui pembahasan 12 Indikator Kinerja Utama (IKU) sebagaimana diatur dalam Keputusan Mendiktisaintek Nomor 358/M/KEP/2025.

Tema tersebut dipilih bukan tanpa alasan. Kebijakan baru pemerintah yang memperluas IKU dari delapan menjadi dua belas indikator dipandang sebagai titik balik transformasi pendidikan tinggi Indonesia. Jika sebelumnya perguruan tinggi lebih banyak dinilai dari aktivitas akademiknya, kini ukuran keberhasilan bergeser pada dampak nyata yang dirasakan mahasiswa, dunia usaha, masyarakat, dan pembangunan nasional.

Namun, yang paling menarik dalam RTM Polimarim AMI Makassar bukanlah pembahasan mengenai tambahan empat indikator baru. Yang mengemuka justru kritik terhadap cara pandang yang selama ini menyamakan implementasi IKU di semua jenis perguruan tinggi.

Forum tersebut menegaskan bahwa universitas, institut, dan politeknik memiliki mandat kelembagaan yang berbeda sehingga tidak dapat menerjemahkan IKU dengan pendekatan yang sama. Universitas berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan (knowledge creation), sedangkan politeknik dibangun untuk menghasilkan tenaga profesional yang siap memasuki dunia kerja (workforce creation). Karena itu, indikator yang sama harus diterapkan sesuai karakter dan misi masing-masing institusi.

Dari perspektif itu, Politeknik Maritim AMI Makassar menempatkan enam IKU wajib sebagai jantung transformasi pendidikan vokasi. Lulusan terserap kerja, misalnya, tidak lagi dipahami sekadar memperoleh pekerjaan, melainkan mampu memasuki industri pelayaran nasional maupun internasional, pelabuhan, galangan kapal, perusahaan logistik, hingga kapal berbendera asing. Keberhasilan politeknik diukur dari kemampuan menghasilkan lulusan yang benar-benar dibutuhkan industri maritim.

Paradigma yang sama diterapkan pada indikator lainnya. Pengalaman belajar di luar kampus diarahkan pada sea training, cadet program, magang industri, dan pelatihan simulator. Dosen didorong semakin dekat dengan dunia usaha melalui peran sebagai konsultan pelabuhan, auditor keselamatan pelayaran, asesor kompetensi, maupun pendamping industri. Sementara itu, kolaborasi internasional lebih difokuskan pada joint training, dual diploma, sertifikasi profesi, dan pertukaran taruna, sehingga kerja sama global benar-benar meningkatkan kompetensi lulusan.

Forum RTM juga menempatkan inovasi terapan sebagai ukuran utama keberhasilan riset dosen. Bagi politeknik, nilai sebuah penelitian tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah artikel ilmiah, tetapi oleh sejauh mana hasilnya diadopsi industri melalui teknologi kapal, sistem keselamatan pelayaran, digitalisasi maritim, maupun inovasi logistik.

Di sisi lain, pembahasan mengenai IKU pilihan memperlihatkan arah baru pengembangan Polimarim AMI Makassar. Implementasi SDGs diproyeksikan melalui green shipping, green port, blue economy, pengelolaan sampah laut, hingga efisiensi energi kapal. Rekognisi dosen tidak hanya dipandang dari publikasi internasional, tetapi juga sertifikasi profesi maritim, pengakuan lembaga internasional, dan kompetensi industri yang relevan dengan pendidikan vokasi.

Rapat tersebut akhirnya merumuskan empat ukuran besar keberhasilan Politeknik Maritim AMI Makassar, yaitu Employability, Professional Competency, Industrial Partnership, dan Applied Innovation. Keempatnya dipandang sebagai roh implementasi 12 IKU pada pendidikan vokasi maritim sekaligus menjadi fondasi penguatan identitas Polimarim AMI Makassar sebagai Industry-Driven Maritime Polytechnic.

Lebih dari sekadar memenuhi target kementerian, RTM Tahunan tahun ini menegaskan arah baru Politeknik Maritim AMI Makassar: membangun institusi yang tidak hanya unggul dalam tata kelola akademik, tetapi juga mampu melahirkan lulusan profesional, adaptif terhadap digitalisasi dan kecerdasan artifisial, memiliki sertifikasi internasional, serta menjadi penggerak inovasi bagi industri maritim Indonesia. Di tengah transformasi pendidikan tinggi nasional, Polimarim AMI Makassar tampaknya memilih tidak sekadar mengikuti perubahan, melainkan menjadikannya sebagai momentum untuk mempertegas jati dirinya sebagai perguruan tinggi vokasi maritim yang berdaya saing global.

  • Penulis: Maryam Chalisa

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jamin Fasilitas Hunian Layak, Kemenkum Sumsel Selaraskan Raperbup PSU Ogan Komering Ilir

    Jamin Fasilitas Hunian Layak, Kemenkum Sumsel Selaraskan Raperbup PSU Ogan Komering Ilir

    • 0Komentar

    Upaya menjamin ketersediaan fasilitas permukiman yang layak, tertata, dan berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) kini diperkuat melalui kepastian payung hukum yang solid. Komitmen tersebut diwujudkan oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Sumatera Selatan melalui Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum yang menggelar rapat harmonisasi terhadap Rancangan Peraturan Bupati (Raperbup) OKI tentang Tata […]

  • Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo di Sidang Tahunan MPR

    Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo di Sidang Tahunan MPR

    • 0Komentar

    Pertama-tama sebagai insan yang bertakwa marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Besar, Tuhan Yang Maha Esa. Allah SWT, atas rahmat dan karunia-Nya, hari ini kita dapat hadir pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPD RI dan DPR RI Tahun 2026 dalam keadaan sehat, damai, dan penuh semangat pengabdian. […]

  • Hadirkan Solusi Konkret di Bandung, Forum “PASTI Ada SOLUSI” Tuntaskan Berbagai Aduan Hukum Masyarakat

    Hadirkan Solusi Konkret di Bandung, Forum “PASTI Ada SOLUSI” Tuntaskan Berbagai Aduan Hukum Masyarakat

    • 0Komentar

    Kementerian Hukum Republik Indonesia (Kemenkum RI) menggelar Forum Pengaduan Pelayanan Publik bertajuk “PASTI Ada SOLUSI” Episode 14 yang berpusat di The Trans Luxury Hotel Bandung, Jawa Barat, Senin (31/8). Kegiatan ini diselenggarakan secara hybrid, memadukan pertemuan tatap muka dan sambungan virtual Zoom Meeting, guna membuka ruang dialog terbuka bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya untuk menyampaikan […]

  • Momentum Apel Pagi, Kakanwil Tekankan Disiplin dan Berikan Penghargaan bagi Insan Berprestasi

    Momentum Apel Pagi, Kakanwil Tekankan Disiplin dan Berikan Penghargaan bagi Insan Berprestasi

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan menggelar apel pagi yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah, Maju Amintas Siburian. Dalam pelaksanaan apel tersebut, Kakanwil didampingi oleh Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Bulan Mahardika Subekti, Kepala Bagian Pelayanan Administrasi Hukum Umum, Gunawan, serta Kepala Bagian Pelayanan Kekayaan Intelektual, Yenni, bertempat di Lapangan Kanwil setempat, Senin […]

  • Kakanwil Kemenkum Sumsel Perkuat Layanan Sentra KI Universitas Kader Bangsa

    Kakanwil Kemenkum Sumsel Perkuat Layanan Sentra KI Universitas Kader Bangsa

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan (Kanwil Kemenkum Sumsel) terus berkomitmen mendorong pertumbuhan kekayaan intelektual (KI) di lingkungan perguruan tinggi. Langkah nyata ini ditandai dengan kunjungan langsung Kakanwil Kemenkum Sumsel, Maju Amintas Siburian dalam agenda Penguatan Sentra Kekayaan Intelektual di Universitas Kader Bangsa (UKB) Palembang, Selasa (14/7). Dalam sambutannya, Kakanwil Kemenkum Sumsel Maju Amintas Siburian […]

  • UNM Berhaji: Langkah Emas Lebih Dekat ke Baitullah

    UNM Berhaji: Langkah Emas Lebih Dekat ke Baitullah

    • 0Komentar

    Suasana Ramadhan di lingkungan Universitas Negeri Makassar (UNM) terasa berbeda. Ratusan sivitas akademika UNM berkumpul dalam kegiatan buka puasa bersama yang diselenggarakan bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) Sulawesi Selatan dengan tema “UNM Berhaji: Langkah Emas Lebih Dekat ke Baitullah.” Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi Ramadhan, tetapi juga menjadi momentum spiritual yang mengingatkan kembali […]

expand_less