Breaking News
light_mode

9 Nilai Nasaruddin Umar untuk Memimpin PBNU

  • account_circle Maryam Chalisa
  • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
  • print Cetak

Menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35, berbagai gagasan tentang arah masa depan jam’iyah terus mengemuka. Di tengah dinamika tersebut, sosok Menteri Agama RI sekaligus Rais Syuriah PBNU, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., kembali menjadi perbincangan setelah Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon, KH. Imam Jazuli, membagikan refleksi atas pertemuan intensif selama hampir tiga jam yang membahas masa depan NU.

Bagi KH. Imam Jazuli, NU membutuhkan kepemimpinan yang mampu menghadirkan kesejukan, profesionalisme, sekaligus keberanian melakukan transformasi tanpa tercerabut dari akar tradisi pesantren.

“Kerinduan dari struktural dan kultural NU akan sosok kepemimpinan yang adem, merangkul, visioner, dan berorientasi pada kemajuan harus direspons dengan tepat. Ketika NU memanggil untuk berkhidmah, maka panggilan itu harus disambut dengan penuh keikhlasan,” ujar KH. Imam Jazuli.

Dari dialog tersebut, Imam Jazuli merumuskan sembilan nilai kepemimpinan yang menurutnya tercermin pada diri Prof. Nasaruddin Umar dan relevan menjadi bekal memimpin PBNU ke depan.

Pertama, pengalaman panjang memimpin birokrasi pemerintahan dan lembaga keagamaan memberikan kemampuan membaca persoalan umat secara komprehensif.

Kedua, jejaring internasional yang luas memperkuat posisi NU sebagai aktor penting dalam diplomasi peradaban dunia.

Ketiga, rekam jejak akademik dan intelektual menjadikan setiap kebijakan berpijak pada ilmu pengetahuan.

Keempat, konsistensinya mengarusutamakan Islam moderat memperkokoh wajah NU sebagai penjaga Islam rahmatan lil ‘alamin.

Kelima, kemampuan menjadi figur pemersatu dinilai sangat penting di tengah beragam dinamika internal organisasi.

Keenam, kedekatan dengan pesantren dan para ulama memastikan bahwa modernisasi tetap berpijak pada khazanah keilmuan Ahlussunnah wal Jamaah.

Ketujuh, visi pembangunan peradaban menunjukkan bahwa NU tidak cukup hanya menjadi organisasi keagamaan, tetapi juga lokomotif kemajuan bangsa.

Kedelapan, gaya komunikasi yang tenang, santun, dan berwibawa dinilai mampu membangun dialog lintas generasi maupun lintas kelompok.

Kesembilan, integritas pribadi dan kepemimpinan berbasis etika menjadi fondasi utama dalam menjaga marwah organisasi sebesar Nahdlatul Ulama.

Menurut KH. Imam Jazuli, sembilan nilai tersebut harus diterjemahkan menjadi agenda nyata organisasi. Ia menekankan pentingnya merangkul seluruh sumber daya manusia NU tanpa sekat kelompok, membangun kepengurusan berbasis kompetensi dan profesionalisme, memperkuat pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi warga Nahdliyin, serta menjadikan NU sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun bangsa.

“Jam’iyah NU harus bertransformasi menjadi organisasi yang profesional tanpa kehilangan akar tradisinya. Seluruh potensi Nahdliyin harus dirangkul, bukan dipertentangkan. Pendidikan, kesehatan, ekonomi umat, dan dakwah rahmatan lil ‘alamin harus menjadi agenda utama yang menyentuh kehidupan nyata warga,” tegas KH. Imam Jazuli.

Pada akhirnya, Muktamar NU ke-35 bukan sekadar memilih seorang ketua umum, melainkan menentukan arah peradaban Nahdlatul Ulama untuk beberapa dekade mendatang. Di tengah tantangan global, digitalisasi, ketimpangan ekonomi, hingga kebutuhan penguatan moderasi beragama, NU membutuhkan kepemimpinan yang mampu memadukan tradisi, ilmu pengetahuan, integritas, dan visi masa depan. Sebab, kekuatan NU tidak hanya lahir dari besarnya organisasi, tetapi dari kualitas kepemimpinan yang mampu mengubah nilai-nilai menjadi gerakan nyata demi kemaslahatan umat, bangsa, dan kemanusiaan.

  • Penulis: Maryam Chalisa

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemenkum Sumsel Gelar Ziarah dan Tabur Bunga Jelang Hari Pengayoman ke-81

    Kemenkum Sumsel Gelar Ziarah dan Tabur Bunga Jelang Hari Pengayoman ke-81

    • 0Komentar

    Menjelang peringatan Hari Pengayoman ke-81 Tahun 2026, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan menggelar Upacara Ziarah dan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Ksatria Ksetra Siguntang Palembang, Rabu (5/8). Kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan atas jasa para pahlawan sekaligus momentum memperkuat semangat pengabdian bagi seluruh insan pengayoman dalam menjalankan tugas memberikan pelayanan hukum kepada […]

  • Dipimpin Langsung CEO Ananda Travel, 80 Jemaah Sukses Jalani Pelontaran Jumrah di Mina

    Dipimpin Langsung CEO Ananda Travel, 80 Jemaah Sukses Jalani Pelontaran Jumrah di Mina

    • 0Komentar

    Sebanyak 80 jemaah haji yang diberangkatkan oleh Ananda Travel sukses melaksanakan prosesi pelontaran jumrah di Mina, Kamis (28/5/2026). Prosesi wajib haji ini berjalan dengan lancar dan aman di bawah bimbingan langsung dari CEO Ananda Travel, DR. H. Mulyadi Iskandar Idy. Selama berada di Mina, para jemaah mendapatkan fasilitas yang sangat memadai dengan ditempatkan di Maktab […]

  • Tarawih di IKN, Menag: Ramadan Momentum Umat Islam “Naik Kelas”

    Tarawih di IKN, Menag: Ramadan Momentum Umat Islam “Naik Kelas”

    • 0Komentar

    Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, melaksanakan Salat Tarawih bersama jamaah di Masjid Negara IKN, Jumat (20/2/2026). Ibadah malam itu bertepatan dengan 2 Ramadan 1447 Hijriah dan menjadi ajang refleksi untuk memperkuat kualitas spiritual umat. Dalam tausiyahnya, Nasaruddin mengajak umat Islam menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas diri. Ia menekankan pentingnya keikhlasan, bukan hanya dalam […]

  • Kanwil Kemenkum Sumsel Dorong Pembentukan Regulasi Kabupaten Banyuasin yang Berkualitas

    Kanwil Kemenkum Sumsel Dorong Pembentukan Regulasi Kabupaten Banyuasin yang Berkualitas

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan melaksanakan Rapat Harmonisasi terhadap tiga Rancangan Peraturan Bupati (Raperbup) Banyuasin, Selasa (28/07). Kegiatan yang berlangsung di Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan tersebut merupakan bagian dari proses penyelarasan regulasi daerah agar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Tiga Raperbup yang dibahas dalam rapat harmonisasi tersebut meliputi Raperbup Banyuasin tentang Standar […]

  • Kanwil Kemenkum Babel Dampingi Pemeriksaan Substantif IG Jamur Pelawan Namang, Dorong Perlindungan Produk Unggulan Daerah

    Kanwil Kemenkum Babel Dampingi Pemeriksaan Substantif IG Jamur Pelawan Namang, Dorong Perlindungan Produk Unggulan Daerah

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung terus mendorong perlindungan terhadap potensi kekayaan intelektual daerah melalui pelaksanaan Pemeriksaan Substantif Indikasi Geografis (IG) Jamur Pelawan Namang yang dilaksanakan di Balai Desa Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Senin (22/09/2026). Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung, Johan Manurung, didampingi Kepala Divisi Pelayanan […]

  • Meski Padat Agenda, Menag RI Tetap Prioritaskan Pesantren As’adiyah

    Meski Padat Agenda, Menag RI Tetap Prioritaskan Pesantren As’adiyah

    • 0Komentar

    Kepedulian terhadap kesejahteraan santri menjadi perhatian utama Ketua Umum Pondok Pesantren As’adiyah, AG. Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, saat melakukan kunjungan kerja pada Selasa (11/2/2026). Dalam kunjungan tersebut, Anre Gurutta meninjau secara langsung kondisi sarana dan prasarana yang digunakan santri dalam aktivitas sehari-hari. Peninjauan dilakukan mulai dari ruang belajar hingga fasilitas pendukung kehidupan santri […]

expand_less