Breaking News
light_mode

Ketua Umum APPMBGI Buka Suara: Anggaran MBG Final, Tinggal Mengawal Pemanfaatannya

  • account_circle Maryam Chalisa
  • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
  • print Cetak

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia menegaskan bahwa polemik terkait anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) seharusnya tidak lagi berfokus pada perdebatan politik anggaran, melainkan diarahkan pada penguatan transparansi dan akuntabilitas dalam pemanfaatannya.

Ketua Umum APPMBGI, Dr. Abdul Rivai Ras, mengatakan bahwa secara prosedural dan politik, anggaran MBG telah diputuskan bersama oleh pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.

“Anggaran MBG sudah menjadi keputusan politik negara dan telah disepakati melalui mekanisme konstitusional bersama DPR. Karena itu, perdebatan tidak perlu lagi diarahkan pada ada atau tidaknya anggaran, melainkan pada bagaimana pemanfaatannya diawasi secara ketat, transparan, dan bertanggung jawab,” ujar Dr. Abdul Rivai Ras dalam keterangan tertulis, Minggu, 01 Maret 2026.

Ia menegaskan, yang justru harus diperkuat saat ini adalah sistem pengawasan publik, tata kelola keuangan, serta mekanisme akuntabilitas hingga ke tingkat satuan pelayanan dan dapur pelaksana.

“Anggaran MBG adalah dana publik. Maka prinsip kehati-hatian, keterbukaan informasi, serta pertanggungjawaban penggunaan dana per porsi harus menjadi perhatian utama semua pihak,” katanya.

Menurut Dr. Abdul Rivai Ras, penguatan pengawasan menjadi penting di tengah besarnya skala program dan luasnya jangkauan pelaksanaan MBG di berbagai daerah.

Ia menilai, penguatan tata kelola anggaran juga merupakan pesan kehati-hatian bagi seluruh pelaksana di lapangan agar tidak menjadikan MBG sebagai sekadar proyek administratif.

“Ini harus menjadi warning bagi seluruh pengelola dapur, mitra, dan pemangku kepentingan, bahwa MBG bukan ruang kompromi untuk praktik tidak akuntabel. Kepercayaan publik terhadap program ini ditentukan oleh seberapa serius negara menjaga integritas pengelolaannya,” ujarnya.

Di sisi lain, Dr. Abdul Rivai Ras menegaskan bahwa APPMBGI memandang MBG sebagai kebijakan strategis jangka panjang, bukan hanya program sosial jangka pendek.

Menurut dia, dampak MBG tidak berhenti pada pemenuhan gizi anak sekolah, ibu hamil, dan kelompok rentan, tetapi juga memiliki efek berganda terhadap pembangunan sosial, ekonomi, bahkan posisi strategis Indonesia ke depan.

“MBG adalah investasi sumber daya manusia. Jika dikelola secara konsisten dan berintegritas, program ini akan berkontribusi besar terhadap kualitas generasi produktif Indonesia di masa depan,” kata dia.

Dr. Abdul Rivai Ras menilai, perbaikan status gizi anak sejak dini merupakan fondasi utama bagi terbentuknya kualitas modal manusia yang lebih sehat, produktif, dan kompetitif.

“Dalam jangka panjang, MBG akan memperkuat basis modal manusia Indonesia. Inilah yang menjadi prasyarat utama bagi terciptanya bonus demografi yang berkualitas, bukan sekadar bonus jumlah penduduk usia kerja,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menilai bahwa keberhasilan MBG akan membawa dampak berlapis.

Secara sosial, MBG memperkuat perlindungan kelompok rentan dan memperkecil ketimpangan akses gizi.

Secara ekonomi, MBG mendorong perputaran ekonomi lokal melalui rantai pasok pangan, pelibatan UMKM, petani, serta tenaga kerja dapur.

Dalam perspektif yang lebih luas, ia menilai MBG juga memiliki implikasi geopolitik jangka panjang.

“Negara dengan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif akan memiliki daya saing dan daya tawar yang lebih kuat di tingkat regional maupun global. Karena itu, MBG pada dasarnya adalah bagian dari investasi strategis negara,” kata Dr. Abdul Rivai Ras.

Namun demikian, ia kembali mengingatkan bahwa seluruh potensi tersebut hanya dapat terwujud apabila pengelolaan anggaran dan pelaksanaan program dijaga secara ketat.

“Bonus demografi tidak datang otomatis. Ia hanya akan menjadi keuntungan apabila kualitas manusianya benar-benar dibangun. Dan kualitas itu sangat bergantung pada konsistensi kebijakan, integritas pelaksanaan, serta tata kelola anggaran yang bersih,” tegasnya.

APPMBGI, lanjut dia, mendukung langkah-langkah penguatan transparansi dan akuntabilitas yang saat ini terus didorong oleh pemerintah, termasuk kewajiban pelaporan penggunaan anggaran dan penguatan sistem pengawasan internal.

“Kami mendorong agar keterbukaan data pemanfaatan anggaran MBG dapat diakses publik secara lebih luas, sehingga masyarakat dapat ikut mengawasi jalannya program,” ujarnya.

Menurut Dr. Abdul Rivai Ras, pengawasan publik justru menjadi kunci untuk menjaga MBG tetap berada pada tujuan utamanya, yakni pembangunan manusia, bukan kepentingan jangka pendek.

“Dengan skala anggaran yang besar, risiko penyimpangan selalu ada. Karena itu, transparansi dan akuntabilitas bukan hanya tuntutan administrasi, tetapi kebutuhan mendasar agar MBG tidak kehilangan legitimasi sosialnya,” katanya.

Ia menegaskan bahwa APPMBGI siap berperan aktif dalam menjaga tata kelola pelaksanaan MBG di tingkat pelaksana, khususnya dapur dan jejaring mitra di daerah.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah anggaran MBG benar-benar berkontribusi pada kualitas gizi, keselamatan pangan, dan penguatan ekonomi lokal,” ujarnya.

Dr. Abdul Rivai Ras menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa saat ini bangsa Indonesia tidak membutuhkan perdebatan yang melelahkan soal keputusan politik yang sudah final, tetapi justru membutuhkan kerja bersama untuk memastikan program berjalan dengan benar.

“Anggaran MBG sudah final. Tugas kita sekarang adalah mengawalnya. Transparansi dan akuntabilitas harus ditegakkan, agar MBG benar-benar menjadi investasi masa depan bangsa, bukan sekadar angka dalam laporan anggaran,” pungkasnya.

  • Penulis: Maryam Chalisa

Rekomendasi Untuk Anda

  • Basnang Said: Kader PMII Harus Berdampak

    Basnang Said: Kader PMII Harus Berdampak

    • 0Komentar

    Kegiatan Halal Bi Halal dalam rangka Hari Lahir Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Ikatan Alumni PMII (PB IKA PMII) berlangsung hangat, penuh keakraban, dan sarat semangat kebersamaan. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca-Idulfitri, tetapi juga ruang refleksi atas peran strategis kader dan alumni PMII dalam menjawab tantangan kebangsaan. […]

  • Kanwil Kemenkum Babel Dorong Pembentukan Sentra Kekayaan Intelektual di Kota Pangkal Pinang

    Kanwil Kemenkum Babel Dorong Pembentukan Sentra Kekayaan Intelektual di Kota Pangkal Pinang

    • 0Komentar

    Kanwil Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung terus memperkuat ekosistem Kekayaan Intelektual (KI) di daerah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendorong pembentukan Sentra Kekayaan Intelektual (Sentra KI) pada Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Pangkal Pinang melalui kegiatan koordinasi yang dilaksanakan di Ruang Kerja Kepala Bapperida Kota Pangkal Pinang, Rabu (17/6/2026). Kegiatan […]

  • Kanwil Kemenkum Babel Ikuti Diskusi Strategi Kebijakan Penguatan Pelindungan Indikasi Geografis

    Kanwil Kemenkum Babel Ikuti Diskusi Strategi Kebijakan Penguatan Pelindungan Indikasi Geografis

    • 0Komentar

    Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung, Johan Manurung, mengikuti Diskusi Strategi Kebijakan Tahun 2026 yang diselenggarakan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Barat secara hybrid, Kamis (8/10/2026). Kegiatan mengangkat tema “Penguatan Layanan Pelindungan Indikasi Geografis untuk Meningkatkan Daya Saing Produk Daerah di Sumatera Barat” sebagai forum untuk menghimpun perspektif pemerintah, akademisi, dan praktisi dalam […]

  • Kanwil Kemenkum Babel Ikuti Apel Pagi Gabungan Bersama Kanwil Kementerian HAM dan Kanwil Ditjen Imigrasi Secara Virtual

    Kanwil Kemenkum Babel Ikuti Apel Pagi Gabungan Bersama Kanwil Kementerian HAM dan Kanwil Ditjen Imigrasi Secara Virtual

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung mengikuti Apel Pagi Gabungan bersama Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Bangka Belitung secara virtual, Senin (27/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Balai Pengayoman Kanwil Kemenkum Babel tersebut diikuti oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung, Johan Manurung, bersama para […]

  • Kanwil Kemenkum Sumsel Gencarkan Sosialisasi Perseroan Perorangan bagi UMKM Binaan Disperindag ESDM Muara Enim

    Kanwil Kemenkum Sumsel Gencarkan Sosialisasi Perseroan Perorangan bagi UMKM Binaan Disperindag ESDM Muara Enim

    • 0Komentar

    Dalam rangka mendukung target nasional pendirian Perseroan Perorangan Tahun 2026, Divisi Pelayanan Hukum Bidang Pelayanan Administrasi Hukum Umum (AHU) Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan melaksanakan koordinasi dan sosialisasi layanan Perseroan Perorangan di Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Kabupaten Muara Enim, Rabu (10/06/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kepala Dinas […]

  • Kanwil Kemenkum Babel Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 Bersama KemenHAM, Ditjenpas, dan Ditjenim Babel

    Kanwil Kemenkum Babel Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 Bersama KemenHAM, Ditjenpas, dan Ditjenim Babel

    • 0Komentar

    Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 bersama Kanwil Kementerian HAM Babel, Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Babel, dan Kanwil Direktorat Jenderal Imigrasi Babel, Senin (01/06/2026). Upacara berlangsung di Halaman Belakang Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan […]

expand_less