Breaking News
light_mode

Kemenkum Sumsel Cetak Sertifikat Apostille untuk Dokumen Kerja ke Mancanegara

  • account_circle Maryam Chalisa
  • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
  • print Cetak

Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan terus berkomitmen memberikan pelayanan publik yang cepat, pasti, dan transparan. Melalui Bidang Pelayanan Administrasi Hukum Umum (AHU), Kanwil Kemenkum Sumsel kembali memfasilitasi pencetakan sertifikat Apostille bagi masyarakat yang akan mengurus dokumen perjalanan ke luar negeri.

Layanan kali ini diberikan kepada tiga orang pemohon, yakni Mardhiyah, Lukman Hakim, dan Rahmona Veronika. Ketiganya hadir langsung di ruang pelayanan AHU untuk melakukan pencetakan sertifikat Apostille pada dokumen publik berupa Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dan Akta Kelahiran, Jumat (24/4). Dokumen-dokumen tersebut rencananya akan digunakan sebagai syarat administrasi untuk bekerja di negara tujuan, yakni Belanda, Montenegro, dan Norwegia.

Kepala Divisi Pelayanan Hukum Alkana Yudha menjelaskan, apostille merupakan layanan legalisasi dokumen publik dengan prosedur sederhana melalui penerbitan sertifikat tunggal oleh Kementerian Hukum sebagai Competent Authority. Melalui sertifikat yang diterbitkan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) ini, lanjutnya, dokumen para pemohon kini memiliki keabsahan hukum yang diakui secara internasional di negara-negara anggota Konvensi Apostille tanpa perlu melalui proses birokrasi yang panjang di kedutaan.

“Proses pencetakan sertifikat di Kantor Wilayah hanya membutuhkan waktu sekitar 15 hingga 30 menit, sertifikat legalisasi tunggal yang ditandatangani secara elektronik oleh Direktur Otoritas Pusat dan Hukum Internasional tersebut sudah dapat dibawa pulang oleh pemohon. Hal ini membuktikan transformasi layanan digital di Kemenkum Sumsel berjalan optimal dalam memangkas waktu tunggu masyarakat”, pungasnya.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Sumsel, Maju Amintas Siburian juga menambahkan bahwa kemudahan akses layanan Apostille di tingkat wilayah merupakan upaya negara hadir untuk mendukung mobilitas warga negara di kancah global. Kakanwil berharap masyarakat Sumatera Selatan dapat memanfaatkan fasilitas ini untuk berbagai keperluan, baik pendidikan maupun pekerjaan di luar negeri. “Kemenkum Sumsel berupaya memberikan pelayanan yang humanis dan profesional salah satunya Apostille ini, urusan dokumen publik internasional menjadi lebih praktis, sehingga mampu mendukung produktivitas masyarakat kita di luar negeri,” pungkas Maju Amintas Siburian.

  • Penulis: Maryam Chalisa

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dorong Tertib Administrasi dan Evaluasi Layanan, Kanwil Kemenkum Babel Lakukan Pendataan Fidusia di Notaris Bangka Tengah

    Dorong Tertib Administrasi dan Evaluasi Layanan, Kanwil Kemenkum Babel Lakukan Pendataan Fidusia di Notaris Bangka Tengah

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan kegiatan pendataan jaminan fidusia pada kantor notaris di wilayah Kabupaten Bangka Tengah, Senin (27/4). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan akurasi data serta pengawasan terhadap layanan fidusia. Dalam pelaksanaannya, tim melakukan inventarisasi jumlah permohonan pendaftaran jaminan fidusia yang diajukan oleh notaris serta identifikasi berbagai kendala yang […]

  • Kemenkum Sumsel Supervisi Posbankum di 6 Kelurahan Talang Ubi

    Kemenkum Sumsel Supervisi Posbankum di 6 Kelurahan Talang Ubi

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan (Kemenkum Sumsel) melalui Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum menggelar pembinaan dan supervisi Pos Bantuan Hukum (Posbankum) di enam kelurahan Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI. Koordinator Penyuluh Hukum Kanwil Kemenkum Sumsel, H. Asnedi bersama tim penyuluh kali ini menyasar para lurah, pengurus Posbankum, dan paralegal. Pembinaan dilakukan di Kelurahan […]

  • MANPOWER: Di Balik Keringat yang Tak Terhitung, Ada Martabat Yang Diabaikan

    MANPOWER: Di Balik Keringat yang Tak Terhitung, Ada Martabat Yang Diabaikan

    • 0Komentar

    (Refleksi Kritis Hari Buruh Nasional) Oleh: Munawir Kamaluddin Ada manusia yang bekerja tanpa lelah, tetapi tidak pernah benar-benar dihargai. Ada tangan yang terus bergerak, tetapi suaranya tak pernah didengar. Dan ada keringat yang jatuh setiap hari, namun nilainya tidak pernah benar-benar ditimbang dengan adil. Di balik gedung-gedung tinggi yang kita banggakan, di balik perusahaan yang […]

  • Kanwil Kemenkum Babel Inventarisasi Potensi Lagu Daerah Belitung Timur untuk Perkuat Pelindungan Hak Cipta

    Kanwil Kemenkum Babel Inventarisasi Potensi Lagu Daerah Belitung Timur untuk Perkuat Pelindungan Hak Cipta

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung terus mendorong pelindungan Kekayaan Intelektual (KI) terhadap karya budaya daerah melalui kegiatan Koordinasi dan Inventarisasi Potensi Lagu Daerah di Kabupaten Belitung Timur yang dilaksanakan di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Belitung Timur, Senin (07/09/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB tersebut dihadiri oleh Plh. Kepala Kantor Wilayah […]

  • Kemenkum Sumsel Dorong UMKM OKI Naik Kelas melalui Sosialisasi Legalitas Usaha Perseroan Perorangan

    Kemenkum Sumsel Dorong UMKM OKI Naik Kelas melalui Sosialisasi Legalitas Usaha Perseroan Perorangan

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan (Kemenkum Sumsel) memperkuat komitmennya dalam mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui fasilitasi legalitas usaha bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Pemberdayaan Kelembagaan Potensi dan Pengembangan Usaha Mikro berupa Sosialisasi Legalitas Usaha Perseroan Perorangan bagi UMKM Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Tahun 2026, yang […]

  • Kasus Bunuh Diri Bocah SD di NTT, Sosiolog Unair Sebut Faktor Kemiskinan Picu Stres Anak

    Kasus Bunuh Diri Bocah SD di NTT, Sosiolog Unair Sebut Faktor Kemiskinan Picu Stres Anak

    • 0Komentar

    Kisah tragis seorang siswa SD kelas IV asal Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang diduga mengakhiri hidupnya karena tak mampu membeli pena dan buku sekolah, menyita keprihatinan publik. Guru Besar Sosiologi Universitas Airlangga, Prof. Bagong Suyanto menilai peristiwa tragis yang terjadi di NTT adalah alarm bagi masyarakat agar lebih memerhatikan dan memantau kondisi mental anak-anak di […]

expand_less