Breaking News
light_mode

Kasus Bunuh Diri Bocah SD di NTT, Sosiolog Unair Sebut Faktor Kemiskinan Picu Stres Anak

  • account_circle Jim Geovedi
  • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
  • print Cetak

Kisah tragis seorang siswa SD kelas IV asal Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang diduga mengakhiri hidupnya karena tak mampu membeli pena dan buku sekolah, menyita keprihatinan publik.

Guru Besar Sosiologi Universitas Airlangga, Prof. Bagong Suyanto menilai peristiwa tragis yang terjadi di NTT adalah alarm bagi masyarakat agar lebih memerhatikan dan memantau kondisi mental anak-anak di lingkungan sosial.

“Anak-anak yang tinggal di daerah terpencil seringkali kurang mendapatkan perhatian penuh terhadap aspek psikologis mereka, terutama di lingkungan pedesaan,” ucap Prof. Bagong di Surabaya, Sabtu (7/2).

Terutama di wilayah 3T, yang mana akses layanan psikologis masih sangat terbatas, sehingga anak-anak rentan merasa terisolasi dan minim dukungan saat menghadapi tekanan maupun persoalan hidup.

Menurut Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unair tersebut, keluarga dan lingkungan sosial memiliki peranan penting dalam mendeteksi tanda-tanda adanya masalah psikologis pada anak.

“Kesehatan mental anak harus menjadi prioritas. Dukungan sosial dari keluarga, teman, dan masyarakat sekitar sangat penting untuk mencegah kejadian serupa di masa depan,” imbuhnya.

Dalam kasus ini, korban yakni YBR, 10 tahun, dikenal sebagai anak yang pendiam dan penurut. YBR juga anak bungsu dari lima bersaudara yang tinggal bersama neneknya sejak usia 1 tahun 7 bulan.

Ia bersama nenek tinggal di sebuah pondok bambu berukuran sekitar 2×3 meter di Desa Naruwolo, Kabupaten Ngada. YBR tinggal terpisah dengan ibu kandungnya. Sementara sang ayah merantau ke Kalimantan.

Melihat kondisi tersebut, Prof. Bagong menyoroti tekanan kemiskinan sebagai salah satu faktor yang memengaruhi kesehatan mental anak, sehingga mereka rentan merasa cemas, stress, hingga putus asa.

“Kondisi ekonomi yang sulit menyebabkan stres dan kecemasan pada anak-anak, yang berimbas pada kesejahteraan mental mereka. Ketika orang tua sulit memenuhi kebutuhan dasar, anak merasakan dampaknya,” ucap Bagong.

Belakangan, masyarakat digegerkan dengan kisah seorang siswa kelas IV SD berinisial YBR, 10 tahun, yang nekat menghabisi nyawanya sendiri dengan cara gantung diri di sebuah pohon cengkeh, Kamis (29/1) pukul 11.00 WITA.

Peristiwa pilu yang terjadi di Dusun Sawasina, Desa Nuruwolo, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur bermula dari permintaan sederhana yang tak mampu dipenuhi.

Sehari sebelum kejadian, YBR sempat meminta ibunya untuk dibelikan buku tulis dan pensil. Namun karena keterbatasan ekonomi, sang ibu dengan berat hati tak dapat mengabulkan permintaan anaknya.

Sang ibu, MGT, 47, mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, YBR menginap di rumahnya pada malam hari. Pagi harinya sekitar pukul 06.00 WITA, YBR diantar menggunakan ojek menuju rumah neneknya.

  • Penulis: Jim Geovedi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menyalakan Poros Maritim dari Timur: Polimarim AMI dan Hang Tuah Menantang Masa Depan Indonesia

    Menyalakan Poros Maritim dari Timur: Polimarim AMI dan Hang Tuah Menantang Masa Depan Indonesia

    • 0Komentar

    Di tengah peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2026, ada pesan simbolik yang sangat kuat lahir dari Surabaya. Bukan sekadar kunjungan seremonial, tetapi sebuah sinyal kebangkitan baru pendidikan kemaritiman Indonesia. Pada hari bersejarah itu, Politeknik Maritim AMI Makassar melakukan benchmarking ke Universitas Hang Tuah, sebuah perguruan tinggi yang memiliki jejak panjang dan reputasi nasional maupun […]

  • Menakar Sukses Sejati: Bukan Sekadar Gelar, Tapi Tentang Karakter dan Investasi Langit

    Menakar Sukses Sejati: Bukan Sekadar Gelar, Tapi Tentang Karakter dan Investasi Langit

    • 0Komentar

    Oleh: Dr. KH. Masrur Makmur La Tanro. Ketua MUI Provinsi Bali/Presidium IAPIM/ Ketua ISMI Bali Bagi banyak orang, puncak kesuksesan sering kali disimbolkan dengan selembar ijazah atau gelar akademik mentereng. Namun, jika kita merenung lebih dalam sebagaimana yang saya tuangkan dalam Balancing of Life, wisuda atau kelulusan hanyalah sebuah titik awal dari perjalanan panjang yang […]

  • Komdigi: Tak Semua Paket Internet Wajib Rollover, tapi Sisa Kuota Harus Tetap Bermanfaat

    Komdigi: Tak Semua Paket Internet Wajib Rollover, tapi Sisa Kuota Harus Tetap Bermanfaat

    • 0Komentar

    Aturan perlindungan sisa kuota internet mulai diterapkan operator seluler setelah putusan Mahkamah Konstitusi. Mekanisme rollover menjadi salah satu cara yang banyak digunakan agar sisa kuota tetap bisa dinikmati pelanggan. Namun, Kementerian Komunikasi dan Digital menegaskan tidak semua paket yang dijual Telkomsel, Indosat, dan XLSmart harus memakai sistem rollover. Komdigi menjelaskan putusan MK tidak membatasi pilihan […]

  • Kemenkum Sumsel Matangkan Persiapan Kunres Komisi XIII DPR RI

    Kemenkum Sumsel Matangkan Persiapan Kunres Komisi XIII DPR RI

    • 0Komentar

    Jelang pelaksanaan Kunjungan Kerja Reses (Kunres) Komisi XIII DPR RI Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan bersama Biro Hukum, Komunikasi Publik, dan Kerja Sama Sekretariat Jenderal Kementerian Hukum menggelar rapat koordinasi guna mematangkan seluruh persiapan teknis dan substansial, Rabu (7/10). Rapat difokuskan pada kesiapan penyambutan, penyiapan bahan paparan, hingga […]

  • Ketua Umum Gerbang Tani Raih Doktor Pangan di UB

    Ketua Umum Gerbang Tani Raih Doktor Pangan di UB

    • 0Komentar

    Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Gerakan Kebangkitan Petani dan Nelayan Indonesia (Gerbang Tani), Idham Arsyad, resmi meraih gelar Doktor pada Program Studi Ilmu Ketahanan Nasional, Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya (UB), setelah mempertahankan disertasinya dalam ujian terbuka yang digelar di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya, Malang, Selasa (14/7). Dalam sidang promosi doktor tersebut, Idham mengangkat disertasi […]

  • Tingkatkan Pembinaan dan Pengawasan, Kanwil Kemenkum Babel Perkuat Koordinasi Majelis Pengawas Notaris

    Tingkatkan Pembinaan dan Pengawasan, Kanwil Kemenkum Babel Perkuat Koordinasi Majelis Pengawas Notaris

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan pembinaan dan pengawasan terhadap jabatan Notaris melalui Rapat Koordinasi Majelis Pengawas Notaris. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung selaku Ketua Majelis Pengawas Wilayah Notaris, Johan Manurung, Senin (28/9/2026). Rapat yang berlangsung di Ruang Kepala Kantor Wilayah tersebut […]

expand_less