Breaking News
light_mode

Dari Suara Siswa Menuju Rekomendasi Kebijakan Sekolah

  • account_circle Maryam Chalisa
  • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
  • print Cetak

Salah satu keunikan kegiatan ini adalah tidak berhenti pada pameran dan diskusi semata. Hasil photovoice yang dihasilkan peserta didik selanjutnya dianalisis oleh tim Universitas Negeri Makassar untuk mengidentifikasi berbagai pengalaman, kebutuhan, tantangan, serta harapan siswa dalam proses pembelajaran.

Temuan-temuan tersebut kemudian dirangkum dalam sebuah Policy Brief yang diserahkan secara resmi kepada pihak sekolah sebagai bentuk kontribusi akademik sekaligus rekomendasi praktis untuk pengembangan lingkungan pendidikan yang lebih responsif terhadap kebutuhan peserta didik.

Penyerahan policy brief dilakukan pada rangkaian acara pembukaan pameran sebagai simbol sinergi antara dunia pendidikan dan perguruan tinggi dalam membangun sekolah yang lebih partisipatif dan berpusat pada siswa.

Policy brief tersebut memuat berbagai masukan yang bersumber langsung dari suara dan pengalaman peserta didik, sehingga rekomendasi yang dihasilkan tidak hanya berdasarkan asumsi orang dewasa, tetapi berangkat dari realitas yang benar-benar dialami siswa dalam kehidupan sekolah sehari-hari.

Melalui policy brief ini, sekolah memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai:
Pengalaman belajar yang dirasakan siswa;
Faktor-faktor yang mendukung kebahagiaan dan kenyamanan belajar;
Tantangan yang dihadapi siswa dalam proses akademik maupun sosial;
Harapan siswa terhadap lingkungan sekolah yang ideal;
Strategi yang dapat dilakukan sekolah untuk meningkatkan kesejahteraan dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran.

Menurut Ketua Tim Universitas Negeri Makassar, Dr. Eva Meizara Puspita Dewi, S.Psi., M.Psi., Psikolog, suara siswa merupakan sumber informasi yang sangat berharga dalam proses pengambilan keputusan di sekolah.

“Sering kali kebijakan pendidikan disusun berdasarkan perspektif orang dewasa. Melalui photovoice, siswa diberi ruang untuk menyampaikan pengalaman mereka sendiri. Policy brief ini menjadi jembatan agar suara tersebut dapat dipertimbangkan dalam pengembangan program dan kebijakan sekolah,” ungkapnya.

Membangun Sekolah yang Mendengar
Kehadiran policy brief menjadi bukti bahwa photovoice bukan hanya metode dokumentasi pengalaman, melainkan juga instrumen advokasi yang mampu menjembatani suara peserta didik dengan pengambil kebijakan.

Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya menjadi penerima kebijakan, tetapi juga berperan sebagai kontributor pengetahuan yang mampu memberikan masukan bagi pengembangan lingkungan sekolah.

Pihak sekolah menyambut baik hasil kegiatan tersebut karena memberikan perspektif baru mengenai bagaimana siswa memaknai pengalaman belajar mereka. Temuan-temuan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bahan refleksi sekaligus pertimbangan dalam merancang program-program yang lebih berpihak pada kebutuhan peserta didik.

Dengan demikian, Pameran Photovoice “Suara di Balik Perjalanan Belajar” tidak hanya menghasilkan karya-karya visual yang inspiratif, tetapi juga menghasilkan rekomendasi kebijakan yang konkret. Kegiatan ini menunjukkan bahwa ketika siswa diberi ruang untuk bersuara, mereka tidak hanya menceritakan pengalaman, tetapi juga menghadirkan gagasan dan harapan yang dapat menjadi dasar bagi terciptanya sekolah yang lebih inklusif, partisipatif, dan berorientasi pada kesejahteraan peserta didik.

Kalimat Penutup yang Kuat untuk Media

Pameran ini membuktikan bahwa foto bukan hanya alat untuk merekam realitas, tetapi juga sarana untuk menyampaikan suara, membangun dialog, dan mendorong perubahan. Dari sebuah foto lahir cerita; dari cerita lahir pemahaman; dan dari pemahaman lahir rekomendasi kebijakan yang dapat memperkuat kualitas pendidikan. Inilah esensi dari Photovoice: mengubah pengalaman menjadi pengetahuan, dan pengetahuan menjadi tindakan.

  • Penulis: Maryam Chalisa

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anomali HMI-KAHMI di Tengah Perkelahian Antar Anak Bangsa

    Anomali HMI-KAHMI di Tengah Perkelahian Antar Anak Bangsa

    • 0Komentar

    Penulis: Abbas Selong (Mantan Pimpinan Komisi C DPRD Provinsi Sulawesi Selatan) HMI-KAHMI itu adalah pasangan kontrol ganda, adinda di dalam kampus, kakanda di luar kampus, sama sama jaga agar negara dan kampus tidak kebablasan. Kalau dipisah, tenaganya setengah, kalau bersatu ini jadi kekuatan moral yang paling ditakuti penguasa yang mau main main. HMI itu sensor […]

  • Kemenkum Sumsel Optimalisasi Layanan Posbankum melalui Sosialisasi Daring

    Kemenkum Sumsel Optimalisasi Layanan Posbankum melalui Sosialisasi Daring

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan melalui Tim Penyuluh Hukum melaksanakan sosialisasi pengoptimalan layanan Pos Bantuan Hukum (Posbankum) Desa/Kelurahan secara daring melalui Zoom kepada masyarakat dan pengelola Posbankum di Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin (6/10). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat dan pengelola Posbankum mengenai peran serta fungsi Posbankum dalam memberikan akses […]

  • Bangun Kolaborasi Akademik dan Hukum, Kemenkum Sumsel Tandatangani PKS dengan 24 Perguruan Tinggi

    Bangun Kolaborasi Akademik dan Hukum, Kemenkum Sumsel Tandatangani PKS dengan 24 Perguruan Tinggi

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 24 perguruan tinggi di Sumatera Selatan sebagai upaya memperkuat sinergi pengembangan pendidikan, penelitian, dan perlindungan kekayaan intelektual di lingkungan akademik, Selasa (12/05). Kegiatan “Whats Up Campus Calls Out Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Perguruan Tinggi Serentak” tersebut digelar secara […]

  • Sinergi Kemenkum dan Kesbangpol se-Sumsel: Harmonisasi Prosedur Verifikasi Dokumen Partai Politik

    Sinergi Kemenkum dan Kesbangpol se-Sumsel: Harmonisasi Prosedur Verifikasi Dokumen Partai Politik

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan bersama Direktorat Tata Negara Ditjen AHU memperkuat koordinasi lintas instansi guna memastikan legalitas partai politik di wilayah Sumatera Selatan berjalan sesuai regulasi. Pertemuan strategis dengan menghadirkan seluruh Kepala Badan Kesbangpol dari 17 Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatandilaksanakan di Ruang Rapat Kesbangpol Provinsi Sumsel (7/4). Kegiatan ini menjadi wadah penyamaan persepsi mengenai […]

  • Sinergi Pembentukan Regulasi Berkualitas, Kanwil Kemenkum Babel Ikuti Forum Diskusi Produk Hukum Daerah Perspektif HAM

    Sinergi Pembentukan Regulasi Berkualitas, Kanwil Kemenkum Babel Ikuti Forum Diskusi Produk Hukum Daerah Perspektif HAM

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung mengikuti Forum Diskusi Analisa dan Evaluasi Produk Hukum Daerah Berperspektif Hak Asasi Manusia (HAM) yang dilaksanakan pada Rabu, 16 September 2026, bertempat di Aston Emidary Bangka Hotel & Conference Center. Kegiatan ini menjadi forum penguatan sinergi dalam mendorong pembentukan regulasi daerah yang menjunjung prinsip penghormatan, pelindungan, pemenuhan, penegakan, […]

  • 9 Nilai Nasaruddin Umar untuk Memimpin PBNU

    9 Nilai Nasaruddin Umar untuk Memimpin PBNU

    • 0Komentar

    Menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35, berbagai gagasan tentang arah masa depan jam’iyah terus mengemuka. Di tengah dinamika tersebut, sosok Menteri Agama RI sekaligus Rais Syuriah PBNU, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., kembali menjadi perbincangan setelah Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon, KH. Imam Jazuli, membagikan refleksi atas pertemuan intensif selama hampir tiga jam […]

expand_less