Breaking News
light_mode

Sinergi Pemkot dan Muhammadiyah Diperkuat, Munafri Targetkan Program Nyata untuk Warga

  • account_circle Maryam Chalisa
  • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
  • print Cetak

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, terus memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Kota Makassar dan organisasi Muhammadiyah di Kota Makassar.

Fokusnya, dalam berbagai sektor strategis seperti pembangunan, pengelolaan sampah, hingga pengembangan urban farming.

Hal tersebut disampaikan Munafri, yang akrab disapa Appi saat memberikan sambutan pada kegiatan Syawalan 1447 H Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Makassar, yang digelar di Gedung BBPMP Sulsel, Jalan AP Pettarani, Makassar, Minggu (12/4/2025).

Dalam sambutannya, Munafri menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada keluarga besar Muhammadiyah Kota Makassar, atas peran aktifnya dalam mendukung pembangunan Kota.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat seperti Muhammadiyah, menjadi kunci penting dalam mewujudkan kemajuan Kota Makassar.

“Pertemuan ini mungkin bukan yang pertama, tetapi menjadi bagian penting bagaimana pemerintah kota bersama organisasi besar seperti Muhammadiyah, terus membangun sinergi,” jelasnya.

“Juga bekerja sama, dan berkolaborasi untuk membangun Kota Makassar yang kita cintai,” sambung Appi.

Munafri menilai, organisasi Muhammadiyah merupakan elemen penting yang tidak terpisahkan dalam pembangunan kota.

Dengan banyaknya tokoh, kader, serta jaringan yang dimiliki, Muhammadiyah dinilai mampu memberikan kontribusi nyata dalam berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Ia pun mengajak seluruh kader Muhammadiyah untuk terus berpartisipasi aktif dalam mendukung program-program pemerintah kota, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan.

“Khusus dunia pendidikan, keberadaan sekolah-sekolah Muhammadiyah harus tetap menjadi pilihan utama masyarakat,” katanya.

Pemerintah Kota pun, mendorong kerja sama agar siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri dapat diarahkan ke sekolah Muhammadiyah dengan skema pembiayaan ditanggung Pemerintah Kota.

“Ini bagian penting dalam menjaga kualitas pendidikan di Kota Makassar,” tutur orang nomor satu Kota Makassar itu.

Selain pendidikan, di sektor lingkungan, Munafri menilai persoalan sampah yang saat ini mencapai sekitar 1.000 ton per hari di Kota Makassar.

Ia mengajak Muhammadiyah untuk terlibat aktif dalam membantu pemerintah Kota dalam menyelesaikan persoalan tersebut melalui pendekatan edukasi di masyarakat.

Menurutnya, pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga dapat menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat.

Dia mencontohkan pemilahan sampah plastik yang memiliki nilai jual hingga Rp6.000–Rp8.000 per kilogram, serta pengolahan sampah organik menjadi kompos.

“Ini bisa menjadi peluang, sumber penghasilan tambahan bagi keluarga, khususnya ibu rumah tangga, jika dikelola dengan baik,” ujarnya.

Dijelaskan, Pemerintah Kota Makassar, lanjut Munafri, juga telah mengembangkan metode pengolahan sampah organik melalui sistem kompos berbasis rumah tangga dan pemanfaatan maggot (larva lalat) sebagai pengurai sampah.

Program ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah sekaligus mendukung sektor pertanian perkotaan atau urban farming.

Ia bahkan mengusulkan agar kader Muhammadiyah dapat membina minimal dua lorong sebagai proyek percontohan pengelolaan sampah terintegrasi, yang hasil akhirnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat.

“Dari sampah menjadi maggot, dari maggot menjadi pakan ternak, dari kompos menjadi pupuk, lalu kita gunakan untuk urban farming,” Terangnya.

“Ini sistem yang saling terhubung dan memberi manfaat langsung kebutuhan,” lanjut Appi.

Dia juga menambahkan, bahwa Kota Makassar saat ini tengah mendapatkan peluang investasi besar melalui proyek pembangunan pembangkit listrik berbasis sampah dengan nilai investasi mencapai Rp3 triliun.

Proyek ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menghadirkan solusi berkelanjutan terhadap persoalan lingkungan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Menutup sambutannya, Munafri kembali menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam menyelesaikan berbagai tantangan pembangunan ke depan.

“Masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Tidak ada yang bisa menyelesaikan ini sendiri, kecuali dengan membangun kolaborasi dan kerja sama,” pungkasnya.

  • Penulis: Maryam Chalisa

Rekomendasi Untuk Anda

  • APINDO Run Festival 2026 Sukses Digelar, Satukan Semangat Sehat, Kebersamaan, dan Kolaborasi di Makassar

    APINDO Run Festival 2026 Sukses Digelar, Satukan Semangat Sehat, Kebersamaan, dan Kolaborasi di Makassar

    • 0Komentar

    Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sulawesi Selatan sukses menyelenggarakan APINDO Run Festival 2026 untuk pertama kalinya di kawasan Centre Point of Indonesia (CPI), Makassar, Minggu (26/7). Kegiatan yang dimulai pukul 06.00 WITA hingga 10.00 WITA ini berlangsung meriah dan diikuti sekitar 850 peserta dari berbagai komunitas lari, kalangan dunia usaha, instansi pemerintah, dan masyarakat umum. Mengusung […]

  • LPS Gelar Media Visit dan Round Table Discussion dengan Fajar Group

    LPS Gelar Media Visit dan Round Table Discussion dengan Fajar Group

    • 0Komentar

    Kantor Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) III wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua menggelar diskusi Round Table bersama sejumlah media yang berada dalam naungan Fajar Group di Makassar, Senin (20/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kantor Harian Fajar, Gedung Graha Pena Lantai 4 ini membahas perluasan kewenangan LPS serta pentingnya peran media dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat. […]

  • Perkuat Koordinasi, Kanwil Kemenkum Babel Dorong Optimalisasi Indeks Reformasi Hukum

    Perkuat Koordinasi, Kanwil Kemenkum Babel Dorong Optimalisasi Indeks Reformasi Hukum

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung terus memperkuat langkah dalam mendorong capaian Indeks Reformasi Hukum (IRH). Hal ini diwujudkan melalui Rapat Tim Kerja IRH yang diselenggarakan oleh Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum (P3H) pada Selasa (14/04/2026), bertempat di Ruang Rapat Teleconference Kanwil Kemenkum Babel. Rapat yang dimulai pukul 13.30 WIB tersebut dipimpin langsung […]

  • Kemenkum Sumsel Perbarui Kerja Sama Bantuan Hukum dengan 2 Organisasi Bantuan Hukum

    Kemenkum Sumsel Perbarui Kerja Sama Bantuan Hukum dengan 2 Organisasi Bantuan Hukum

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan melaksanakan penandatanganan kontrak adendum bersama dua Organisasi Bantuan Hukum (OBH) terakreditasi di Sumatera Selatan, Selasa (12/5). Perjanjian kerjasama hasil penyesuaian penajaman Angaran Pelaksanaan Bantuan Hukum Tahun Anggaran 2026 dilaksanakan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan dengan Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Sejahtera Palembang Sriwijaya Wanida, dan Ketua Yayasan Lembaga […]

  • Melindungi Pekerja Migran: Antara Perisai Regulasi dan Realitas Eksploitasi

    Melindungi Pekerja Migran: Antara Perisai Regulasi dan Realitas Eksploitasi

    • 0Komentar

    Oleh: Kombes Pol. Dr. Arman Muis, S.H., S.I.K., M.M., M.H., (Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) DKI Jakarta) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dapat dipandang sebagai tonggak penting dalam perubahan paradigma negara terhadap pekerja migran. Jika sebelumnya pekerja migran lebih sering diposisikan sebagai objek ekonomi dalam sistem penempatan […]

  • Ketika Prabowo Kesampingkan Kedekatan Demi Penegakan hukum

    Ketika Prabowo Kesampingkan Kedekatan Demi Penegakan hukum

    • 0Komentar

    Oleh: Prof. Dr. Ali Mochtar Ngabalin Ketua DPP PARTAI GOLKAR Bidang Kebijakan Politik Luar Negeri&Hubungan Internasional; dan Visiting Professor of International Relations, Tomsk State University (TSU), Russia Ada satu ujian yang selalu datang ketika seorang pemimpin menyatakan perang terhadap korupsi. Ujian itu bukan ketika hukum berhadapan dengan orang yang jauh dari pusat kekuasaan. Ujian sesungguhnya […]

expand_less