Kemenkum Sumsel Dukung Penyusunan Visi Fakultas UMAD Berorientasi Inovasi Kekayaan Intelektual
- account_circle Maryam Chalisa
- calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
- print Cetak

Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan (Kemenkum Sumsel) menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan dunia pendidikan tinggi melalui partisipasi pada kegiatan penyusunan visi, misi, tujuan, dan sasaran Fakultas Humaniora dan Informasi Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan (UMAD) (25/6). Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembentukan arah strategis fakultas baru agar mampu menghasilkan lulusan yang unggul, inovatif, dan berdaya saing.
Dalam kegiatan tersebut, Kemenkum Sumsel diwakili oleh Tim Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual yang dipimpin oleh Yulkhaidir beserta jajaran.
Rektor UMAD, Shatriadi, menegaskan pentingnya penyusunan visi dan misi sebagai landasan pengembangan Fakultas Humaniora dan Informasi. Menurutnya, visi dan misi yang disusun harus selaras dengan arah pengembangan universitas serta mampu menjawab tantangan dunia pendidikan tinggi di masa depan. Selanjutnya, Dekan Fakultas Humaniora dan Informasi, Sukhron, memaparkan rancangan visi, misi, tujuan, dan sasaran fakultas yang akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pemaparan materi oleh Dr. Asvic Helida, M.Sc., membahas strategi penyusunan visi, misi, tujuan, dan sasaran fakultas. Dalam paparannya, ia memberikan berbagai masukan agar rumusan yang disusun tidak hanya selaras dengan visi universitas, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat.
Kemenkum Sumsel melalui Yulkhaidir menyampaikan bahwa kerja sama antara Kemenkum Sumsel dan UMAD telah terjalin sejak institusi tersebut masih bernama STIKes Muhammadiyah, khususnya melalui pendampingan pendaftaran paten. Ia menegaskan bahwa Kementerian Hukum mendukung penuh penyusunan visi dan misi yang mampu mendorong peningkatan jumlah Kekayaan Intelektual yang dihasilkan oleh sivitas akademika.
“Diharapkan visi dan misi yang disusun dapat mendorong tumbuhnya budaya inovasi di lingkungan kampus, sehingga semakin banyak hasil penelitian dan karya intelektual yang memperoleh pelindungan hukum serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan, Maju Amintas Siburian, menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat lahirnya inovasi, riset, dan karya intelektual yang dapat mendukung pembangunan nasional maupun daerah.
“Kemenkum Sumsel mendukung penuh upaya perguruan tinggi dalam menyusun visi dan misi yang berorientasi pada pengembangan inovasi dan peningkatan Kekayaan Intelektual. Kami berharap Fakultas Humaniora dan Informasi UMAD dapat menjadi wadah yang melahirkan sumber daya manusia unggul, menghasilkan karya intelektual yang berkualitas, berdaya saing, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat dan pembangunan daerah,” ujar Maju Amintas.
Melalui sinergi antara Kemenkum Sumsel dan perguruan tinggi, diharapkan semakin terbangun ekosistem Kekayaan Intelektual yang kuat sehingga mampu meningkatkan budaya inovasi, memperluas pelindungan hasil karya sivitas akademika, serta mendorong peningkatan daya saing daerah melalui pemanfaatan Kekayaan Intelektual.
- Penulis: Maryam Chalisa

