Breaking News
light_mode

Jelajah GI Tourism Dieng: Mengenal Olahan Carica Dieng dari Hulu ke Hilir

  • account_circle Maryam Chalisa
  • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
  • print Cetak

Kawasan Dataran Tinggi Dieng kini tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga memberikan pengalaman edukasi pariwisata berbasis produk lokal terlindungi melalui program Geographical Indication (GI) Tourism. Salah satu komoditas utama yang menjadi magnet wisatawan adalah Carica Dieng, buah khas kerabat pepaya (Vasconcellea pubescens) yang memiliki karakteristik unik dan hanya tumbuh optimal di lingkungan pegunungan tertentu.

Secara karakteristik, Carica Dieng memiliki syarat tumbuh yang sangat spesifik, antara lain membutuhkan ketinggian minimal 1.700 mdpl, curah hujan yang tinggi, suhu udara sejuk di bawah 18°C, serta struktur tanah dan atmosfer sekitar yang mengandung unsur sulfur khas pegunungan Dieng. Meski berasal dari Amerika Latin dan sempat dicoba ditanam di berbagai wilayah Indonesia pada masa kolonial, Carica hanya berhasil tumbuh dan berbuah dengan kualitas terbaik di Dataran Tinggi Dieng.

Selain keunikan tempat tumbuhnya, Carica Dieng memiliki kandungan gizi yang luar biasa. Buah ini kaya akan serat, antioksidan hingga 85%, serta senyawa flavonoid. Daging buahnya tidak dapat dikonsumsi secara langsung karena mengandung zat papain dan getah yang sangat tajam, sehingga membutuhkan pengolahan khusus. Melalui kreativitas masyarakat local dan penerapan prinsip zero waste, Carica kini diolah menjadi beragam produk bernilai tinggi, seperti sirup manisan/koktail, carica palpi (minuman ready to drink), selai/jam, carica strudel (kue pastry khas Dieng), hingga minuman probiotik carica kombucha. Bahkan, limbah kulitnya dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak yang efektif membasmi cacing pita.

Melalui program GI Tourism, wisatawan diajak melihat secara langsung dari kebun hingga proses pengolahan Carica tersebut. Langkah ini tidak sekadar mengenalkan oleh-oleh khas, melainkan memberikan edukasi mendalam mengenai reputasi, keunikan, dan jaminan kualitas yang melekat pada sertifikat Indikasi Geografis.

Direktur Merek dan Indikasi Geografis Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum Fajar Sulaeman Taman menjelaskan bahwa GI Tourism hadir sebagai ekosistem terpadu yang menghubungkan perlindungan kekayaan intelektual dengan pengembangan pariwisata daerah.

“Produk Indikasi Geografis ini adalah salah satu produk yang ternyata sudah dilindungi dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat karena ada keterkaitan antara kuliner, pelaku usaha, hingga petani. Beda GI Tourism dengan pariwisata biasa adalah adanya unsur edukasi dan sosialisasi. Wisatawan diajak bagaimana mengetahui proses pembuatannya dari hulu ke hilir,” ujar Fajar saat diwawancarai di kebun carica wonosobo Senin, 21 September 2026.

Pengembangan Carica Dieng sebagai produk IG juga membawa dampak positif terhadap perekonomian serta pelestarian lingkungan. Tanaman Carica memiliki peran penting sebagai pohon konservasi untuk mengikat tanah di area lereng pegunungan.

Ketua Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Carica Dieng, Wak Shofi Diantoro (Toro), menyambut baik hadirnya konsep GI Tourism ini. Menurutnya, pendaftaran IG dan edukasi pariwisata sangat membantu mempromosikan keunggulan Carica secara luas tanpa biaya promosi yang tinggi.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya GI Tourism ini. Harapan kami, melalui program ini pemanfaatan Carica semakin luas sehingga bisa berdampak positif bagi para petani. Selama ini banyak petani yang masih mengeksploitasi lahan dengan menanam kentang sepanjang tahun yang berisiko merusak lingkungan. Dengan beralih atau menambah budidaya Carica yang memiliki nilai ekonomi tinggi, selain menguntungkan petani, lingkungan Dieng pun dapat terjaga Siap langsung karena sifat pohon Carica sebagai tanaman konservasi,” pungkas Toro.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung, Johan Manurung, menyampaikan bahwa Kementerian Hukum terus mendorong pemanfaatan Indikasi Geografis sebagai instrumen perlindungan hukum sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Dengan pengelolaan yang baik, produk unggulan daerah dapat semakin dikenal luas dan memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

  • Penulis: Maryam Chalisa

Rekomendasi Untuk Anda

  • Irjen Pol Djuhandhani Raharjo Kirim 10 Ton Ikan Asin ke Tamiang

    Irjen Pol Djuhandhani Raharjo Kirim 10 Ton Ikan Asin ke Tamiang

    • 0Komentar

    Berawal dari percakapan melalui video call antara Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Djuhandhani Raharjo Puro, SH MH, dengan Kapolda Aceh Irjen Pol Drs Marzuki Ali Basyah MM, pada Rabu, 21 Januari 2026, yang menjanjikan akan mengirimkan hasil laut daerah itu, akhirnya bantuan kemanusiaan berupa 10 ton ikan asin, tiba di Posko Polri Aceh Tamiang, Sabtu […]

  • Kemenkum Sumsel Gelar Rakor Percepatan PT Perorangan Bersama Stakeholder

    Kemenkum Sumsel Gelar Rakor Percepatan PT Perorangan Bersama Stakeholder

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan (Kemenkum Sumsel) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pendirian Perseroan Perorangan bersama stakeholder terkait Tahun Anggaran 2026 di Aula Musi Kantor Wilayah (21/5). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong legalitas usaha bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di Sumatera Selatan. Kepala Bidang Pelayanan Administrasi Hukum Umum (AHU), Gunawan, […]

  • Syukuran Milad ke-22 RM Ayam Bakar Wong Solo Makassar, Karyawan Diganjarkan Rp100 Juta oleh Owner

    Syukuran Milad ke-22 RM Ayam Bakar Wong Solo Makassar, Karyawan Diganjarkan Rp100 Juta oleh Owner

    • 0Komentar

    RM Ayam Bakar Wong Solo Makassar merayakan Milad ke-22 dengan penuh syukur dan apresiasi. Dalam acara tersebut, owner sekaligus Franchisee Wong Solo Makassar, Dr. H. Masrur Makmur La Tanro, memberikan penghargaan senilai Rp100 juta kepada karyawan. Kegiatan syukuran dirangkaikan dengan acara Halal Bihalal Wong Solo Group Sulawesi Selatan. Turut hadir Franchisee Sambal Lalap Makassar Dr. […]

  • Kemenkum Sumsel Ikuti Policy Talks Sumut, Bahas Penguatan Analisis Kebijakan dan Penyusunan Policy Brief

    Kemenkum Sumsel Ikuti Policy Talks Sumut, Bahas Penguatan Analisis Kebijakan dan Penyusunan Policy Brief

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan melalui Tim Kerja Badan Strategi Kebijakan (BSK) mengikuti kegiatan Policy Talks bertema “Pemahaman Analisis Kebijakan dan Penyusunan Policy Brief Sebagai Instrumen Strategis Kebijakan Sumatera Utara”, secara daring dari Ruang Teleconference Kanwil Kementerian Hukum Sumatera Selatan (25/5). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Utara tersebut diikuti oleh […]

  • Kakanwil Kemenkum Sumsel Hadiri Pengangkatan Advokat, Tekankan Integritas dan Adaptasi KUHP–KUHAP Baru

    Kakanwil Kemenkum Sumsel Hadiri Pengangkatan Advokat, Tekankan Integritas dan Adaptasi KUHP–KUHAP Baru

    • 0Komentar

    Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan (Kemenkum Sumsel), Maju Amintas Siburian, menghadiri kegiatan pengangkatan advokat di wilayah hukum Pengadilan Tinggi Palembang yang dirangkaikan dengan sosialisasi KUHAP dan KUHP baru, Senin (04/05/2026), bertempat di Beston Hotel Palembang. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Otto Hasibuan selaku Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan yang […]

  • Dukung Potensi Daerah, Kemenkum Babel Pantau dan Dokumentasikan Jamur Pelawan Namang untuk Sertifikasi Indikasi Geografis

    Dukung Potensi Daerah, Kemenkum Babel Pantau dan Dokumentasikan Jamur Pelawan Namang untuk Sertifikasi Indikasi Geografis

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung terus berkomitmen mendorong pelindungan kekayaan intelektual komunal di wilayahnya. Langkah nyata ini ditunjukkan melalui kegiatan pemantauan dan pendokumentasian Jamur Pelawan Namang sebagai produk Indikasi Geografis (IG) yang berlangsung di Hutan Pelawan Namang, Kabupaten Bangka Tengah, pada Selasa (02/06/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Babel, […]

expand_less